by

Dokter Tirta Ditetapkan Sebagai Pdp Corona, Siapakah Ia?

Baru-baru ini nama Dokter Tirta jadi trending di media umum twitter. Cuitannya yang tegas dan terkesan galak lah yang membuatnya bahan bibir orang banyak. Dokter yang berjulukan lengkap Tirta Mandira Hudhi tersebut merupakan satu dari ratusan relawan yang membantu penanganan virus Covid-19.

Dr Tirta Ditetapkan Sebagai PDP Corona, Siapakah Dia?

Sebagai relawan, beliau terjun pribadi ke lapangan dengan membagikan APD ke sobat-sobat dokter, dan berkeliling rumah sakit di Jakarta untuk memastikan kecukupan APD untuk tenaga medis. Dalam cuitan twitter nya ia mengaku melakukan pekerjaan sampai belasan jam perhari ketika virus Corona ini mulai mewabah di Indonesia.

(Baca juga: Bulan Juni, Virus Covid-19 Diprediksi Bakal Berakhir)

dr Tirta juga merupakan sosok yang hangat, beliau sering membalas cuitan dari netizen yang berisi pertanyaan seputar virus Covid-19. Penjelasan dr Tirta ini dinilai lebih gampang dipahami oleh generasi milenial, yang tak suka dengan klarifikasi panjang.

Siapakah dr Tirta ini?

Pria yang lahir di Surakarta, 30 Juli 1991 ini adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude. Sosok yang lebih familiar diundang Cimeng ini, sering membagikan wawasan terkait kesehatan lewat media sosial twitter.

Ada fakta-fakta menawan soal dokter nyentrik yang satu ini, penasaran? Berikut adalah fakta-fakta dr Tirta:

  • Lulus dengan Predikat Cumlaude

Seperti kita tahu fakultas kedokteran UGM adalah salah satu yang paling favorit di Indonesia. Untuk bisa diterima pada fakultas ini rata-rata nilai yang diharapkan mesti berada di angka 8, itupun dengan basis ujian yang dibuat oleh UGM sendiri yang terkenal sungguh susah.

Bagi mahasiswa kedokteran, meraih nilai IPK 3 saja telah menjadi suatu anugerah apalagi mereka yang mampu cumlaude. Artinya dia yang mampu lulus kedokteran dengan nilai cumlaude memang betul-betul pandai.

Begitupun dengan dr Tirta, dia memasuki Fakultas Kedokteran UGM 2009 dan lulus pada 2013 dengan predikat cumlaude.

  • Melanjutkan Makara Dokter IGD

Selama karirnya menjadi seorang dokter, dr Tirta pernah mengabdi untuk negara dengan melakukan pekerjaan di Puskesmas Turi dan RS UGM Yogyakarta sebagai dokter lazim Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pria yang dibesarkan di Karanganyar, Solo, Jawa Tengah ini pernah ditawari beasiswa S2 ke Belanda dan Jerman, selepas menyandang gelar sarjana kedokteran.

Namun dia menolak usulan tersebut, alasannya mantap ingin menjadi dokter IGD. Ia mengaku belum siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebab masih ingin mencari pengalaman real sebagai dokter di lapangan. Ia menjadi dokter muda untuk periode waktu 2013-2015.

  • Hobi Berbisnis

Sejak muda dr Tirta memang senang buka usaha, bahkan saat masih sibuk menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran beliau sudah membangun bisnis cuci sepatu yang beliau jalankan di kamar kosnya.

Ia mendirikan VORSCA pada 2015 kemudian dan kini sudah berusia 5 tahun dan bisnis Tukutu Indonesia semenjak 2018. Tak cuma itu, ia juga menjadi owner atau pemilik dari COMMUNION Management. Dokter muda ini memang populer sangat aktif, dalam segala hal, khususnya pada bidang bisnis.

Ia mengaku lebih senang buka usaha alasannya adalah membuatnya jadi langsung yang kreatif dan membuka banyak potensi baru. Sebelum mengecap manisnya hasil usahanya ini, dr Tirta juga sama dengan pejuang bisnis lain yang memulai semua dari nol. Ia pernah mencuci sepatu customernya sendiri karena periode itu beliau belum sanggup menggaji pegawai. 

Baru setelah beberapa tahun berlangsung, dia bisa mengajak beberapa orang untuk masuk dalam timnya. Dr Tirta mengakui sangat mencintai usahanya alasannya adalah bisnis keuntungannya bukan hanya dirasakan oleh dirinya sendiri namun juga orang lain yang melakukan pekerjaan bersamanya.

  • Bangun Bisnis Pekerjakan Anak Jalanan

Diketahui dr Tirta sempat vakum dari dunia kedokteran akibat penyakit bronkitis akut yang diidapnya. Sehingga memaksa nya untuk keluar dari aktivitas ruang IGD.

Namun, alasannya adalah terbiasa sibuk dia pun tidak betah hanya berdiam diri dirumah. dr Tirta akibatnya membangun bisnis basuh sepatu yang beliau namakan ‘Shoes and Care’.

Menariknya, ia tidak mengajak  orang-orang profesional dalam mengerjakan usahanya ini. Justru kaum-kaum marjinal lah yang dia pekerjakan mirip anak jalanan, anak punk, kuli hingga bekas napi. Setidaknya 60% dari pegawainya yakni orang-orang yang mendapat diskriminasi.

Bisnis basuh sepatu ini kini sudah tersebar di aneka macam kota besar Indonesia, dengan konsumen yang bermacam-macam bukan hanya di dalam negeri namun juga dari luar negeri. Ia berharap usahanya ini mampu menjadi daerah yang tenteram untuk para orang-orang yang terpinggirkan dan sukar mendapat pekerjaan.

  • Populer Sebagai Pengamat Sepatu

Sebelum jadinya booming karena cuitannya yang keras mengkritik pemerintah soal penanganan wabah Covid-19, dr Tirta ternyata lebih dulu dikenal sebagai pengamat sneakers.

Diketahui semenjak kuliah ia memang kegemaran membeli dan menghimpun sneakers. Koleksi sneakernya juga beragam mulai dari merek setempat hingga kenamaan dunia.

Tak heran jikalau bisnisnya juga tak jauh dari dunia sepatu sneakers. dr Tirta dengan setia menjawab setiap pertanyaan netizen terkait sneaker, mulai dari cara merawat hingga kiat membeli sneaker yang cantik.

  • Viral Karena Kritik Pedas

Tagar “netizen mengajukan pertanyaan”, “dr Tirta Menjawab” sempat jadi trending di twitter setelah ia mengunggah cuitan pedas tentang penanganan pemerintah menghadapi pandemi Corona dan juga sikap masyarakat Indonesia yang masih abai dengan ancaman virus ini.

Dalam video yang diunggah ke media sosial, dia menyampaikan terhadap pemerintah bagaimana beratnya para petugas medis menanggulangi pasien virus Covid-19. Bahkan seorang dokter mampu bekerja sampai 20 jam non-stop. Tidak sedikit juga yang sampai kehilangan nyawa alasannya adalah terpapar virus ini.

  • Sindiran dengan Bahasa Jawa

Uniknya, dr Tirta ini melemparkan sindiran maupun kritik dengan bahasa Jawa yang lucu. Pria yang kegemaran mengganti warna rambutnya ini semenjak di kursi kuliah memang diketahui nyentrik dan berani beda. SIfat inilah juga yang mengantarnya menjadi usahawan dengan 30 cabang yang sudah tersebar di banyak sekali kota di Indonesia.

Itulah beberapa fakta menawan perihal sosok dr Tirta yang kian terkenal sebagai relawan Covid-19. Namun baru-gres ini ada kabar kurang menggembirakan dari sosok berangasan tersebut. Ia disebut-sebut sudah terserang virus Corona dan ditetapkan sebagai PDP. Benarkah demikian?

Menyandang Status PDP (Pasien dalam Pengawasan)

Setelah trend karena cuitan pedasnya terkait penanganan pemerintah terhadap pandemi virus Corona, dalam instagram pribadinya dr Tirta mengakui jikalau dirinya menjadi PDP virus Corona.

Sontak saja, pengumuman ini menciptakan netizen terkejut, alasannya adalah selama ini ia bergerak di garda depan dan menjadi sosok yang penting alasannya adalah menentukan distribusi APD untuk petugas medis tetap tanpa hambatan.

Bagaimana kronologi dr Trita menjadi pasien dalam pengawasan?

Ia mengaku mencicipi demam dan batuk selepas pulang dari wisma atlet, tetapi batuk yang dirasakannya sangat parah sehingga menjadikannya khawatir.

Terlebih ia punya riwayat bronkitis yang parah.  Kondisi pertama kali yang dia rasakan yaitu demam, lemas, batuk dan itu terjadi pada Sabtu (28/3/2020) malam.

Ia Pun menetapkan ke tempat tinggal sakit untuk memeriksakan diri, untuk menghindari adanya kemungkinan penularan. Dr Tirta mengaku sebetulnya dia merasa baik-baik saja, tetapi beliau tidak ingin mengakibatkan kekhawatiran bagi lingkungan sekitar alasannya itu dia menetapkan untuk melaksanakan isolasi mandiri.

“Masih PDP, semua pengecekan balasannya negatif, suhu 36,7. Semua normal, tetapi di paru ada bronchitis kronis. Dugaannya bronkitis yang parah jika nggak corona ya bronchitis,” bebernya kepada suara.com.

Setelah menjalani tes swap dikenali beliau memang negatif Covid-19. Batuk berat yang ia derita bukan disebabkan alasannya adalah terinfeksi Virus Corona, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu divonis bronkitis kronis akibat rokok. Dokter yang kini beralih profesi selaku pebisnis itu sedang dirawat di Rumah Sakit Kartika Pulomas

Dr Tirta menegaskan bahwa kabar mengenai dirinya positif Covid-19 yakni hoaks. Ia berpesan kepada penduduk Indonesia untuk menerapkan contoh hidup sehat dengan bersungguh-sungguh makan brokoli, minum madu sekali sehari, telur rebus untuk mengembangkan daya tahan tubuh, dan suplemen vitamin c.

Ia juga mengingatkan publik untuk menjauhi makan goreng-gorengan karena dapat membuat panas dalam dan menyebabkan tenggorokan nyeri.  Orang yang berada dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, lebih gampang terpapar virus Covid-19.

Sindir Influencer

Awal mula viralnya dr Tirta juga bukan cuma karena cuitan pedasnya di twitter. Melainkan juga ketika ia tampil secara live di Indonesia Lawyers Club (ILC) sementara waktu kemudian.

Diundang selaku salah satu tamu, dengan tema diskusi tentang penanganan wabah Cirina, dr Tirta secara mengejutkan melayangkan sindiran pedas terhadap sahabat-teman influencer.

Ia Pun menyebut nama Atta Halilintar dan Reza Arap sebagai salah satu youtuber kondang yang mestinya mendonasikan sebagian hartanya untuk penanganan wabah Corona. Acara yang tayang pada edisi selasa (24/3/2020) tersebut juga menyindir pola hidup mewah Atta dengan deretan mobilnya.

Ia bahkan menantang para youtuber untuk menjual salah satu mobilnya dan akibatnya di donasikan untuk kepentingan penanganan wabah Covid-19/. Namun kritik ini tidak disambut baik oleh semua influencer, beberapa ada yang berterima kasih kepada dr Tirta dikarenakan telah mengingatkan namun sebagian lainnya mereka bahwa tindakan dr Tirta ini tidak perlu.

Balasan Sindiran dari Atta dan Reza

Atta membalas sindiran dr Tirta dengan mengirimkan direct message bahwa beliau akan secepatnya memberikan sumbangan kemanusiaan, sementara itu Atta juga menyemangati dr Tirta yang terus berjuang di garda depan.

Lain lagi dengan Reza Arap yang kurang menerima kritik dr Tirta, ia mengakui bahwa apa yang dibilang dr Tirta sama sekali tidak mendorong perbaikan. Ia Pun mengatakan bahwa sebelumnya Reza dan dr Tirta telah setuju untuk sama-sama melawan wabah Covid-19 dengan cara yang berbeda.

Keberatan Reza lalu ditanggapi oleh dr Tirta dengan undangan maaf melalui twitter. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak berniat menyinggung para influencer tetapi cuma ingin mendorong para youtuber untuk melaksanakan langkah lebih positif.

Selain youtuber karenanya dr Tirta pun mengajak seluruh warga Indonesia untuk sama-sama bekerja memutus rantai penularan, menunjukkan apa yang mampu diberikan demi meringankan para pekerja yang berada di garda depan seperti dokter dan suster. Atau buat yang tidak bisa melaksanakan apapun ya “dirumah saja”, itu yaitu tindakan preventif yang paling baik.

Itulah klarifikasi tentang dr Tirta, menolong untuk melawan wabah Covid-19 ialah sebuah hal wajib yang harus dimiliki seluruh orang. Caranya pun berlainan, seperti menyisihkan sebagian uang, mendistribusikan APD bahkan berdiam diri dirumah juga membantu.

Selain itu, memakai asuransi juga sungguh penting untuk mempertahankan keuangan tetap kondusif ditengah kondisi seperti ini, Cekaja.com membantu menentukan asuransi yang sesuai untuk kau, banyak pilihan yang ada. Soal keamanannya, tidak perlu khawatir alasannya Cekaja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed