Investasi Saham, Inilah Belakang Layar 8 Cara Kaya Ala Warren Buffett

Posted on

Kalau bicara soal dunia investasi khususnya instrumen saham, tentu tak mulai bisa lepas dari sosok Warren Buffett. Pria yang pada 30 Agustus nanti bakal genap berusia 90 tahun itu yakni salah satu investor paling sukses di dunia. Tercatat mempunyai total kekayaan US$68,9 miliar (Rp1.086 triliun), Buffett kini ada di posisi keempat sebagai manusia terkaya di Bumi.

Tentu apa yg dicapai Buffett ini bukanlah cerita indah sesuatu malam. Pria yg kadang dijuluki sebagai Penyihir dari Omaha ini jelas memiliki strategi ulung ketika ‘menanam uang’. Bahkan yg cukup unik, Buffett baru mendapatkan sekitar 99% kekayaannya setelah berusia lebih dari 50 tahun.

Kendati kelihatan terlambat dalam menjangkau keberhasilan, sebenarnya Buffett telah membangun pundi-pundi kekayaannya sejak usia yang sangat muda. Yap, di ketika banyak anak-anak muda memilih bagi berfoya-foya, Buffett cukup umur rupanya telah tahu bagaimana konsep investasi saham. Hal inilah yg kesudahannya menciptakan Buffett menjadi sosok yg sungguh tepat dicontoh oleh para investor muda.

Baca juga : 10 Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia

Apalagi di balik kekayaannya yg sangat hebat itu, tokoh bisnis yang berasal Omaha, negara bab Nebraska di Amerika Perkumpulan itu sangatlah senang memberi. Suami dari Astrid Menks itu bahkan memilih melakukan gaya hidup sederhana. Bahkan Buffett dimengerti pernah menyumbangkan separuh kekayaannya bagi yayasan sosial Melinda Gates (istri dari Bill Gates) untuk penanganan penyakit malaria.

Tips Sukses Bisnis 5P Ala Pendiri Wardah, Nurhayati Subakat

Jejak-Jejak Kekayaan Buffett dari Usia Remaja-Sekarang

Warren Buffett dan Bill Gates
© business.unl.edu

Nir berlebihan kalau dibilang perjalanan hidup lulusan Universitas Pennsylvania itu memang mengagumkan. Warren yang ialah anak laki-laki satu-satunya dari politisi Amerika Perkumpulan, Howard Buffett ini bahkan tampaknya telah mengenali kalau menjadi seorang investor yakni profesi pilihannya dalam hidup.

Hal ini terlihat dari catatan yang dituliskan Buffett dalam buku kelulusan SMA Woodrow Wilson tahun 1947. Dalam buku foto-foto alumni itu, Buffett menulis ‘menyukai matematika, seorang pialang saham di kala depan’. Penasaran seperti apa perjalanan kekayaan Warren Buffett? Dilansir Enterpreneur, berikut ini yakni ulasannya dan apakah Anda sudah sekaya Buffett dikala di jenjang usia sama?

Usia Remaja – Beli Saham Kali Pertama

Minat Buffett mulai dunia bisnis dan investasi bahu-membahu telah tampakdi usia yg sangat muda. Saat berusia tujuh tahun, Buffett meminjam sebuah buku dari perpustakaan lazim di Omaha berjudul 1.000 Cara Menghasilkan US$1.000. Buffett kecil bahkan telah menjadi seorang wirausaha dengan berjualan permen karet, Coca-Cola hingga majalah mingguan yg ditawarkan dari rumah ke tempat tinggal.

Cara Kaya Ala Warren Buffett

Saham pertama yg dibeli Buffett terjadi ketika dia masih berumur 11 tahun, yakni tiga lembar saham Cities Service dengan harga US$38. Namun ketika tahu saham-saham itu anjlok hingga jadi US$27, Buffett merasa was was dan menjual saham-sahamnya ketika bernilai US$40. Hanya saja itu ialah penyesalan paling besar dalam hidupnya sebab nilai saham Cities Service melambung hingga US$200.

Melakukan kerja sambilan di toko kelontong kakeknya, Buffett telah mempunyai penghasilan sendiri waktu Sekolah Menengan Atas dengan menjadi pengantar koran hingga berjualan bola golf dan perangko. Saat berumur 15 tahun, Buffett telah memulai bisnis dengan teman sekolahnya yaitu berbelanja mesin pinball bekas seharga US$25 yg ditempatkan di suatu kawasan cukur rambut. Dalam hitungan bulan, mereka sudah mempunyai beberapa mesin yang lain di tiga daerah cukur lain di Omaha.

Aset pertama yg dibeli Buffett merupakan suatu tanah peternakan seluas 40 acre (sekitar 161 meter persegi) waktu berumur 14 tahun. Tanah itu dibeli Buffett memakai duit tabungannya seharga US$1.200. Ketika lulus dari Sekolah Menengan Atas, Buffett telah mempunyai tabungan US$9.800 (sekitar Rp29.400 di tahun 1940-an).

Usia 20 Tahunan – Ditolak Benjamin Graham

Menginjak usia 19 tahun, Buffett lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Administrasi dan Bisnis dari Universitas Nebraska. Gagal masuk program studi S2 di Sekolah Bisnis Harvard, Buffett kemudian mendaftar di Sekolah Bisnis Columbia dan menyadari bahwa penanam modal legendaris Benjamin Graham, mengajar di sana.

Warren Buffett - Benjamin Graham
© Business Insider

Buffett telah mengantongi gelar S2 sebagai Master Ilmu Ekonomi pada tahun 1951 dikala usianya baru 21 tahun. Setahun kemudian, Buffett mengenali bahwa Graham menjadi salah sesuatu pimpinan GEICO, perusahaan asuransi di Washington. Beberapa kali Buffett mengutarakan keinginannya bagi mampu melakukan pekerjaan dengan mentornya itu hingga rela tidak dibayar, tetapi Graham tetap menolaknya.

Buffett pun kembali lagi ke Omaha untuk bekerja dengan ayahnya sebagai pialang saham. Di waktu itu pula beliau menikahi mendiang istri pertamanya, Susan Thompson saat berumur 22 tahun. Tak kenal kata menyerah, Buffett pun terus mengirimkan wangsit-ilham investasi terhadap Graham. Graham pun mempekerjakan Buffett bertahun-tahun kemudian dengan gaji tahunan US$12.000 (sekitar Rp372 ribu kurun itu).

Baca juga : 10 Cara Beli Saham Online Untuk Investasi Pemula

Ketika Graham pensiun, Buffett pun mulai menerapkan pelajaran yg ia peroleh dari sang mentor ke berbagai bentuk kemitraan investasi. Saat berusia 26 tahun dan berstatus selaku ayah beberapa anak, Buffett telah mempunyai kekayaan higienis antara US$140-170 ribu (sekitar Rp4,3 juta-Rp5,3 juta di tahun 1950-an).

7 Pola Pikir/ Mindset CEO Sukses yg Membuat Bisnis Berkembang Pesat

Usia 30 Tahunan – Beli Saham Berkshire Hathaway

Mempunyai kekayaan bersih senilai US$450 ribu (sekitar Rp542 juta ketika itu), Buffett pun mengalokasikan nyaris semuanya bagi kemitraan investasi di awal tahun 1962. Langkah bisnis Buffett itu bisa dibilang sungguh sempurna dan ialah strategi yang sangat pintar.

Ayah tiga anak itu sukses membuat kemitraan bisnisnya berkembang sampai US$17 juta dan nilai saham Buffett menjamah US$1,8 juta. Barulah dikala tahun 1965 ketika dirinya berumur 35 tahun, Buffett membeli saham pengendali Berkshire Hathaway. Perusahaan yg hingga tahun 2020 masih dia pimpin.

Usia 40 Tahunan – Raih US$100 Juta

Cara Kaya Ala Warren Buffett
© fortune

Bisa dikatakan bila usia 40 tahunan memang menjadi era-era keemasan Buffett. Waktu berumur 43 tahun, dirinya telah mempunyai harta kekayaan hingga US$34 juta (sekitar Rp14,1 miliar di era itu). Padahal setahun sebelumnya, Buffett membeli See’s Candies senilai US$25 juta! Bukan langkah keliru, alasannya perusahaan itu bisa menciptakan laba sekitar US$2 miliar dalam waktu 50 tahun ke depan.

Tak heran jika karenanya Buffett bisa mencatatkan tonggak sejarah di mana dirinya mencapai kekayaan eksklusif hingga US$100 juta (sekitar Rp62,5 miliar kurun itu). Nominal tersebut sukses diperoleh Buffett dikala dirinya berumur 48 tahun, sejalan dengan Berkshire Hathaway yang makin berhasil mengumpulkan omzet dan profit begitu besar.

Usia 50 Tahunan – Jadi Bilyuner Dunia

Di ketika laki-laki-pria seumurannya mungkin sudah cukup senang dengan uang pensiun dari perusahaan atau duit tabungan, Buffett justru masuk ke daftar orang-orang terkaya di dunia pada umur 50 tahunan. Tepatnya pada tahun 1982 saat Forbes merilis daftar 400 orang terkaya di dunia, Buffett telah masuk. Total kekayaan Buffett menjamah US$250 juta,

Hanya dalam waktu tiga tahun saja, Buffett sukses menjadi seorang milyuner alasannya pundi-pundi dolarnya terus belripat ganda. Bahkan pada tahun 1989, setahun sebelum berumur 60 tahun, total kekayaan higienis Warren Buffett meraih US$3,6 miliar! Tahun demi tahun berjalan, kekayaan Buffett pun makin bertambah sampai menjadikannya masuk ke posisi lima besar orang paling tajir di Bumi.

Baca juga : 10 Tips Belajar Saham Bagi Pemula

Namun sekayaan apapun dirinya, Buffett tetap tidak bisa melawan krisis finansial. Penghasilan Buffett pun mulai melambat bahkan sempat menurun. Tapi semua itu tetap dijalani dengan bijak oleh Buffett. Dirinya pun tetap berkomitmen bagi menyumbangkan 85% dari segala kekayaannya ke lima yayasan dari waktu ke waktu. Sebagai investor berhasil, pasti perjalanan dan taktik bisnis Buffett ini mulai sungguh menarik untuk diulas.

8 Cara Kaya Ala Warren Buffett

Dengan perjalanan hidup yang hebat, Warren Buffett memang menjadi sosok yg sempurna bagi menjadi mentor investasi. Bagaimana dirinya melakukan seni manajemen finansial yang sangat tepat sejak usia muda, mengambarkan jikalau Buffett memang calon investor legendaris seperti mentornya. Nah, bagi Anda yang tengah mulai jadi investor, beberapa cara kaya ala Buffett berikut ini mampu diperhitungkan.

Inspiratif! Inilah 5 Ibu Rumah Tangga yg Sukses Jadi Pebisnis Kaya

1. Investasikan Laba

Charles Munger - Warren Buffett
© Marketwatch

Cara kaya pertama yang bisa ditiru dari seorang Warren Buffett adalah melakukan investasi dari keuntungan yg diperoleh. Praktis diucapkan, langkah ini justru sulit dilaksanakan. Contohnya ketika Anda memperoleh THR atau laba bisnis tengah menggila, niscaya terbesit impian bagi dipakai berbelanja sesuatu sampai jadinya boros. Namun Buffett justru menganjurkan semoga siapapun wajib menginvestasikan manfaatnya.

Hal ini kelihatan ketika dirinya menggeluti bisnis mesin pinball, di mana dari laba satu mesin, Buffett membeli mesin yang lain sampai total dia mempunyai 8 mesin dalam waktu beberapa bulan. Taktik bisnis yang dikerjakan Buffett ini tentu sangat hebat mengingat dia periode itu masihlah remaja. Seperti yg dikenali, usia cukup umur memang erat dengan gaya hidup konsumtif, tetapi Buffett muda justru telah menyaksikan kesempatan bisnis.

2. Terus Belajar dan Jangan Ragu

Melihat gelar pendidikan yg ia terima dan bagaimana Buffett sudah membaca buku bisnis semenjak duduk di dingklik Sekolah Dasar, pertanda kalau tekun berguru ialah salah sesuatu kunci kesuksesan Buffett. Di sepanjang langkahnya sebagai penanam modal, Buffett senantiasa mempelajari sendiri semua hal berkaitan dengan bisnis yg bakal ia geluti mulai dari riset hingga pengumpulan data tanpa mencampakkan-buang waktu.

Hal inilah yg membuat seorang Warren Buffett populer lantaran bisa mengambil keputusan dengan segera dan akurat. Buffett tidak akan mau menyia-nyiakan waktunya sekalipun ia telah sukses, alasannya beliau terus mengamati situasi pasar. Tak heran seandainya Buffett jadi sosok yg berlainan dan berani mengambil keputusan. Lantaran apa yg beliau pelajari itulah, Buffett jadinya tahu sebuah bisnis mempunyai potensi dalam jangka panjang.

3. Menghindari Hutang

Warren Buffett ajak hindari hutang
© Axios

Hutang yakni jalan termudah yang dikerjakan seseorang bagi mendapatkan sesuatu yg diharapkan. Bahkan gaya hidup modern juga memamerkan bentuk hutang yang begitu gampang diperoleh seperti pertolongan daring (pinjol) dan kartu kredit. Memang dikala menggunakan kartu kredit, Anda mampu membeli apapun walaupun tidak mempunyai duit. Namun bagi Buffett, dirinya justru menentukan bagi hidup tanpa hutang.

Dalam melakukan kegiatan investasi seperti berbelanja rumah atau tanah, Buffett selalu menyarankan siapapun untuk menabung. Kenapa begitu? Buffett menjelaskan kalau hidup dalam hutang kartu kredit tidak akan pernah bikin kaya. Bahkan menurutnya, lebih baik hanya bisa beli satu lot saham namun dengan uang sendiri. Dengan begitu nilai hutang eksklusif dan perusahaan tetap bernilai nol dan laba yang diperoleh maksimal.

Selain menyingkir dari hutang, Buffett rupanya juga seseorang yg sangat memperhitungkan pengeluaran, sekecil apapun itu. Bahkan ketika berbelanja saham suatu perusahaan, ia akan menentukan perusahaan yg mempunyai catatan pengeluaran sangat rincian. Contohnya, besaran pengeluaran kertas tisu toilet.

4. Memperhitungkan Potensi Saham

Lantaran mampu dibilang bahwa semua kekayaan Buffett berasal dari investasi, maka cara bagi mengikuti jejaknya adalah dengan mengerti cara berinvestasi dengan sempurna. Untuk itu sebagai tahapan pertama, Buffett menyarankan semoga calon penanam modal memilih bisnis yg paling diminati sehingga bisa menguasai alur bisnis tersebut.

Jangan lupa untuk mempelajari teknis pembelian saham, khususnya jikalau Anda benar-benar baru memulai. Pahami seperti apa kriteria yang harus dimiliki perusahaan kawasan menanam saham, semoga menghindari kerugian. Setidaknya ada lima tolok ukur yg ditetapkan Buffett mirip administrasi perusahaan yang baik, sektor bisnis cemerlang, perusahaan terus tumbuh, valuasi harga saham masuk akal dan kinerja perusahaan berkualitas.

Kemudian, mencoba perhitungkan potensi saham dalam jangka panjang. Ketika pertama kali menggeluti ke dunia investasi saham, Buffett pernah beli saham Coca-Cola senilai US$40 yang kemudian berkembang jadi US$5 juta dalam beberapa tahun. Hal itu beliau kerjakan sebab menurutnya, produk minuman soda tersebut berpeluang mempunyai pangsa pasar hampir di seluruh dunia. Berkat investasi di Coca-Cola, Buffett berhasil memperoleh untung senilai US$10,8 juta!

Belajar Bisnis Sukses ala Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK yang Kini Jadi Mendikbud

5. Hidup Sederhana

Warren Buffett dan istrinya
© Business Insider

Bagi beberapa orang, ketika telah punya uang melimpah maka tak persoalan jikalau sedikit berfoya-foya. Terutama generasi milenial yg bisa meraih penghasilan dua digit, banyak yang menentukan membeli gawai berguna belasan juta rupiah hingga travelling ke luar negeri, atau membeli mobil mewah. Memang tidak ada yg melarang pembelian barang-barang mahal itu, namun bagi Buffett, dirinya justru menentukan hidup sederhana.

Kendati masuk di jajaran lima besar orang terkaya di planet ini, Buffett bahkan sama sekali tidak memiliki kendaraan beroda empat-mobil sport glamor sekelas Lycan Hypersport, Lamborghini atau Aston Martin. Menurut Buffett, jikalau sikap konsumtif terus dijalankan oleh seseorang, sebesar apapun penghasilan yang dicapai akan bisa hilang begitu saja.

Apa yang dikerjakan Buffett ini memang mengikuti jejak bilyuner dunia lain, seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg yg justru hidup dengan sederhana dan tak bergaya sosialita. Nah, bila orang-orang kaya di dunia saja hidup sederhana, melihat mereka yg bergaji UMR tampak berfoya-foya pasti suatu hal yang tidak tepat.

6. Bisnis Sejak Muda

Dari perjalanan hidupnya, terlihat bahwa Buffett telah memulai bisnis sedari muda. Di mana saat dewasa, dirinya telah mulai membuka usaha mesin pinball di kota kelahirannya hingga mampu membeli sebidang tanah peternakan. bukan hanya bisnis, Buffett muda juga tak maubekerja sambilan seperti berjaga di toko kelontong kakeknya hingga loper koran.

Semua itu dijalankan Buffett sebab memang sebetulnya membuka usaha tidak perlu menanti usia renta atau menikah terlebih dulu. Semakin muda Anda memulai, maka laba jangka panjang pun mampu dicapai dengan segera. Menurut Joshua Wilson sebagaipimpinan WorthPointe Wealth Management, mereka yg mengawali bisnis di usia muda bakal jauh lebih peka soal keuangan dibandingkan yg tidak pernah berbisnis.

Pastikan pula untuk seluruh langkah bisnis yg dilakukan, wajib memiliki persetujuanyang terperinci. Sekalipun bisnis itu dengan teman karib atau sanak sadara sekalipun, Buffett menganjurkan buat merumuskan semua kesepakatannya dengan terperinci.

7. Jual Saham di Waktu Tepat

Warren Buffett
© News Week

Dalam kaitannya meraup kekayaan besar lewat investasi saham, cara yang dijalankan Buffett adalah menjual saham-saham tersebut di waktu yg sempurna. Sehingga dikala Anda melepaskan kepemilikan saham, maka harus memiliki argumentasi yang logis dan kuat mirip harga saham telah jatuh di bawah perkiraan. Supaya mampu jual saham di waktu yg tepay, Anda pasti harus mengikuti informasi saham itu sendiri.

Bahkan seandainya perlu, ikuti pertumbuhan perusahaan termasuk kinerjanya sehingga bisa melakukan asumsi kapan waktu yang tepat bagi melepas atau berbelanja saham gres. Buffett menyertakan bahwa janganlah berinvestasi dikala sedang tidak yakin. Contohnya bila tidak ada perusahaan yang sesuai harapan, maka lebih baik bersabar. Begitu pula mencoba fokus pada laba jangka panjang dan jangan buru-buru saat jual saham.

8. Beli Lebih Dari Satu Saham

Seperti yang telah dikenali, investasi saham memang tampak mirip menggandakan duit. Demi merealisasikan harapan itu, langkah yang mampu ditiru dari Buffett yakni dengan membeli lebih dari satu produk saham. Dengan berbelanja lebih dari sesuatu saham, potensi bagi untung dan uang bertambah jadi kian besar. Karena memang jikalau Anda mengalokasikan dana pada sesuatu saham, risiko rugi jauh lebih besar.

Belajar Bisnis dari Kylie Jenner, Miliarder Termuda di Dunia

Untuk itulah, Buffett mengatakan bahwa ‘jangan menaruh semua telur di dalam sesuatu keranjang’. Hal inilah yg menjadi prinsip banyak penanam modal untuk melakukan diversifikasi investasi. Sekadar info, Buffett ketika ini mempunyai setidaknya 30 jenis saham di banyak sekali sektor industri, sehingga bila salah sesuatu sahamnya memiliki masalah dan jeblok, masih banyak saham-saham lain yang dimiliki dan meraup untung.

Kesimpulan

Melihat bagaimana perjalanan kehidupan Buffett, terbukti bahwa sang investor tajir itu memang memulai segalanya tanpa jalan instan. Buffett percaya bahwa keberhasilan haruslah dimulai selagi muda, sehingga kekayaan mulai datang dalam waktu yang sempurna. Karena itulah bagi Anda yang sekarang tengah galau dan berleha-leha, cobalah temukan minatmu dan jangan sampai menyesal di usia renta.

Jejak-Jejak Kekayaan Buffett?

Usia Remaja – Beli Saham Kali Pertama
Usia 20 Tahunan – Ditolak Benjamin Graham
Usia 30 Tahunan – Beli Saham Berkshire Hathaway
Usia 40 Tahunan – Raih US$100 Juta
Usia 50 Tahunan – Kaprikornus Bilyuner Global

Cara Kaya Ala Warren Buffett?

1. Investasikan Laba
2. Terus Belajar dan Jangan Ragu
3. Menghindari Hutang
4. Memperhitungkan Potensi Saham
5. Hayati Sederhana
6. Bisnis Sejak Muda
7. Jual Saham di Waktu Tepat
8. Beli Lebih Dari Satu Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *