Menu

Mode Gelap

- · 1 Des 2020 21:27 WIB ·

3 tips Deteksi Dini Kanker Serviks Serta Investigasi Lanjutannya


 3 tips Deteksi Dini Kanker Serviks Serta Investigasi Lanjutannya Perbesar

Bahaya kanker leher Rahim atau kanker serviks tidak mampu dianggap remeh oleh para kaum hawa. Ketahui cara deteksi dini kanker serviks untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari kemajuan kanker mematikan yang satu ini.

Cara deteksi dini kanker serviks

Kanker Serviks di Indonesia

Kanker serviks ialah penyakit dari perkembangan sel yang tidak seharusnya ada di leher Rahim atau bagian paling bawah pada uterus. Sel kanker muncul akibat adanya bisul human papillomavirus (HPV).

Wanita berusia 20 tahun sampai 50 tahun yang aktif melaksanakan korelasi seks berisiko (berubah-ganti pasangan) lebih potensial terkena kanker serviks.

Sedangkan penyebab lainnya bisa dikarenakan acuan hidup tak sehat, tata cara imun badan yang lemah akhir HIV/AIDS, penggunaan pil KB, hamil di usia muda, maupun alasannya adalah aspek keturunan.

Di Indonesia, Lembaga pencatat data kanker dunia yakni GLOBOCAN pada tahun 2018 menyatakan masalah kanker serviks di Indonesia terus bertambah. Rata-rata, 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya akibat kanker serviks.

Dengan bahaya yang tidak coba-coba ini, sudah selayaknya kita mengenali cara deteksi dini, serta menolong mensosialisasikan pentingnya mempertahankan kesehatan organ reproduksi.

Pemerintah sendiri juga menunjukkan vaksin HPV dan mengadakan investigasi deteksi dini kanker serviks pada wanita Indonesia secara gratis.

(Baca Juga: Kendalikan Hipertensi Yuk, Biar Ga Kena Serangan Jantung)

Gejala Kanker Serviks

Penderita kanker serviks umumnya tidak menyadari keberadaan sel kanker, sampai balasannya mereka berada di stadium lanjut yang semakin berbahaya. Untuk itu, penting sekali melakukan deteksi dini kanker serviks dengan dukungan mahir medis.

Namun begitu, ada beberapa tanda-tanda yang dinikmati penderita kanker serviks, sebagai berikut:

  • Praktis merasa Lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sembelit
  • Pendarahan di vagina yang tidak biasa
  • Muncul keputihan
  • Sering buang air kecil
  • Pembengkakan di salah satu tungkai
  • Merasa nyeri saat berafiliasi seks

Cara Mencegah Kanker Serviks

Adapun pencegahan yang mampu kau kerjakan untuk menangkal timbulnya kanker serviks ialah selaku berikut:

  • Melakukan korelasi seks yang aman alias tidak berganti-ganti pasangan
  • Terapkan acuan hidup yang sehat. Tidak merokok, olahraga teratur, tidak begadang, dan makan masakan bergizi.
  • Menjaga berat tubuh ideal
  • Menerapkan cara deteksi dini kanker serviks

Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Lalu, bagaimana cara deteksi dini kanker serviks? Sejauh ini, deteksi dini hanya mampu dilakukan dengan sumbangan medis. Ada tiga cara yang mampu dilaksanakan, begini penjelasannya:

1. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pap Smear

Pemeriksaan pap smear direkomendasikan untuk perempuan yang aktif melaksanakan relasi seks atau berusia di atas 21 tahun. Pasien akan dibaringkan di ranjang dengan posisi kaki yang diangkat terbuka. Kemudian, dokter akan mengambil sebagian sel dari vagina dengan alat bernama spekulum yang berbentuk brush tipis.

Tidak akan ada rasa sakit yang ditimbulkan ketika investigasi pap smear, asalkan pasien bisa rileks. Pasien yang tegang akan membuat spekulum sukar masuk ke area vagina yang juga ikut tegang.

Proses pengambilan sel vagina selaku cara deteksi dini ini terbilang cepat, hanya hitungan detik. Serta aman, tanpa meninggalkan luka.

Sel yang diambil lalu dibawa ke laboratorium untuk pengecekan lebih lanjut. Kamu mampu melakukan deteksi dini kanker serviks dengan sistem ini selama 3 tahun sekali.

2. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan HPV

Cara deteksi dini kanker serviks yang kedua adalah dengan pemeriksaan HPV. Pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pap smear atau setelah dimengerti hasil pap smear yang ajaib.

Materi genetik atau DNA akan diambil dan diteliti lebih lanjut apakah terdapat HPV di sel vaginamu. Penemuan HPV di vagina bukan memiliki arti kamu pribadi divonis mengidap kanker serviks.

Makara, kau akan dirawat lebih lanjut untuk menghalangi HPV berkembang dan makin berbahaya menjadi kanker serviks.

Cara deteksi dini dengan investigasi HPV dan berbarengan dengan pap smear bisa dilakukan 5 tahun sekali untuk perempuan berusia di atas 30 tahun.

3. Cara Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Tes IVA

Cara deteksi dini kanker serviks yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) ialah tes IVA atau singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat.

Tes IVA lebih murah dan cepat kalau dibandingkan dengan pap smear, alasannya tak membutuhkan uji laboratorium. Dokter akan mengoleskan cairan asam asetat dengan kadar 3 hingga 5 persen ke bagian leher rahim.

Nantinya, hasil investigasi akan eksklusif terlihat. Jika leher rahim memiliki sel kanker serviks, maka akan muncul perubahan warna menjadi agak putih, timbul sedikit luka atau darah ketika diusapkan asam asetat.

Sebaliknya, kalau leher rahim terbebas dari HPV, maka tidak ada tanggapanapapun dikala diusapkan asam asetat. Cara ini cuma memakan waktu beberapa menit hingga terlihat hasil deteksinya.

Pemeriksaan Lanjutan Kanker Serviks

Dari tiga cara deteksi dini di atas, bila didapatkan HPV di vagina seseorang, maka dokter akan melaksanakan pemeriksaan lanjutan kanker serviks. Ada dua pemeriksaan lanjutan yang mungkin akan dilaksanakan dokter untuk menentukan lagi kebenaran adanya HPV di vaginamu.

Kolposkopi

Pertama, akan dilaksanakan kolposkopi atau pemeriksaan seperti pap smear dan tes IVA, dimana bagian leher rahim dioleskan asam asetat.  Namun bedanya, kolposkopi dilengkapi dengan sumbangan lensa pembesar. Ini akan menolong pemastian apakah HPV benar terlihat atau tidak.

Kuretase Endoserviks

Ini adalah pemeriksaan yang menjangkau bagian leher rahim dengan lebih luas. Dokter akan menyelidiki dengan alat khusus seperti sendok kecil, dan mengambil sampel lendir rahim.

Biopsi

Terakhir, ada investigasi biopsi atau pengambilan jaringan leher rahim dan pemeriksaan dengan mikroskop. Proses pemeriksaan ini memerlukan obat bius semoga pasien tidak mencicipi sakit dikala biopsi dilaksanakan.

Deteksi dini kanker serviks sangat penting dilakukan sesegera mungkin. Agar jaminan kesehatan lebih tersadar, lindungi dirimu dan keluarga dengan asuransi kesehatan yang mampu kau pilih sesuai kebutuhan dan usikan melalui CekAja.com.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengobatan Asuransi Untuk Pekerja Dan Jenis-Jenisnya

2 Desember 2020 - 11:18 WIB

Pentinglah Asuransi Untuk Barang Elektronik Dan Contohnya

2 Desember 2020 - 11:15 WIB

5 Pekerjaan Freelance Asyik Buat Mahasiswa

2 Desember 2020 - 11:09 WIB

tips Mengubah Kartu Kredit Yang Rusakâ Dan tips Mencegahnya

2 Desember 2020 - 11:06 WIB

Mengenal Pemahaman Dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

2 Desember 2020 - 11:03 WIB

Rekomendasi 7 Daftar Buku Terbaik Untuk Belajar Saham

2 Desember 2020 - 11:00 WIB

Trending di -