Hampir Dilumpuhkan Corona, Penting 5 tips Restoran Pertahankan Usahanya

Posted on

Virus corona bukan cuma mengancam nyawa setiap orang, melainkan juga ribuan bisnis kuliner. Hampir 3 bulan sudah, kedai makanan atau kedai yang selama ini tak pernah sepi pengunjung, mesti memutar otak semoga tetap bertahan. Lantas, bagaimana cara kedai makanan pertahankan usahanya?

Cara Restoran Mempertahankan Bisnis di Tengah Pandemi Corona

Boga Group misalnya, penyuplaijasa layanan makanan dan minuman yang berdiri sejak tahun 2002 ini mengambil langkah untuk menutup sementara semua outlet restorannya pada 26 Maret 2020, serta memberlakukan work from home untuk sebagian karyawan. Selain mengalami kerugian besar, mereka pun terancam susah menggaji semua pegawainya mirip biasa.

Tak ingin pasrah dengan kondisi, Boga Kitchen menjadi salah satu upaya untuk tetap menghidupkan bisnis dine-in yang terpaksa tutup sementara tersebut. Selain Boga Group, beberapa perusahaan kuliner lain juga berlomba-kontes berkreasi dalam mendongkrak pemasaran masing-masing.

Dengan cara di bawah ini, operasional kedai makanan atau kedai sedikit demi sedikit terselamatkan. Sekaligus menguntungkan pelanggan sebab mampu tetap makan dan minum ala restoran meskipun di rumah aja.

1. Kopi literan

Pecinta kopi? Kopi kontemporer yang lazimnya selalu mengawalwaktu kerja di kantor, pasti amat dirindukan oleh banyak pekerja. Mengingat aturan PSBB tak memungkinkan orang-orang di beberapa kawasan untuk bebas keluar rumah, sejumlah kedai mengeluarkan varian kopi literan dalam botol jumbo. Ide ini mulanya muncul dari Tuku, aktivis kopi susu kontemporer di Indonesia yang menjual versi literannya berjulukan ‘Tukucur’. Makara dengan berbelanja kopi literan tersebut, pelanggan mampu ngopi saban hari sembari work from home (WFH), tanpa harus bolak-balik membeli dalam bentuk cup. Harganya juga terjangkau, ialah cuma Rp85 ribu per botol.

2. Shabu & grill at home

Makan shabu dan grill sekarang tak cuma mampu di restoran saja! Bagi penggemar rancangan restoran all you can eat (AYCE), niscaya kau merindukan nikmatnya daging slice yang direbus atau panggang sendiri dengan bermacam-macam side dish hingga dessertnya. Menyikapi wabah Covid-19 yang penuh kekurangan ini, Shaburi & Kintan pun menjual paket AYCE mereka secara online lewat WhatsApp sampai marketplace Tokopedia. Untuk paket shabu-shabu, hanya dibanderol Rp100 ribu/pax. Harga tersebut telah tergolong tasty konbu soup, beef 500gr, dan ponzu sauce. Konsumen cuma tinggal menawarkan wajan khusus untuk memanggang atau merebus daging saja di rumah.

(Baca Juga: 8 Keuntungan Pengusaha Kuliner Bermitra dengan Ojek Online)

3. Ready to heat meals

Makanan ialah hal yang paling vital untuk senantiasa tersedia, selama pandemi ini bergulir. Apalagi, dalam waktu dekat umat Muslim khususnya akan memasuki bulan Ramadhan. Harus ada stock makanan, semoga membuat lebih mudah sahur dan berbuka serta meminimalkan waktu keluar rumah. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi kedai makanan untuk menunjukkan inovasi mereka. Hoka Hoka Bento contohnya, gerai bento khas Jepang tersebut menjual lauk makanannya dalam bentuk pouch. Dengan desain ‘ready to heat meals’, pelanggan dapat menyetok daging atau ayam untuk dimakan kapan saja.

4. Diskon besar-besaran

Demi menarik banyak pembeli, banyak restoran yang risikonya juga ‘mengalah’ dengan memberi potongan harga besar-besaran. Boga Group juga melakukan jalan pintas ini, tak lain supaya mampu tetap menggaji karyawan mereka sampai wabah selsai. Alhasil sejumlah kedai makanan yang dinaunginya seperti Bakerzin, Pepper Lunch, Kimukatsu, Paradise Dynasty, dan masih banyak lagi memberi potongan harga hingga 50% untuk setiap hidangan steal deal ataupun ready-to-cook. Beef Pepper Rice dari Pepper Lunch contohnya, sekarang hanya Rp49 ribu (harga normal Rp79 ribu). Untuk memesannya dari rumah, pelanggan mampu melakukannya lewat aplikasi Boga Kitchen atau pribadi menghibungi admin via WhatsApp.

5. Menjual DIY kit

Puyo Dessert, gerai silky pudding yang senantiasa ramai pembeli ini juga ikut terdampak kirisis akhir wabah corona. Sejak 25 Maret lalu, bisnis milik abang-beradik Adrian dan Eugenie tersebut harus menutup sementara puluhan cabangnya di seluruh Indonesia. Untuk menjaga bisnis yang dirintis sejak 2013 itu, Puyo tak cuma memperlihatkan potongan harga. Dengan kreatifnya, tim mereka juga menjual ‘DIY Kit’ supaya orang-orang dapat menciptakan sendiri minuman silky drink di rumah. Kit tersebut dijual seharga Rp149 ribu, telah tergolong beberapa rasa pudding dan sirup racikan yang mampu disulap menjadi 8 porsi minuman.

Begitulah caraa kedai makanan pertahankan usahanya di tengah pandemi Covid-19 ini. Perjuangan banget! Semoga bisnis lain bisa menggelotorkan ilham-pandangan baru inovaifnya juga, agar penjualan tetap berjalan walaupun mungkin tak semulus dahulu.

Punya bisnis masakan juga? Jangan putus asa jika mengalami kerugian gegara terdampak virus corona. Tetaplah bertahan! Bila memerlukan dana untuk ‘menutup lubang’ kerugian tersebut, KTA CTBC siap menolong dengan fasilitas tunjangan tanpa agunan mereka. Ajukan sekarang yuk melalui CekAja.com, prosesnya cepat hanya 3 hari!

(Baca Juga: Tok! Lebaran Dilarang Mudik. Lakukan Hal Ini Agar Suasana Hari Raya Tetap Terasa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *