Energi Alternatif: Jenis-Jenis, Kelebihan Dan Kekurangannya

Posted on

Jika dilihat dari definisi, energi alternatif ialah suatu istilah yang merujuk pada semua jenis energi, yang mampu digunakan untuk mengubah materi bakar konvensional. Energi alternatif ini umumnya mempunyai sifat ramah lingkungan, yang tidak menyebabkan kerusakan.

Singkatnya, energi ini lebih merujuk kepada suatu “teknologi” selain teknologi, yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menciptakan energi.

Perlu dikenali, materi bakar fosil yang biasanya dipakai untuk menciptakan energi di antaranya, yakni watu bara, gas dan minyak bumi.

Namun sayangnya, ketiga materi bakar fosil tersebut kini jumlahnya telah terbatas. Sehingga diharapkan jenis bahan bakar yang sifatnya mampu diperbarui, seperti angin, matahari, air, geothermal dan lain sebagainya.

Nah, untuk tahu apa saja jenis energi alternatif yang terbentuk dari materi bakar fosil tersebut, pada potensi kali ini CekAja.com akan mengulas lengkap berbagai jenis energi alternatif, yang telah dirangkum dari berbagai sumber sebagai berikut.

Jenis-jenis Energi Alternatif

1. Energi matahari

Jenis energi alternatif yang pertama yakni energi matahari. Sebagai sumber energi utama di bumi, matahari menciptakan energi berupa cahaya dan panas.

Biasanya, energi matahari ini dipakai oleh insan untuk menjemur, membuat garam sampai digunakan sebagai sumber tenaga listrik.

Hal itu tentunya dikarenakan, sifat dari matahari sendiri yang tidak akan habis. Sehingga, pemanfaatan matahari sebagai energi alternatif ialah hal yang tepat.

Hanya saja, untuk bisa mempergunakan matahari selaku energi alternatif, diharapkan ongkos yang cukup besar. Yang mana, biaya tersebut diperlukan untuk membangun reaktornya.

Selain itu, kendala yang mungkin terjadi jikalau mempergunakan matahari sebagai energi alternatif adalah cuaca yang tidak menentu.

2. Energi angin

Menjadi sumber energi yang juga ramah lingkungan, angin banyak dikembangkan di beberapa negara, tergolong Indonesia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang mempunyai potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) sungguh besar, di antaranya ialah angin dan panas bumi.

Untuk angin sendiri, pemanfaatannya dikerjakan dengan cara mengganti hembusan angin dari energi kinetik menjadi energi mekanik, dengan menghubungkannya ke mesin generator, untuk bisa menciptakan energi listrik.

Namun sayangnya, hingga ketika ini pemanfaatan angin sebagai sumber energi masih kurang maksimal.

Di Indonesia, ada beberapa proyek pembangkit tenaga angin yang sudah dibangun, di antaranya ada di Sulawesi Selatan, adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap 75 Mega Watt (MW).

(Baca Juga: Mengenal Sumber Energi Hydropower)

3. Energi air

Kamu mungkin telah tidak asing dengan energi air. Pasalnya, air mempunyai kesanggupan dalam menggerakkan turbin air atau kincir.

Umumnya, air yang digunakan untuk dimasak oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air ialah penderasan.

Tetapi selain jeram, ombak, arus sungai dan pasang surut air bahari juga mampu menciptakan energi listrik.

4. Energi Nuklir

Siapa sangka, bila ternyata nuklir menjadi salah satu sumber energi, yang dapat menghasilkan energi listrik sangat besar.

Mengutip dari finance.detik.com, hal tersebut terbukti dari hasil ukuran 1 gram zat radioaktif, yang bisa menghasilkan energi listrik sebanyak 50 ribu kwh per jam.

Tidak cuma itu, energi alternatif yang satu ini juga menariknya tidak akan menghasilkan efek rumah beling. Di mana, imbas rumah kaca sendiri adalah salah faktor pemicu pemanasan global.

5. Energi biomassa

Jika mengatakan tentang biomassa, ini sejatinya ialah jenis energi alternatif yang dibentuk memakai cangkang sawit, ampas tebu, tongkol jagung, serbuk kayu, sekam padi dan limbah pertanian lainnya.

Perlu diketahui, semua bahan yang digunakan tersebut merupakan energi terbarukan. Terlebih, total harga dari semua materi itu sangat murah, ialah berkisar Rp600 per kg.

Sehingga kalau ditotal untuk satu tahun, maka kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik, adalah sekitar 98.400 ton.

Pemanfaatan biomassa ini dilaksanakan untuk menekan dan menghemat penggunaan bahan bakar fosil, yang hingga ketika ini digunakan untuk memenuhi keperluan rumah tangga.

6. Energi etanol

Etanol merupakan salah satu jenis cairan yang tidak berwarna, gampang menguap dan mudah terbakar.

Sementara untuk energi etanol sendiri, ialah materi bakar yang berasal dari alkohol, hasil fermentasi beberapa jenis flora, mirip jagung dan gandum.

Jika ingin memajukan mutu emisi dan kadar oktannya, energi etanol mampu diaduk dengan bensin.

Salah satu negara yang telah berhasil berbagi energi etanol adalah Brazil. Disebut berhasil, sebab negara tersebut saat ini sudah tidak lagi bergantung pada materi bakar minyak, untuk memenuhi keperluan rumah tangga dan yang lain.

7. Energi tidal

Jika kau baru mendengar dan mengenal energi tidal, ini intinya merupakan energi yang berasal dari pasang surut air maritim.

Untuk prinsip kerjanya, energi ini mempunyai prinsip yang sama dengan energi air, yaitu mempergunakan air, dalam hal ini air laut untuk memutar turbin yang nantinya akan menciptakan listrik.

Dalam pemanfaatan dan penerapannya, energi ini sangat mudah diprediksi. Namun sayangnya, energi ini mempunyai kelemahan yang terdapat pada alat konversi, yang bertahan di air bahari biar terhindar dari korosi dan arus bahari.

8. Energi hydropower

Salah satu jenis energi alternatif yang juga memanfaatkan air yakni energi hydropower. Tetapi, air yang dipakai oleh energi ini yaitu air sungai.

Yang mana, pemanfaatannya dilaksanakan dengan cara membendung air sungai, kemudian mengarahkan pipa air menuju turbin.

Nah untuk hasil energinya sendiri, nanti diubahsuaikan dengan proses jatuhnya air ke turbin, serta jumlah air yang mengalir.

9. Energi gelombang

Di urutan kesembilan ada energi gelombang. Energi yang memanfaatkan gelombang maritim pasang ini sifatnya ramah lingkungan, sehingga kondusif dipakai.

Hanya saja, ada beberapa kendala yang mampu menghalangi proses pemanfaatan gelombang laut pasang, di antaranya adalah ongkos yang besar dan kecepatan ombak yang tidak stabil.

Namun pemerintah Indonesia, telah mulai meletakkan perhatian pada pemanfaatan bahari sebagai sumber energi, yang dibuktikan dalam peluncuran Peta Potensi Energi Laut 2004.

10. Energi geothermal (geothermal)

Jenis energi alternatif yang terakhir yaitu energi panas bumi. Jenis energi yang juga diketahui dengan nama geothermal ini, merupakan salah satu sumber energi yang juga mampu dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

Prinsip kerja dari energi panas bumi ini, adalah uap yang ialah hasil panas dari dalam bumi, dimasak di Pembagkit Listrik Tenaga Panas Bumi, untuk nantinya dijadikan selaku sumber energi dan listrik.

Indonesia diketahui sebagai negara penghasil listrik energi geothermal terbesar kedua di dunia, melangkahi Filipina yang memiliki kapasitas PLTP 1.600 Mega Watt (MW).

Hal tersebut dikarenakan, salah satu pulau di Indonesia, yakni Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur menjadi pulau yang sungguh memiliki peluang untuk dikembangkan selaku sentra sumber daya geothermal.

Pasalnya, potensi panas bumi yang ada di Flores tersebar di 16 titik. Oleh sebab itu, Flores pun ditetapkan oleh Menteri ESDM selaku Pulau Panas Bumi, yang hendak dikembangkan selaku sumber listrik dan non listrik.

Kelebihan dan Kekurangan Energi Alternatif

Setelah di pembahasan sebelumnya kau sudah mengenali berbagai macam energi alternatif, maka di pembahasan kali ini kau akan mengenali apa saja keunggulan dan kekurangannya.

Karena pada dasarnya, energi alternatif niscaya mempunyai kelemahan, disamping manfaatnya yang tidak menghancurkan lingkungan.

Adapun beberapa kelebihan dan kelemahan dari energi alternatif, di antaranya adalah:

Kelebihan Energi Alternatif

  • Energi alternatif ialah energi terbarukan, yang mana sumber energinya tidak akan terjadi kelangkaan
  • Bersifat ramah lingkungan
  • Pasokannya berlimpah
  • Menjadi sumber energi gratis
  • Mampu mengambil alih penggunaan watu bara, selaku sumber energi utama yang mampu merusak lingkungan.

Kekurangan Energi Alternatif

  • Kurang efisien
  • Biaya awal instalasi yang cukup tinggi
  • Energi alternatif kurang mampu diandalkan karena bergantung pada alam.

(Baca Juga: 7 Cara Praktis Menghemat Energi)

Beberapa hal terkait energi alternatif sekarang telah kau pahami, mulai dari jenis-jenisnya sampai kelemahan dan kelebihannya.

Bagaimana, jenis-jenisnya sangat banyak bukan? Mulai dari air, cahaya dan panas matahari, angin sampai nuklir mampu dimanfaatkan sebagai energi alternatif.

Hanya saja, salah satu kendala terbesarnya terletak di ongkos instalasi alatnya. Karena, biaya permulaan yang diperlukan untuk instalasi alat cukup mahal.

Dengan begitu, proses pembuatan materi bakar menjadi suatu energi pun kadang-kadang terhambat, akibat mahalnya ongkos instalasi alat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangani hal tersebut, bergotong-royong dengan mengajukan tunjangan dana tunai melalui CekAja.com.

Karena di sana, kamu bisa mengajukan jumlah pinjaman dana tunai sesuai dengan kebutuhan. Terlebih, kau juga mampu mengajukannya dimana saja dan kapan saja secara online.

Tidak cuma itu, proses pengajuannya pun sangat gampang, cepat dan kondusif, alasannya adalah CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kaprikornus, buat kamu yang bekerja atau sedang melakukan percobaan terkait energi alternatif, dan membutuhkan ongkos besar, tunggu terlebih? Yuk, ejekan dukungan dana tunai kini juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *