12 Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah Yang Layak Dilestarikan

Posted on

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah sangatlah banyak dan beragam, mulai dari tarian, lagu, hingga alat musik. Meskipun sebagian besar telah ada semenjak ratusan tahun yang kemudian, tetapi berkat masyarakat lokal yang bekerja keras untuk melestarikannya, sejumlah kesenian tradisional tersebut bahkan masih ada sampai ketika ini dan mampu kita nikmati bersama.

Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah

Di Indonesia yang memang diketahui mempunyai sejuta kekayaan, kesenian tradisional sering kali menjadi pesona tersendiri bagi turis, khususnya dari mancanegara. Akan namun, tentunya kita, sebagai penduduk Indonesia, ada kalanya juga belum banyak mengenali ihwal kesenian tradisional itu sendiri, bukan?

Oleh sebab itu, di dalam potensi kali ini kita akan membicarakan perihal salah satu kesenian tradisional di Indonesia, adalah kesenian tradisional Sulawesi Tengah. Siapa tahu ada diantara kamu yang ketika ini tengah bermaksud untuk pergi berlibur di periode yang mau datang, pembahasan kali ini mungkin saja mampu memberikanmu sedikit informasi.

Penasaran apa sajakah itu? Yuk kita simak bersama-sama wacana beberapa kesenian tradisional Sulawesi Tengah.

Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kesenian tradisional Sulawesi Tengah, tergolong lagu, alat musik, dan tarian tempat. Apa sajakah itu?

1. Tari Raego

Kesenian tradisional yang pertama akan kita bahas adalah Tari Raego yang berasal dari suku Kulawi. Jenis tarian satu ini lazimnya dipentaskan selaku istilah rasa syukur atas hasil panen yang ditemukan oleh masyarakat lokal, yang mana hal ini juga turut melatarbelakangi gerakan tarian serta perumpamaan pemujaan terhadap Tuhan.

Sayangnya, masyarakat lokal mengalami hambatan dalam melestarikan dan mewariskan budaya alasannya adalah sebagian besar dari mereka tidak mengenal goresan pena. Sehingga, pewarisan kesenian tradisional Sulawesi Tengah satu ini cuma dilakukan dalam bentuk verbal yang membuat tidak banyak lapisan masyarakat yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup mengenai Tari Raego.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Sulawesi Utara)

Tidak hanya sebatas hiburan semata, tarian ini juga turut dipakai dalam melakukan upacara adat yang turut dilatarbelakangi oleh religi dan emosi. Di dalam pementasannya, kesenian tradisional Sulawesi Tengah ini juga diiringi oleh lantunan syair yang penuhakan pesan tabiat.

2. Tari Balia

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah berikutnya ialah Tari Balia yang memiliki keterkaitan dengan akidah animisme. Jenis tarian satu ini ialah bentuk pemujaan kepada benda keramat, terutama yang pribadi berafiliasi dengan pengobatan tradisional. Nah, pengobatan tradisional itu sendiri yang dimaksud ialah pengobatan yang dilaksanakan terhadap seseorang yang terkena pengaruh roh jahat.

Kata “Balia” yang digunakan selaku nama tarian dapat diartikan selaku “Tantang” yang bermakna mempunyai makna melawan setan yang sudah menimbulkan penyakit di dalam tubuh insan. Selain itu, Balia juga dipandang selaku prajurit kesehatan yang mampu menyembuhkan aneka macam jenis penyakit.

Diiringi oleh irama pukulan musik tradisional, kesenian tradisional Sulawesi Tengah satu ini mampu diperagakan, baik dalam bentuk individu maupun golongan, dan diadakan di sebuah rumah pemujaan yang oleh penduduk setempat disebut Lobo.

3. Tari Pontanu

Tari Pontanu juga ialah salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tengah yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Donggala. Tarian ini diperagakan oleh para perempuan dengan gerakan yang menggambarkan aktivitas mereka dalam menenun Sarung Donggala. Kata “Pontanu” itu sendiri mampu diartikan selaku menenun.

Oleh karena itu, sesuai sesuai dengan namanya, tarian ini juga dimaknai selaku wujud apresiasi terhadap para penenun sarung di daerah tersebut. Tak hanya itu, tari Pontanu juga terkadang dimanfaatkan untuk mampu memperkenalkan kain sarung yang menjadi khas daerah Donggala terhadap penduduk secara luas, termasuk pelancong.

4. Tari Dero

Tari Dero atau yang juga mampu disebut sebagai Tari Modero ini ialah salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tengah yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Poso. Jenis tarian ini merupakan tradisi dari penduduk Suku Pamona yang masih dilestarikan sampai ketika ini. Masyarakat setempat menilai bahwa tarian ini melambangkan suka cita dan kebahagiaan sekaligus rasa syukur terhadap hasil panen yang didapat.

Karena jumlah penari yang tidak dibatasi, maka lazimnya tari Dero dipentaskan di daerah yang cenderung luas, mirip di lapangan. Sedangkan di dalam teknis pelaksanaannya, para penari akan membuat bulat sambil berpegangan tangan satu sama lain. Kemudian, mereka akan menghentakan kaki secara bersama-sama dengan acuan dua kali ke kiri dan dua kali ke kanan.

Gerakannya itu sendiri dilakukan sesuai dengan irama atau nada pantun yang saling bersahut-sahutan dan diiringi pula dengan alunan dari alat musik tradisional yang dimainkan oleh para cowok dan orang renta.

5. Alat Musik Talindo

Setelah sebelumnya membicarakan perihal tarian kawasan, maka kini kita beralih ke kesenian tradisional Sulawesi Tengah untuk alat musik. Pertama ada Talindo yang ialah suatu alat musik berwarna kekuning-kuningan dan terbuat dari bambu, kayu, dan rotan.

Cara memainkannya dengan dipetik saat para pemainnya berduduk sila. Talindo biasa dipakai sebagai hiburan dan penghilang kesunyian di malam hari dan kadang kala dimainkan oleh para remaja dan perjaka setempat dikala itu.

6. Alat Musik Santu

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah selanjutnya adalah Santu yang merupakan salah satu alat musik jenis sitar tabung dan mampu dimasukkan ke dalam golongan ideo-kordofon. Bahan utama untuk menciptakan alat musik ini adalah bambu, yang mana kulit bagian tengahnya dilubangi untuk dijadikan selaku resonator sehingga bila dipetik, suara yang dihasilkan bisa sedikit lebih kencang.

Pada biasanya, kesenian tradisional Sulawesi Tengah satu ini sering kali dimainkan oleh masyarakat setempat untuk mengisi waktu senggang di sawah. Tak hanya itu, anak-anak muda juga sering kali menjadikan alat musik ini sebagai alat komunikasi kalangan dikala mereka sedang bermain perang-perangan.

7. Alat Musik Lalove

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah berikutnya yaitu alat musik Lalove yang berbentuk bundar panjang seperti suling dan terbuat dari bahan utama bambu. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup seringkali dipakai sebagai pengiring tarian Balia. Pada awalnya, alat musik ini tidak mampu dimainkan secara sembarangan. Sebab, bagi sebagian orang yang sering kerasukan roh, saat mendengar alat musik ini justru akan spontan mengalami kerasukan.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara)

Lalove itu sendiri mempunyai peran yang sangat penting di dalam upacara penyembuhan. Karena, kalau nada yang dimainkan salah, maka para penari yang telah kerasukan akan menjadi kian marah. Namun, ketika ini Lalove sudah banyak dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional yang dikreasikan.

8. Alat Musik Geso-geso

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah untuk alat musik yang hendak terakhir kita bahas yakni Geso-geso. Alat musik ini yang dibuat dari kayu dan tempurung kelapa yang diberi dawai atau senar. Cara memainkannya itu sendiri dengan cara digesek memakai alat khusus yang yang dibuat dari bilah bambu dan tali, sehingga akan mengakibatkan bunyi yang khas. Geso-geso akan mengeluarkan nada yang diubahsuaikan dengan tekanan jari si pemain pada senar.

Namun, berlainan dengan gitar atau alat musik yang lain yang pada umumnya mempunyai lebih dari satu senar, Geso-geso ini justru cuma mempunyai satu senar saja.

9. Lagu Palu Ngataku

Ketika membicarakan ihwal kesenian tradisional Sulawesi Tengah, maka pembahasan wacana lagu kawasan tak mampu kita lewatkan begitu saja. Lagu pertama yang hendak kita bahas yaitu Palu Ngataku. Sesuai dengan namanya, lagu ini memang berasal dari kota Palu. Bagi orang yang terlahir di kota Palu namun tengah merantau, lagu ini ialah gambaran mereka akan rasa rindu kepada tanah kelahiran.

10. Lagu Posisani

Selanjutnya ada Posisani yang ialah lagu pengiring untuk salah satu kesenian Sulawesi Tengah, ialah Tari Dero. Makna dari lagu ini yakni untuk menjalin tali silaturahmi, yang mana gerakannya itu sendiri dimulai dari saling berkenalan antar penari. Lagu ini juga turut dikategorikan selaku lagu untuk tarian muda-mudi.

11. Lagu Tananggu Kaili

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah berikutnya adalah lagu Tananggu Kaili. Kaili ialah nama salah satu suku bangsa yang mendiami sebagian besar daerah Sulawesi Tengah, mencakup Palu, Donggala, dan Sigi. Nah, lagu yang diciptakan oleh Hasan Bahasyuan ini mendeskripsikan wacana tanah Kaili itu sendiri.

12. Lagu Tope Gugu

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah yang terakhir ialah lagu Tope Gugu yang mempunyai makna perjuangan. Lagu ini sendiri menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan para pendekar kemerdekaan di kala kemudian. Selain itu, lagu ini juga baik untuk dijadikan sebagai renungan yang membuat haru.

Persiapkan Rencana Perjalananmu dengan Kartu Kredit Terbaik

Meskipun di tengah pandemi mirip ketika ini kamu belum mampu melaksanakan perjalanan, tetapi tak ada salahnya jika mulai merencanakan planning perjalananmu ke Sulawesi Tengah dari sekarang, bukan?

Selain merencanakan banyak sekali keperluan yang diperlukan selama traveling, jangan lupa juga untuk mengajukan kartu kredit terbaik yang membuat liburanmu menjadi lebih menyenangkan. Sebab, hadirnya kartu kredit justru akan membuat pengeluaran menjadi lebih hemat. Ditambah lagi dengan segudang promo menawan yang dijamin gak akan membuat kantong jebol.

Masih resah memilih kartu kredit? Bandingkan saja dahulu di CekAja.com untuk memilih jenis kartu kredit yang sekiranya paling sesuai dengan keperluan dan pola hidup. Setelah itu? Baru deh kau tinggal melakukan pengajuan yang sepenuhnya dapat dilaksanakan secara online. Praktis banget kan!

Yuk secepatnya olok-olokan kartu kredit pilihanmu di CekAja.com dan peroleh segudang penawaran terbaik yang membuat liburanmu menjadi lebih mengasyikkan.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *