by

Mengenal Pemahaman Dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

Program asuransi perjalanan mungkin jadi produk baru yang masih awam bagi sebagian masyarakat Indonesia. Layaknya produk perlindungan lain asuransi perjalanan juga menunjukkan sumbangan optimal yang melindungi tertinggi dari sejumlah resiko mirip kecelakaan dan sakit keras.

Mengenal Pengertian dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

Asuransi perjalanan dapat dibeli untuk satu kali perjalanan, atau dengan kurun lamanya Anda berada di sebuah negara. Maksimum sumbangan asuransi perjalanan rata-rata yaitu 90 hari.

Asuransi perjalanan terbagi kedalam dua jenis yaitu konvensional dan syariah. Jenis konvensional umumnya menyediakan perlindungan untuk kunjungan ke seluruh negara di dunia.

(Baca juga: Cara Paling Efektif Menghindari Pencurian Data Kartu Kredit)

Sementara asuransi perjalanan syariah lazimnya hanya menawarkan produk derma untuk tujuan rekreasi halal. Tercatat jumlah peminat asuransi perjalanan syariah ini terus mengalami kenaikan.

Data yang dihimpun Travelin Syariah dari Adira Insurance menawarkan adanya lonjakan konkret meraih 161.489 pengguna sejak 3 tahun belakangan hingga tahun 2018. Ini menunjukan bahwa masyarakat telah terbuka dengan adanya asuransi dan memahami faedah yang ditawarkannya.

Apa itu Asuransi Perjalanan Syariah?

Asuransi perjalanan syariah adalah program santunan yang memberikan manfaat terhadap akseptor. Berupa jaminan kecelakaan dalam perjalanan, sakit dan cedera dalam perjalanan, ketidaknyamanan dalam perjalanan dan layanan embel-embel lainnya selama melaksanakan perjalanan umrah maupun halal tour ke luar negeri.

travel insurance cuma berlaku pada anda yang sedang melaksanakan perjalanan. Perlindungan kesehatan cuma akan menutupi tertanggung hingga batas waktu yang telah disepakati yang rata-rata optimal adalah 90 hari, baik untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri. Sementara untuk faedah yang disediakan hampir sama dengan travel insurance pada umumnya

Salah satunya ialah perlindungan rumah dikala anda melaksanakan perjalanan seperti kebakaran dan pencurian, sehingga Anda mampu hening menjalani piknik. Manfaat lain adalah perjalanan yang lebih nyaman karena perusahaan asuransi akan menanggung berbagai resiko yang bisa menimpa Anda selama berlibur.

Adanya asuransi perjalanan. Menjamin Anda menerima akomodasi medis optimal dan sumbangan penyelamatan medis 24 jam dalam kondisi darurat di aneka macam negara yang masuk dalam perjanjian.

Namun umumnya asuransi perjalanan syariah ini hanya berlaku di wilayah yang termasuk rekreasi halal. Seperti Arab Saudi, UEA, Turki, Mesir dsb. Tak heran jikalau asuransi perjalanan syariah ini lebih banyak dibeli oleh mereka yang hendak umroh maupun pergi berhaji.

7 Manfaat Memiliki Asuransi Perjalanan Syariah

Bepergian ke aneka macam negara di dunia tampak selaku sesuatu yang mengasyikkan, tidak riskan dan justru membawa pengaruh aktual pada diri insan. Namun dibalik keindahan yang ditawarkan, bahwasanya ada berbagai risiko yang membayangi para pelancong mirip terserang penyakit atau virus di negara tujuan, menjadi korban kejahatan seperti pencurian dan perampokan atau yang lebih parah yaitu mengalami kecelakaan di kawasan wisata yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Tidak ada yang berharap dan mengira bakal mengalami hal-hal jelek dalam hidupnya. Karena itu penting untuk melindungi diri dengan asuransi. Terlebih jika destinasi yang dituju adalah kawasan religi. Pastinya tujuan Anda kesana ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan bukan? Agar ibadah Anda kian tenang dan khusyuk sebaiknya proteksi diri dengan produk asuransi perjalanan syariah

Ingin tahu manfaat utama produk asuransi perjalanan syariah? Berikut diantaranya:

1. Menanggung biaya perawatan medis

Asuransi akan menanggung ongkos perawatan medis para tertanggung selama mereka melaksanakan perjalanan di negara tujuan. Travel insurance akan menanggung ongkos perawatan medis balasan kecelakaan, terserang penyakit, atau mesti melaksanakan konsultasi dengan dokter.

Ingat ongkos perawatan medis di luar negeri apalagi di negara maju biasanya sungguh tinggi. Membayar sendiri biaya perawatan rumah sakit tentu akan sangat menambah beban keuangan. Jika ingin mendapatkan faedah maksimal pilihlah asuransi perjalanan syariah dengan tata cara cashless, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun untuk pemenuhan biaya perawatan kesehatan.

2. Kompensasi keterlambatan atau pembatalan perjalanan

Keterlambatan hingga penghapusan keberangkatan untuk perjalanan umroh sering terjadi, utamanya dikala kondisi cuaca sedang jelek atau datang-tiba maskapai membatalkan perjalanan tanpa pemberitahuan.

Asuransi akan melindungi Anda dari kerugian akibat pembatasan perjalanan ini dengan memberikan kompensasi atau ganti rugi berbentukpenginapan atau penjadwalan keberangkatan ulang

3. Santunan atas maut

Manfaat ini mungkin lebih terasa bagi keluarga tertanggung dibanding pemegang polis sendiri. Asuransi akan memberikan dukungan bila pemegang polis meninggal dunia saat melaksanakan rekreasi religi dan hebat waris yang berhak mendapatkan dukungan atau sumbangan akhir hayat.

Santunan ini diharapkan dapat meminimalisir beban finansial keluarga yang lewati. Besar dukungan berbeda-beda sesuai dengan pilihan premi jenis yang diambil.

4. Kerusakan bagasi dan kehilangan barang pribadi

Bandara internasional menjadi daerah paling gampang untuk melaksanakan kejahatan, tidak heran bila tidak sedikit perkara penumpang kehilangan koper, tertukar koper atau bahkan mengalami kerusakan koper di bagasi.

Perusahaan asuransi bakal menanggung kerusakan terkait bagasi ini, sehingga Anda tak perlu cemas kehilangan isi didalamnya yang penting. Selain itu kehilangan dokumen penting seperti paspor dan identitas diri lain juga menjadi tanggung jawab pihak asuransi

5. Perlindungan rumah yang ditinggalkan

Asuransi perjalanan syariah juga memberikan bantuan untuk properti yang Anda tinggalkan selama perjalanan. Kebakaran, musibah dan perampokan menjadi salah satu tanggungan perusahaan asuransi.

Meski tidak mengubah secara keseluruhan kerugian yang Anda alami, namun cukup meminimalisir beban kehilangan balasan hilangnya daerah tinggal.

6. Biaya pemulangan jenazah

Tidak ada yang tahu kapan maut akan datang dan bagaimana caranya, bisa saja hal itu terjadi ketika Anda melakukan wisata ibadah di tanah suci. Lantas bagaimana kalau maut tiba di negeri orang sementara tidak ada sanak kerabat yang dikenal?

Tanpa asuransi mungkin mayit tidak akan dipulangkan atau terbujur kaku di ruang mayat bangsal rumah sakit. Namun hal itu tidak akan menimpa nasabah asuransi perjalanan, alasannya adalah ongkos pengurusan dan pemulangan mayit ke negeri asal akan menjadi tanggungan perusahaan asuransi.

7. Biaya kunjungan keluarga

Maksudnya ialah pihak asuransi akan mengeluarkan uang ongkos perjalanan salah satu anggota keluarga. Jika tertanggung terpaksa dirawat di rumah sakit dikala melaksanakan perjalanan wisata.

Anda tak perlu khawatir kalau datang-datang jatuh sakit, alasannya perusahaan asuransi akan menolong salah satu saudara Anda untuk mampu melayang dan mengawalAnda di rumah sakit hingga sembuh.

Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah dan Konvensional

  • Negara Tujuan

Perbedaan paling mencolok antara asuransi perjalanan syariah dan konvensional dan negara tujuan wisata. Untuk travel insurance konvensional biasa memberikan pinjaman untuk tujuan wisata ke banyak sekali pecahan dunia dan dengan tujuan berlibur.

Sementara negara tujuan asuransi perjalanan syariah lazimnya yaitu daerah yang sering digunakan untuk ibadah umat muslim di dunia mirip Arab Saudi dan sekitarnya.

  • Pengawasan

Perbedaan lain antara asuransi perjalanan syariah dan konvensional yaitu adanya Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk eksklusif oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). DSN bertugas memantau segala bentuk pelaksanaan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau aturan yang mengaturnya.

DSN akan memastikan produk asuransi berlangsung sebagaimana mestinya, sesuai kehalalan yang dipraktekkan oleh aturan islam. Setiap produk dan kebijakan yang dibuat oleh perusahaan asuransi mesti menerima kesepakatan lebih dulu dari DPS. Peserta tak perlu ragu soal kehalalannya karena sudah dijamin oleh DSN.

  • Akad

Perbedaan paling fundamental lain yakni soal komitmen. Pada produk asuransi konvensional komitmen yang dipakai yakni tabaduli, ialah akad jual beli. Yakni harus jelas ada penjual, pembeli, barang (objek) yang diperjualbelikan, harga, dan sighat (ijab qabul)

Sementara dalam asuransi syariah, akad yang digunakan yaitu janji takaful (kesepakatan tolong menolong). Dana yang dikumpulkan dari penerima dikumpulkan dalam satu rekening yang disebut dana Tabarru.

Kumpulan dana inilah yang nantinya dipakai untuk mengeluarkan uang pinjaman kepada penerima yang mengalami musibah, sakit atau bahkan meninggal dunia dana inilah yang digunakan untuk mengganti kerugian atas risiko yang dialami para penerima.

Di dalam akad tidak boleh terdapat unsur gharar (penipuan), maisir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat. Tujuan kesepakatan bukanlah bisnis melainkan saling tolong membantu.

(Baca juga: Cara Lengkap Lapor SPT Tahunan 2020 yang Ditutup Maret Ini)

Sementara didalam perusahaan asuransi ada tujuan bisnis yang ingin dicapai. Yakni perusahaan asuransi yang mendulang laba dari banyaknya pemegang polis. Umumnya ada dua komitmen yang jamak digunakan perusahaan asuransi syariah di Indonesia.

Pertama, komitmen tabarru adalah pemberian dana dari satu penerima kepada Dana Tabarru’ untuk tujuan tolong membantu di antara akseptor bukan untuk tujuan mengambil untung.

Kedua, kesepakatan tijarah. Yakni Akad antara akseptor asuransi syariah dengan perusahaan asuransi. penerima asuransi syariah memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi sebagai wakil penerima untuk mengelola dana Tabarru’ dan atau dana investasi sesuai janji, dengan imbalan berbentukujrah (fee).

  • Pihak Asuransi Hanya Pengelola

Berbeda dengan asuransi perjalanan konvensional yang memposisikan perusahaan asuransi selaku pemilik dana seutuhnya. Artinya ada pengalihan resiko dari tertanggung terhadap perusahaan asuransi.

Namun selaku gantinya, pihak asuransi mempunyai sepenuhnya dana Anda dan bebas mereka pergunakan untuk aktivitas apapun. Sementara pada asuransi syariah ini dana tetap menjadi milik semua peserta. Posisi perusahaan hanyalah mengelola dana untuk dipergunakan bagi yang memerlukan.

Cara Klaim Asuransi Perjalanan

Banyak yang belum memahami bagaimana pengajuan klaim untuk asuransi perjalanan, terlebih jikalau tertanggung mesti mendapatkan perawatan medis dalam waktu cepat. Umumnya proses pengambilan dana atau penggunaan asuransi terbagi dalam dua sketsa ialah cashless dan reimburse.

Sekma cashless ini cuma dapat dirasakan oleh pemegang polis yang perusahaan asuransinya tergolong dalam worldwide provider. Kaprikornus, sekalipun Anda mengalami kecelakaan di mancanegara dan mesti mendapatkan perawatan Anda hanya perlu menghubungi kantor perwakilan terkait. Mereka akan mengantarkan perwakilan yang menanggung semua biaya pengobatans secara cashless.

Sementara skema lain yang jamak dipraktikan adalah reimburse. Ketika jatuh sakit atau mengalami kecelakaan, Anda bisa berobat apalagi dahulu di negara tersebut dengan dana sendiri, lalu kumpulkan semua bon pembayaran termasuk diagnosa dokter untuk melaksanakan klaim di Indonesia.

Karena itulah sebelum memutuskan membeli premi, penting untuk menentukan kemudahan yang ditawarkan produk asuransi. Pilih yang paling mempermudah Anda ketika berada di luar negeri, jangan sampai ibadah Anda terusik dengan dilema-masalah yang diakibatkan kurangnya pemahamanan Anda perihal asuransi perjalanan yang dipilih.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed