by

Merasa Impulsif? Penting tips Menutup Kartu Kredit Yang Kondusif

Kartu kredit bukan lagi barang mewah untuk kalangan menengah. Terbukti dengan maraknya bank yang membuat kartu kredit khusus bagi mereka yang berpenghasilan rata-rata. Sayangnya, banyak yang kurang bijak memanfaatkan kartu kredit sehingga mendorong nasabah untuk terus berhutang. Tidak sedikit yang mengalami kredit macet.

Merasa Impulsif? Ini Cara Menutup Kartu Kredit yang Aman

Jika Anda tergolong salah satu pengguna kartu kredit yang merasa penggunaan kartu tersebut memiliki pengaruh negatif, tidak ada salahnya menghentikan pemakaian kartu kredit. Misalnya berkembang menjadi langsung yang lebih konsumtif dengan hutang yang tak kunjung selesai, tetapi tidak diimbangi dengan adanya investasi.

(Baca juga: Cara Pembayaran Tagihan Kartu Kredit BRI, Pilih Yang Memudahkanmu!)

Jika self control Anda melemah saat memegang kartu kredit inilah saatnya menutup kartu kredit dan mulai beralih ke tata cara pembayaran cash. Tapi menutup kartu kredit ini tidak mampu dilakukan hanya dengan menelepon pihak pemberi kartu, alasannya Anda harus menyelesaikan beberapa persoalan lebih dahulu biar proses penutupan kartu nantinya tidak menjadikan dilema baru.

Cara Menutup Kartu Kredit yang Aman

Tujuan utama menutup kartu kredit adalah menertibkan belanja dan pola hidup semoga sesuai dengan penghasilan. Tapi sebelum menutup kartu kredit Anda wajib menuntaskan aneka macam duduk perkara yang berhubungan dengan kartu kredit.

Kartu tidak bisa langsung Anda buang ke daerah sampah tanpa adanya konfirmasi dengan pemberi kredit. Cara menutup kartu kredit yang salah mampu mendatangkan sejumlah dilema dikemudian hari, salah satunya adalah tagihan yang tidak pernah berhenti.

Untuk menyingkir dari resiko tersebut, ikutilah kiat dibawah ini:

  • Hubungi Pihak Bank atau Pemberi Kartu Kredit

Proses pertama yang mesti Anda lakukan saat ingin menutup kartu kredit ialah menghubungi bank pemberi kartu kredit. Menyatakan cita-cita untuk menutup kartu kredit dan tanyakan apa saja kriteria serta dokumen yang harus dilengkapi agar Anda terbebas dari penggunaan kartu non-tunai tersebut.

Anda mampu menelepon customer service bank maupun datang langsung ke kantor bank terkait. Jika merasa belum terperinci dan resah soal tata cara penutupan kartu kredit ini, seharusnya memang datang pribadi ke bank alasannya adalah disana Anda akan dipandu oleh seseorang untuk memastikan setiap langkah diambil dengan benar.

  • Melunasi Semua Tagihan

Pastikan juga ya tidak ada tagihan yang tersisa dikala Anda menutup kartu kredit. Tagihan ini bukan cuma berupa cicilan belanja atau dukungan dan instan, namun juga ongkos tahunan dan manajemen yang belum sempat diselesaikan.

Biaya tahunan atau yang lebih sering disebut annual fee ini umumnya dibebankan pada tahun kedua. Jadi coba tanyakan dahulu pada pihak bank berapa annual fee yang harus dituntaskan sebelum kartu kredit ditutup.

  • Batalkan Sistem Pembayaran dan Tagihan Otomatis

Salah satu manfaat yang ditawarkan kartu kredit yakni pembayaran tagihan bulanan secara auto-debet atau otomatis, mirip pln, pdam dan pulsa.

Nah Anda mesti membatalkan dahulu semua bentuk pembayaran otomatis ini. Atau masih punya tagihan hutang leasing yang dibayar dengan kartu kredit? Pastikan Anda mendiskusikan hal ini dengan pihak dan meminta untuk memindahkan bentuk pembayaran cicilan ke sistem manual.

  • Beri Saldo Tambahan

Saat ingin melaksanakan penutupan kartu kredit, seharusnya beli saldo pelengkap atau sisakan limit yang ada. Saldo aksesori ini berfungsi menutup beberapa tagihan dalam jumlah kecil yang mungkin lupa belum Anda bayar.

Dengan begitu proses penutupan kartu kredit mampu berlangsung lebih cepat. Perlu dikenali rata-rata bank juga memberlakukan ongkos penutupan kartu kredit.

  • Amankan Bukti-Bukti

Mintalah terhadap bank atau pemberi kartu kredit bukti konfirmasi tertulis bahwa Anda telah menutup kartu kredit dan dokumen yang mengumumkan bahwa semua tagihan Anda telah lunas.

Dokumen ini penting dimiliki sebagai bentuk protes saat tagihan tetap tiba padahal kartu telah dalam keadaan mati. Simpanlah data ini ditempat yang kondusif, meskipun tidak ada tagihan yang tiba kembali. Namun siapa tahu di kurun depan Anda akan memerlukannya.

Setelah menutup kartu kredit jangan lupa untuk menggunting kartu di bagian chipnya untuk menghindari penggunaan kartu secara ilegal. Ikutilah semua mekanisme penutupan yang berlaku. Bersabarlah jika pihak bank terkesan memberi penjelasan berbelit. Jika Anda melaksanakan semua langkah dengan benar maka kartu kredit mampu ditutup oleh bank dengan segera.

Jangan Menutup Kartu Kredit Jika Masih Memerlukan 5 Hal ini

Bagi generasi kala kini kartu kredit ialah bagian dari pola hidup, gak keren jikalau belum punya kartu kredit. Tapi pengertian akan literasi finansial yang kurang baik mengakibatkan pengguna kartu kredit malah jadi terjebak hutang, alih-alih memanfaatkan penawaran yang beragam.

Berhutang memang bukan kebiasaan yang baik. Namun jangan cepat cemas cuma krena tagihan kartu kredit Anda serasa tak pernah berakhir. Cobalah fikirkan 5 hal ini. kalau dirasa masih ingin merasakannya maka keputusan menutup kartu kredit belumlah tepat.

1. Keuntungan Berbelanja

Salah satu laba yang disediakan kartu kredit dan tak mungkin ditemukan pada kartu lain yaitu laba membeli memakai kartu kredit.

Rata-rata bank menawarkan cashback dan diskon belanja di banyak sekali merchant yang jumlahnya besar, mampu meraih 30% dari total belanja. Selain itu semakin sering Anda berbelanja maka poin Anda makin bertambah. Jika dikumpulkan redeem poin mampu mampu ditukar dengan produk merchant atau malah ditukar dengan tiket pesawat.

2. Fasiltas Cicilan

Ada beberapa tipe orang yang ogah mengeluarkan cash dalam jumlah banyak untuk barang incarannya. Namun bersedia mengeluarkan uang secara cicilan. Inilah kaum yang tidak mampu lepas dari kartu kredit.

Fasilitas cicilan kartu kredit begitu menggiurkan, dengan bunga cicilan rata-rata 2,9% perbulan Anda bisa mendapatkan barang idaman yang harganya mampu lebih dari dua kali jumlah pendapatan bulanan. Biasanya cicilan mampu dibayar setiap bulan maupun setahun sekali.

3. Fasilitas Gratis Lounge

Kartu kredit yaitu susukan gratis menuju berbagai lounge di bandara-bandara Indonesia maupun diluar negeri. Bayangkan cuma berbekal kartu kredit Anda telah mampu masuk secara gratis dan menerima free makanan ringan di berbagai lounge bandara. Tanpa kartu kredit Anda setidaknya mesti merogoh kocek sekitar Rp 100 Ribu untuk sekali masuk lounge.

4. Senang Traveling

Kartu kredit telah terkenal memperlihatkan pelayanan optimal untuk para nasabahnya yang sering traveling khususnya ke luar negeri. Apa pasal? kartu kredit dapat dipakai untuk tarik tunai di nyaris seluruh bab dunia.

Selain itu beberapa kartu kredit juga telah bekerja sama dengan banyak merchant di luar negeri, sehingga para shopaholic yang bahagia belanja di luar negeri bakal menerima banyak laba bila bertransaksi menggunakan kartu kredit.

5. Sering Bepergian Untuk Bisnis

Pebisnis juga jadi salah satu individu yang merepotkan terlepas dari kartu kredit. Sebabnya jam kerja yang tidak terbatas dan kelonggaran untuk bepergian dalam persoalan bisnis memaksa mereka untuk tak bisa senantiasa menjinjing cash dalam jumlah besar. Maka kartu kredit menjadi opsi paling tepat untuk menunjang pola hidup pengusaha yang dinamis dan tinggi.

Itulah beberapa aspek yang menciptakan Anda tak perlu meniadakan kartu kredit, hanya alasannya rasa cemas yang berlebih soal kebiasaan berhutang. Jika tidak ingin terjerat hutang tinggi bijaklah menggunakan kartu non-tunai tersebut.

Tips Bijak Gunakan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit yang tidak bijak cuma akan menempatkan Anda pada hutang yang tidak kunjung final. Bahkan tidak sedikit yang terjebak pada pola hidup konsumtif alasannya adalah penggunaan kartu kredit padahal pemasukan bulanan  masih kalah dari pengeluaran. Agar tidak rampung menjadi debitur awet cobalah tips bijak menggunakan kartu kredit di bawah ini:

  • Belanja Sesuai Kemampuan

Jangan berpikir bahwa kartu kredit adalah kartu hutang, tetapi ubahlah pola pikir dengan merujuk pada kartu kredit sebagai pengganti transaksi non-tunai.

Sehingga Anda tidak akan kalap dikala mendengar ada cicilan 0 persen untuk sejumlah produk yang tidak Anda perlukan namun menguras biaya cukup besar. Lebih baik lagi jika Anda bisa membayarnya secara tunai dibanding kredit karena tidak ada beban bunga cicilan yang mesti dibayar.

  • Selesaikan Hutang Baru Berhutang Kembali

Seringkali pemilik kartu kredit tergoda untuk mengambil banyak cicilan untuk berbagai barang. Mereka tidak menyadari bahwa hutang tersebut harus dibayar dalam tempo satu tahun.

Akhirnya besar cicilan yang harus dibayar berkembangdua kali lipat dan menggerus pendapatan bulanan. Untuk menyingkir dari hutang yang bertumpuk sebaiknya jangan mengambil cicilan ganda. Selesaikan dahulu hutang lama Anda barulah kembali mengajukan hutang.

  • Manfaatkan Promo yang Ditawarkan

Kartu kredit diketahui sebagai kartu dengan banjir promo merchant. Setiap bulannya yaitu lebih dari 10 merchant yang menunjukkan diskon belanja, sebagian besar yaitu restoran.

Nah dibanding Anda mencoba menu di restoran yang belum pernah disambangi dengan resiko harga tinggi. Lebih baik manfaatkan promo kartu kredit dengan mendatangi restoran yang menjadi rekanan merchant. Anda mampu irit berkali lipat, belum lagi setiap transaksi yang dilaksanakan juga dapat menghasilkan poin.

  • Ambil Limit Paling Rendah

Saat ingin menciptakan kartu kredit jangan pernah mengajukan limit paling tinggi meski honor Anda mencukupi. Sebab hal ini akan jadi bumerang bagi diri sendiri, karena merasa dana yang ada belum dipakai secara maksimal.

Akhirnya Anda yang tidak ada rencana berhutang berminat berhutang.Dibanding mengambil limit paling tinggi lebih baik usikan limit rendah saja.

  • Jadikan Sebagai Dana Darurat

Jika Anda tidak terbiasa menabung dan tidak memiliki simpanan, maka kedatangan kartu kredit mampu Anda ubah menjadi dana darurat. Yakni dana yang mampu digunakan kapanpun dan untuk keperluan apapun.

Karena berfungsi sebagai dana darurat jangan gunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif saja namun juga untuk keperluan produktif. Kartu kredit selain mampu dipakai untuk belanja juga mampu dipakai untuk membayar sejumlah tagihan penting, seperti biaya pengobatan di rumah sakit.

Kaprikornus dikala Anda tidak mempunyai dana darurat maupun asuransi yang memproteksi diri, kartu kredit mampu menjadi penyelesaian terakhir menerima dana segar untuk setiap jenis keperluan.

Itulah beberapa kiat bijak memakai kartu kredit. Ingat ya kartu kredit tidak se-mengerikan yang Anda kira, selama penggunaannya sempurna. Yang terpenting yakni memilih produk kartu kredit yang tepat dengan kebutuhan dan kesanggupan keuangan. Namun jikalau merasa gaya hidup jadi lebih konsumtif selama memegang kartu, jangan ragu untuk menutup kartu kredit dan tuntaskan segala hutang yang Ada. Selain itu seleksilah tempat untuk menentukan kartu kredit yang aman dan terpercaya mirip Cekaja.com yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed