Mengerti 3 Jenis Efisiensi Yang Dikerjakan Perusahaan Selama Corona

Posted on

Tidak cuma mengusik kesehatan, virus Corona atau Covid-19 juga telah memberi pukulan telak bagi stabilitas ekonomi dalam skala yang cukup besar. Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK secara massal telah mengintai banyak pekerja di seluruh negara.

Hal itu bab dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan biar tetap bisa bertahan pada ketika dan sesudah krisis balasan pandemi Corona ini. Perusahaan-perusahaan terpaksa melaksanakan segala efisiensi yang bisa dikerjakan, termasuk yang berhubungan dengan karyawannya di tengah pandemi ini.

Namun, bak makan buah simalakama, segala keputusan terkait efisiensi tersebut memiliki dampak faktual juga negatif bagi perusahaan dan juga karyawan. Positifnya, perusahaan mungkin mampu sedikit lebih lama bertahan menghadapi krisis yang terjadi saat ini.

Negatifnya, para karyawan merasa diperlakukan tidak adil karena gajinya dipotong atau lebih parahnya kalau mereka di-PHK. Manajemen dan direksi tiap perusahaan pastinya sudah mempertimbangkan banyak hal dalam membuat keputusan dan telah mengenali aneka macam risikonya.

Berikut ini macam-macam efisiensi yang dikerjakan perusahaan di dunia selama pandemi Corona:

1. Memangkas Gaji Karyawan

Pemangkasan gaji karyawan menjadi salah satu efisiensi yang jamak dijalankan di banyak sekali perusahaan di dunia. Minimnya pemasukan bagi perusahaan di era pandemi Corona mau tidak mau menciptakan perusahaan mesti memangkas gaji para karyawannya. 

Keputusan untuk memotong gaji tersebut tentunya bukan sebuah hal yang mudah untuk ditetapkan, apalagi pada saat krisis mirip sekarang. Adapun besaran pemangkasan gaji yang dilakukan tiap-tiap perusahaan berlawanan.

(Baca juga: Jangan Khawatir, Ini Asuransi PHK dan Asuransi Kredit PHK)

Beberapa perusahaan memotong gaji sesuai level karyawan dengan besaran antara 10 persen sampai 50 persen dari jumlah honor yang umum diterima.

Selain itu, pemangkasan honor karyawan yang diterapkan oleh perusahaan berlaku dalam masa tertentu mirip selama 3 bulan atau 4 bulan. Beberapa perusahaan besar di dunia yang tercatat melaksanakan efisiensi dengan memangkas honor karyawannya yakni Emirates Airlines, Tesla, Singapore Airlines, dan Garuda Indonesia.

2. Cuti Tanpa Bayaran

Selain memangkas honor karyawan, efisiensi yang lain yang dikerjakan oleh perusahaan yaitu dengan meminta cuti tanpa digaji atau unpaid leave. Hal ini dilaksanakan oleh perusahaan untuk sedikit melepaskan beban usaha yang ditanggung oleh perusahaan selama pandemi Corona masih berlangsung.

Minimnya pendapatan sedikit banyak memengaruhi keuangan perusahaan dan itu juga turut menjadi penyebab diterbitkannya kebijakan cuti tanpa honor untuk karyawan. Pilihan untuk meminta karyawannya bersedia cuti tanpa digaji, menjadi cara perusahaan untuk mampu lebih usang bertahan selama pandemi Corona.

Sebab, banyak perusahaan yang tidak memiliki dana untuk menggaji atau membayarkan kompensasi sesuai aturan perundang-undangan jikalau melaksanakan PHK. Sehingga usul kepada para karyawannya untuk cuti tanpa digaji menjadi satu-satunya hal rasional yang bisa dikerjakan oleh perusahaan. 

Selama krisis akibat Corona ini, permintaan cuti tanpa digaji kepada para karyawan dikerjakan dengan tenggat waktu yang belum diputuskan oleh perusahaan.

3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Langkah efisiensi yang lain yang diambil perusahaan adalah dengan melaksanakan PHK kepada para karyawannya. Langkah ekstrem ini diambil banyak perusahaan, baik perusahaan konvensional, maupun perusahaan start-up di seluruh dunia.

Pandemi Corona yang terjadi ketika ini sudah memukul banyak sektor usaha. Salah satu yang paling terpukul yaitu industri perhotelan. Pandemi Corona telah menciptakan okupansi hotel menurun. Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan bahwa okupansi hotel di Jakarta cuma meraih 30 persen balasan Corona.

(Baca juga: 5 Bos Panutan Ini Rela Puasa Gajian Biar Gak PHK Karyawan)

Hal itu pun berpengaruh terhadap adanya tekanan untuk meminimalisir ongkos operasional dari segi gaji pekerja hotel. Keberadaan pandemi Corona ini telah menciptakan sejumlah hotel memberhentikan para pekerja hariannya. Sementara pekerja dengan status kesepakatan dan tetap masih melakukan pekerjaan , tetapi secara bergiliran agar pengeluaran harian cuma ada di angka 50 persen.

Sementara itu, dilansir dari CNBC bahwa Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sudah mencatat bahwa ada lebih dari 100 ribu perusahaan di Indonesia yang merumahkan dan mem-PHK para karyawannya. Selain itu, hingga kini telah ada lebih dari 2 juta pekerja yang dirumahkan oleh perusahaannya.

Angka tersebut diprediksi bisa terus meningkat mengenang pandemi Corona di Indonesia khususnya dan dunia kebanyakan belum menunjukkan gejala akan rampung.

Apakah perusahaan kawasan kau bekerja telah melakukan satu dari tiga upaya penghematan di atas? Kalau kau tergolong salah satu karyawan yang mengalaminya, tetap semangat ya.

Mungkin hikmah di balik itu semua yakni, kau mampu lebih konsentrasi melakukan bisnis sampingan yang selama kau melakukan pekerjaan sebagai karyawan cuma sempat kau lakukan di selesai pekan saja.

Siapa tahu, bisnis tersebut sekarang bisa jadi penyambung nafkah keluarga kamu di rumah. Bukan mustahil juga, bila kamu benar-benar total mengembangkan bisnis tambahan tersebut, penghasilan yang kau dapat dari situ bisa lebih besar dari pada gaji bulanan yang kau mampu dari perusahaan.

Manfaatkan kredit tanpa agunan (KTA) Bank CTBC untuk perhiasan modal usaha bisnis sampingan kau. Ajukan KTA Bank CTBC sekarang juga lewat CekAja.com, alasannya prosesnya cepat dan syaratnya juga gampang. Tetap semangat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *