by

Cara Kejadian Kelainan Pada Organ Yang Tidak Termasuk

Meningitis ialah salah satu penyakit yang menyerang otak. Salah satu penyebabnya ialah infeksi bakteri. Makanan pun tidak luput dari bakteri. Bahkan, makanan dapat menjadi penyebab munculnya penyakit ini. Dari banyak sekali kasus, anak-anak yang berusia lima tahun lebih tidak sedikit mengalami penyakit itu ini. Berikut keterangan selengkapnya seperti dikutip Mayo Clinic, Kamis (22/8/2013):

Deskripsi

Meningitis ialah sebuah kondisi saat selaput (meninges) yang mengelilingi sistem saraf pusat, yaitu benak dan sumsum tulang belakang merasakan peradangan. Setelah itu, selaput itu akan membengkak. Memang, penyakit ini bakal membaik dengan sendirinya dalam waktu sejumlah minggu. Namun, bila tidak dipedulikan begitu saja dan tidak mengerjakan pengobatan, penyakit ini akan memunculkan komplikasi serius dan semakin lama bakal semakin parah.

Jenis komplikasi yang barangkali akan muncul, antara beda gangguan pada pendengaran, kehancuran pada otak, tidak berhasil ginjal, syok, masalah pada memori, dan masalah berjalan. Di samping itu, risiko kejang dan kehancuran saraf permanen bakal terjadi bila tidak  mengerjakan pengobatan dengan cepat. Hal tersebut secara tidak langsung akan menakut-nakuti jiwa Anda.

Gejala

Tanda dan fenomena dari penyakit meningitis dapat hadir dalam hitungan jam atau bahkan lebih dari satu atau dua hari. Tanda dan fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja, tergolong pada bayi yang baru dilahirkan. Namun, ada sejumlah tanda yang bertolak belakang antara bayi dengan orang dewasa yang sudah menderita penyakit meningitis. Berikut sejumlah gejala yang barangkali akan dirasakan oleh anak-anak (usia lebih dari dua tahun) dan orang dewasa yang telah merasakan penyakit ini:

Macam Macam Kelainan Pada Organ Gerak Pasif ( Tulang ): 4  - cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali
Macam Macam Kelainan Pada Organ Gerak Pasif ( Tulang ): 4 – cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali | cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali
cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali  - cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali
cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali – cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali | cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali
masih lanjutannya ya kak Tema:Ajudul tema: organ gerak hewan dan  - cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali
masih lanjutannya ya kak Tema:Ajudul tema: organ gerak hewan dan – cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali | cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali

Sedangkan, pada bayi yang baru lahir, mereka tidak akan merasakan sakit kepala. Mereka akan mengindikasikan tanda-tanda sebagai berikut:

Penyebab

Jenis penyakit ini seringkali timbul dampak adanya infeksi virus. Namun, dapat juga sebab infeksi bakteri yang dirasakan paling serius dan dapat menakut-nakuti jiwa. Di samping itu, infeksi jamur juga dapat menjadi penyebab dari penyakit meningitis walaupun urusan ini jarang terjadi. Biasanya, infeksi itu dapat menular dari satu orang ke orang lain, contohnya dari batuk, bersin, mencium, berbagi perlengkapan makan, sikat gigi, ataupun rokok. Hal itulah yang menjadikan penyakit ini dipisahkan menjadi sejumlah jenis cocok dengan hal penyebabnya. Berikut keterangan selengkapnya:

1. Meningitis bakteri

Jenis penyakit ini bisa terjadi saat bakteri masuk ke dalam aliran darah dan lantas bermigrasi ke benak dan sumsum tulang belakang. Namun, bakteri tersebut dapat langsung menyerang meninges sebagai dampak dari infeksi telinga atau sinus, patah tulang tengkorak, atau setelah mengerjakan operasi. Ada sejumlah jenis bakteri yang lazimnya dapat mengakibatkan penyakit meningitis, yakni:

Bakteri ini adalah penyebab yang sangat umum dari penyakit meningitis bakteri pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa di Amerika Serikat. Jenis bakteri ini pun dapat mengakibatkan penyakit pneumonia atau infeksi telinga atau sinus. Namun, kita dapat meminimalisir risiko terpapar infeksi dengan mengerjakan vaksinasi.

Cara Mencegah Terjadinya Kelainan Pada Organ Gerak Kita - cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali
Cara Mencegah Terjadinya Kelainan Pada Organ Gerak Kita – cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali | cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali

Jenis bakteri ini pun menjadi penyebab utama dari jenis meningitis bakteri lainnya. Penyakit meningitis yang disebabkan oleh penyakit ini dinamakan dengan istilah meningitis meningokokus dan seringkali terjadi saat bakteri hasil infeksi drainase pernapasan masuk ke dalam aliran darah. Jenis infeksi ini sangatlah menular dan umumnya dirasakan oleh remaja dan orang dewasa. Namun, kita dapat meminimalisir risiko terpapar infeksi ini dengan teknik melakukan vaksinasi.

Bakteri haemophilus influenzae tipe b (Hib) lazimnya menyerang anak-anak dan mengakibatkan penyakit meningitis. Namun, telah diperlihatkan bahwa mengerjakan imunisasi teratur dengan vaksin Hib dapat meminimalisir jumlah permasalahan dari jenis meningitis, terutama di Amerika Serikat.

Jenis bakteri ini bisa ditemukan dalam keju luna, hot dog, dan daging. Pasti Anda tidak jarang mengkonsumsi ketiga jenis makanan tersebut. Namun, untungnya, orang yang suasana tubuhnya sehat bila terpapar bakteri listeria tidak bakal menjadi sakit. Tapi, untuk ibu hamil, bayi yang baru lahir, orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan terinfeksi oleh bakteri ini. Jenis bakteri ini dapat mengarungi penghalang plasenta dan bila sang ibu merasakan infeksi pada akhir kehamilan, urusan tersebut dapat mengakibatkan si bayi meninggal segera sesudah lahir.

2. Meningitis viral

Jenis penyakit meningitis ini diakibatkan oleh infeksi virus, laksana herpes simplex virus, HIV, gondok, virus West Nile dan lain-lain. Penyakit meningitis viral tergolong enteng dan bisa sembuh dengan sendirinya.

3. Meningitis kronis

Meningitis kronis bisa terjadi saat organisme tertentu menyerang selaput dan cairan yang mengelilingi benak Anda. Berbeda dengan meningitis akut, penyakit ini bakal berkembang lebih dari dua minggu atau lebih. Namun, tanda dan fenomena yang dimunculkan hampir sama dengan meningitis akut, laksana sakit kepala, demam, dan muntah.

4. Meningitis jamur

Penyakit meningitis yang diakibatkan oleh jamur memang jarang terjadi. Namun, penyakit ini bisa mengarah untuk meningitis kronis. Penyakit ini tidak bakal menular dari orang ke orang. Salah satu jenis jamur yang sering memprovokasi orang dengan defisiensi imun, laksana AIDS ialah meningitis kriptokokus. Bila tidak segera diobati, yakni dengan obat antijamur, penyakit ini dapat menakut-nakuti jiwa.

Penyakit meningitis pun dapat diakibatkan oleh sejumlah hal lain, laksana reaksi kimia, alergi terhadap obat, sejumlah jenis kanker, dan penyakit inflamasi laksana sarkoidosis. Namun, masih ada sejumlah hal beda yang turut menambah risiko dari penyakit ini, yaitu:

Lakukan vaksinasi dengan teratur. Sebab, bila Anda tidak jarang melewatkannya, risiko meningitis bakal lebih tinggi.

Sebagian besar permasalahan meningitis virus terjadi pada anak yang usinya masih di bawah 5 tahun. Sedangkan, meningitis bakteri seringkali mempengaruhi orang-orang yang usianya masih di bawah 20 tahun.

Ibu hamil bakal lebih berisiko tertular listeriosis, infeksi yang diakibatkan oleh bakteri listeria yang pun dapat mengakibatkan penyakit meningitis. Jika kita hamil dan mempunyai listeriosis, bayi yang terdapat dalam kandungan kita ikut berisiko mengalaminya.

Orang yang hidup dalam lingkungan yang ingin berdesak-desakan, bakal lebih berisiko mengalami  meningitis meningokokus. Sebab, bakteri sangat gampang menyebar, misalnya melewati jalur pernapasan.

Bila kita menderita penyakit AIDS, diabetes, tidak jarang mengonsumsi alkohol, dan memakai obat imunosupresan, sistem kekebalan tubuh Anda bakal melemah. Hal tersebut akan mengakibatkan Anda rentan terserang penyakit meningitis. Di samping itu, bilamana Anda pernah mengerjakan operasi pelantikan limpa, risiko terserang penyakit meningitis pun akan meningkat.

Dengan mengetahui hal penyebab dari penyakit meningitis yang kita alami dapat menolong Anda dalam menentukkan rencana pengobatan.

Pengobatan

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya bahwa penyakit meningitis dapat saja sembuh walaupun kita tidak mengerjakan pengobatan. Namun, penyakit ini dapat juga berkembang menjadi lebih perah dan dapat memunculkan komplikasi, laksana pada penyakit meningitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Hal ini sangat memerlukan pengobatan antibiotik guna mempercepat proses pemulihan. Bila kita menunda pengobatan, urusan tersebut akan menambah risiko kehancuran permanen pada benak dan berujung untuk kematian.

Untuk meyakinkan apakah kita positif menderita penyakit meningitis atau tidak, Anda mesti memeriksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan mengerjakan pemeriksaan terlebih dahulu. Ada sejumlah jenis pengecekan untuk mendiagnosa penyakit ini, antara lain:

1. Tes darah

Dokter akan memungut sampel darah kita dari pembuluh vena dan lantas sampel darah itu diuji di laboratorium. Dokter akan menempatkan sampel darah itu pada piring eksklusif untuk dicek di bawah mikroskop, apakah darah itu ditumbuhi oleh mikroorganisme atau tidak, khususnya bakteri. Setelah itu, dokter barangkali akan menambahkan noda ke sampel darah itu dan pulang diuji di bawah mikroskop.

2. Tes pencitraan

Pilihan tes pencitraan, antara beda X-ray dan computerized tomography (CT) scan . Kedua jenis tes pencitraan tersebut dilaksanakan dari kepala, dada, atau sinus untuk menyaksikan apakah terjadi pembengkakan atau peradangan. Jenis tes ini pun dapat menolong dokter guna mendeteksi infeksi di wilayah lain dari tubuh yang mungkin bersangkutan dengan penyakit meningitis.

3. Spinal tap (pungsi lumbal)

Diagnosis definitif meningitis membutuhkan analisis cairan serebrospinal kita (CSF), di mana cairan tersebut dikoleksi dengan mengerjakan sebuah formalitas yang dikenal dengan istilah spinal tap. Pada orang dengan meningitis, cairan CSF sering mengindikasikan kadar gula (glukosa) rendah diiringi dengan penambahan jumlah sel darah putih dan menambah protein. Analisis CSF pun dapat menolong dokter mengidentifikasi bakteri yang tepat yang mengakibatkan penyakit. Jika dokter kita mencurigai meningitis virus, ia dapat menyuruh tes DNA berbasis yang dikenal dengan istilah polymerase chain reaction (PCR) amplifikasi atau tes untuk mengecek antibodi terhadap virus tertentu untuk mengecek penyebab spesifik dari meningitis. Hal ini dapat menolong untuk menilai perawatan yang tepat dan prognosis.

Selama mengerjakan pemeriksaan, dokter barangkali akan mengerjakan pemeriksaan jasmani untuk menyaksikan tanda-tanda infeksi pada kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang. Jika kita benar-benar merasakan penyakit meningitis, dokter tentu akan merujuk kita untuk mengerjakan pengobatan. Pilihan penyembuhan bergantung pada jenis meningitis yang kita miliki. Berikut penjelasannya:

1. Meningitis bakteri

Jika Anda merasakan penyakit meningitis jenis ini, Anda mesti mengerjakan pengobatan yang tepat, yakni dengan memakai antibiotik intravena atau dengan obat kortison. Keduanya dapat menolong proses pemulihan sekaligus meminimalisir risiko komplikasi, laksana pembengkakan benak dan kejang. Jenis antibiotik yang dipakai juga bergantung pada jenis bakteri penyebab infeksi.

2. Meningitis viral

Jenis meningitis ini tidak bisa disembuhkan oleh antibiotik. Namun, dari banyak sekali kasus, jenis penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam sejumlah minggu. Jika Anda merasakan hal ini, Anda mesti tidak sedikit beristirahat, minum tidak sedikit cairan, mengkonsumsi obat yang dapat meminimalisir demam dan meringankan nyeri pada tubuh. Namun, lain halnya andai penyakit meningitis yang kita alami diakibatkan oleh virus herpes. Sebab, telah tersedia obat antivirus guna menangani urusan itu.

3. Meningitis jamur

Bila penyakit meningitis yang kita alami diakibatkan oleh jamur, Anda bisa mengobatinya dengan memakai obat anti jamur. Namun, obat ini mempunyai efek samping yang serius. Sehingga, pemakaian obat ini hanya diizinkan sampai laboratorium menyerahkan konfirmasi bahwa penyebabnya merupakana jamur.

4. Meningitis kronis

Untuk jenis penyakit meningitis ini, pilihan penyembuhan akan didasarkan pada penyebab yang mendasarinya.

Namun, bila dokter belum memahami penyebab dari penyakit meningitis yang kita alami, dokter akan mengawali pengobatan dengan memakai obat antivirus dan antibiotik di mana urusan tersebut diterapkan melulu untuk sedangkan sampai penyebabnya diketahui dengan jelas.

Penyakit meningitis sebetulnya dapat kita cegah dengan mengerjakan imunisasi dengan teratur. Ada sejumlah jenis vaksinasi yang bisa Anda gunakan, yaitu:

Jenis vaksin ini dianjurkan untuk beberapa orang dewasa, tergolong mereka yang mempunyai penyakit sel sabit atau AIDS dan mereka yang tidak mempunyai limpa.

Jenis vaksin ini mesti teratur didapatkan, khususnya untuk anak-anak yang berusia dua tahun sampai lima tahun yang berisiko tinggi terserang penyakit pneumokokus, menderita penyakit jantung kronis, paru-paru, bahkan kanker.

Vaksin ini disarankan untuk anak-anak yang usinya lebih muda dari 19 bulan, namun tidak lebih muda dari 6 minggu, di mana mereka pun berisiko tinggi merasakan penyakit meningokokus. Vaksin ini diserahkan dalam empat takaran yaitu pada umur 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan antara umur 12 bulan dan 15 bulan.

Anak-anak dan orang dewasa yang memerlukan perlindungan dari bakteri pneumokokus bisa menerima vaksin ini. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan vaksin PPSV untuk seluruh orang dewasa yang lebih tua dari 65 tahun, orang dewasa muda dan anak-anak yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah atau penyakit kronis laksana penyakit jantung, diabetes atau anemia sel sabit, dan untuk mereka yang tidak mempunyai limpa.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan bahwa takaran tunggal MCV4 diserahkan kepada anak-anak umur 11 hingga 12, lantas suntikan penguat diserahkan pada umur 16 tahun. Bila vaksin kesatu diserahkan antara umur 13 tahun dan 15 tahun, suntikan penguat disarankan untuk diserahkan antara umur 16 tahun dan 18 tahun. Sedangkan, andai suntikan kesatu diserahkan pada umur 16 tahun atau lebih tua, tidak diperlukan suntikan penguat. Jenis vaksin ini pun dapat diserahkan kepada anak muda yang berisiko tinggi terserang penyakit meningitis bakteri atau bahkan yang sudah mengalaminya.

Tak melulu itu saja, ada sejumlah cara simpel yang dapat menolong Anda untuk menangkal penyakit meningitis, yakni:

(Mel/)

Cara Kejadian Kelainan Pada Organ Yang Tidak Termasuk – cara pencegahan terjadinya kelainan pada organ gerak yaitu kecuali

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *