Mengenal Sistem Pendidikan Dan Mainan Yang Cocok Untuk Anak Autis

Posted on

Semua orang bau tanah tentu menghendaki menerima anak yang sempurna, tetapi tak sedikit orang bau tanah yang menerima karunia anak yang istimewa dengan autisme sehingga membutuhkan pendidikan yang juga khusus.

Di Indonesia sendiri menurut data Badan Pusat Statistik pada 2017, setidaknya ada 1,6 juta anak berkebutuhan khusus. Namun sayangnya, gres 18 persen dari jumlah tersebut yang mendapatkan pendidikan inklusi.

Kita simak sistem pendidikan dan jenis-jenis mainan yang sesuai untuk anak autis yuk:

1. Sekolah Umum untuk Anak Hiperaktif

Meski terkadang dibedakan dan diistimewakan, ada fikiran kalau bawah umur autis yang hiperaktif dan juga susah berinteraksi dengan orang lain akan lebih terbantu jika bersekolah di sekolah lazim. Ada pikiran jika kian sering anak autis berbaur dengan orang wajar , akan membuat mereka makin mudah melatih diri untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Sekolah lazim juga penting alasannya adalah anak autis nantinya bakal menerapkan ilmu dan memamerkan bakat yang dimilikinya di tampang umum. Meski mempunyai kelemahan pada satu hal, anak autis juga memiliki peluangyang mampu digali dan pastinya sungguh mungkin mampu bermanfaat bagi orang lain.

Sejauh ini, beberapa sekolah lazim di aneka macam tingkatan mirip SD, Sekolah Menengah Pertama, SMP telah mulai menerima anak berkebutuhan khusus. Anak-anak itu tidak pribadi dilepas begitu saja, melainkan ditemani pendamping untuk memberikan pengertian bagi anak autis dan juga lingkungan sekitar.

2. Sekolah Inklusif

Selain sekolah biasa , sekolah inklusif mampu menjadi pilihan terbaik bagi anak autis. Sekolah dengan metode pendidikan inklusif memungkinkan anak dengan bermacam-macam macam kekhususan, khususnya autisme bisa menikmati pendidikan yang terintegrasi.

Pada pelaksanaannya, pendidikan untuk anak autis berjalan secara komprehensif, yakni secara menyeluruh dari akademik hingga interaksi sosialnya. Pola ini sungguh penting bagi anak autis, sebab kebutuhan mereka bukan hanya pada akademik saja melainkan juga komunikasi dan sosial anak.

Sekolah inklusif tidak hanya memiliki tenaga pendidik seperti sekolah biasa , tetapi juga ada guru pembimbing khusus, shadow teachers, terapis, psikolog, dan juga tenaga lainnya yang disediakan sekolah.

Kalaupun tidak lengkap, tenaga psikolog dan shadow teacher mampu dikerjasamakan antara orang tua dan pihak sekolah.

3. Sekolah Luar Biasa

Sekolah Luar Biasa (SLB) yaitu tata cara penyelenggaraan pendidikan khusus yang terpisah dengan anak umum yang lain. Ditambah lagi, anak–anak berkebutuhan khusus di tempatkan secara khusus sesuai dengan kebutuhannya. Dalam penyelenggarannya SLB ini ada yang mengkhususkan khusus tuna netra, tuna rungu maupun tuna daksa.

SLB mempunyai keunggulan antara lain anak akan menerima pelayanan dan pendidikan sesuai kemampuannya. Ditambah lagi, di kelas kemampuannya disesuaikan dengan teman–temannya, hal ini memudahkan untuk memberikan asesmen dan memperlihatkan pelayanan.

Anak juga akan menerima program khusus yang sesuai dengan kemampuannya yang sudah di susun dalam kurikulum.

Sementara bagi orang renta, akan lebih mengerti dan lebih tulus dalam mengasuh sebab kondisinya di SLB beragamnya kondisi sehingga menjadikan orang renta lebih termotivasi.

Sediakan Mainan Edukatif

Di sisi lain, anak autis juga mampu dibantu di rumah dengan mainan edukatif di rumah. Namun, menentukan permainan yang tepat untuk belum dewasa dengan autisme tidak mampu asal pilih seperti saat menawarkan mainan pada belum dewasa pada umumnya.

(Baca juga: Anak Dian Sastro Pernah Idap Autisme, Kenali 7 Ciri-Cirinya)

Anak dengan autisme membutuhkan mainan yang tepat semoga mereka dapat bereksplorasi dan meminimalkan risiko putus asa atau tantrum ketika bermain. Hal ini sebab mereka kesulitan dalam memusatkan perhatian dan mengetahui rancangan absurd.

1. Puzzle

Salah satu permainan yang dianggap ampuh bagi anak dengan autisme adalah puzzle. teknik permainan ini mendorong otak anak untuk berpikir lebih keras, secara tidak langsung nantinya mereka memiliki semangat pantang menyerah saat memecahkan suatu duduk perkara.

2. Balok Susun

Hampir seperti dengan puzzle, permainan lain yang bisa diberikan pada anak autis yaitu balok susun. Permainan ini diklaim dapat merangsang pertumbuhan anak, khususnya kreativitas, kesanggupan berpikir, serta keluwesan dalam bersosialisasi.

Kekurangan puzzle dan balok susun yakni bentuknya yang kecil dan kadang keras, sungguh mungkin dimasukan ke mulut dan sakit ketika terinjak. Pastikan bawah umur membereskannya usai selesai bermain biar tidak terjadi hal-hal yang dikehendaki.

3. Menggambar dan Mewarnai

Selanjutnya menggambar dan mewarnai, kedua permainan ini ampuh untuk mengenalkan perbedaan warna pada anak serta melatih kesanggupan motorik halusnya. Manfaat lainnya, proses menggambar juga membantu anak untuk membuatkan imajinas, kreativitas, dan menuangkan suasana hati mereka.

4. Play Dough/Lilin Malam

Play Dough bergotong-royong tergolong dalam mainan edukasi yang berguna untuk menolong gerak motorik anak supaya meningkat dengan baik serta merangsang imajinasi dan kreativitas mereka.

Selain itu, pilihan warnanya yang bermacam-macam dan menarik hati menciptakan banyak bawah umur menyukai permainan ini. Saat ini, banyak orang membuat lilin mainan ini di rumah sehingga tidak mengandung bahan kimia dan lebih aman bagi anak-anak.

5. Kotak Musik

Mainan untuk membantu pertumbuhan anak autis berikutnya adalah kotak musik. Melalui kotak musik ia akan berguru untuk mengenal nada dan suara aneka macam alat musik.

Tak cuma merangsang pendengarannya, musik juga bisa menenangkan dan menyenangkan. Tidak heran, semenjak kurun kehamilan bayi telah diminta untuk diperdengarkan musik, bahkan belum dewasa yang dipasangkan musik ketika tidur juga konon mampu tidur lebih nyenyak dan lebih akil.

6. Lego

Mainan Lego bukan cuma disenangi belum dewasa namun juga orang akil balig cukup akal. Lego bisa membantu mengembangkan daya konsentrasi anak dan juga melatih kerjasama antara mata dan tangan. Bermain Lego mampu menolong bawah umur berbagi kemampuan komunikasi dan sosial mereka.

(Baca juga: Lupakan 7 Mitos Ini, Ketahui Cara Tepat Menangani Anak Autis)

Bermain Lego akan mengajarkan anak untuk berkreasi dengan membangun sebuah bangunan, menyusun bentuk, bahkan kota. Anak autis akan terpancing eksplorasinya dengan menata kota yang dia fikirkan.

Nah, telah tahu kan jenis-jenis mainan yang mampu menolong tumbuh kembang anak-anak dengan kebutuhan khusus? Koleksi mainan-mainan tersebut untuk si kecil, dengan memakai kartu kredit BNI.

Nikmati serpihan harga, serta promo mempesona dari aneka macam jenis kartu kredit BNI yang bisa kamu pilih, olok-olokan, dan miliki lewat CekAja.com kini juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *