Musim Kemarau, Warga Di Kuningan Mandi Dan Mencuci Di Sungai Yang Kotor

Posted on

nosoproject.com– Musim kemarau yang mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia nampaknya kian terasa. Salah satunya dirasakan oleh warga desa cirukem Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Mereka harus rela menggunakan air sungai yang kotor untuk keperluan sehari-hari. Meskipun air sungai yang kotor tersebut rentan menimbulkan penyakit, masyarakat tetap menggunakannya karena menurutnya tidak ada pilihan.

Menurut Asmani, salah satu warga desa cirukem sudah menggunakan air sungai yang kotor tersebut sejak dua bulan yang lalu. ” Terpaksa menggunakan air sungai yang kotor karena kekurangan air. Sumur yang saya miliki kekeringan. Sepanjang musim kemarau ngambil disini, walaupun banyak sampah segala macem,” Kata Asmani, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya hampir setiap hari masyarakat hilir mudik ke sungai, untuk melakukan aktifitas mandi ataupun mencuci. Air sungai yang warnanya hijau pekat tersebut menjadi salah satu harapan warga untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Terlebih lagi saat ini sedang musim kemarau.

Sebagian warga desa cirukem mengungkapkan tetap menggunakan air sungai yang kotor tersebut. Meskipun sering diserang gatal dan penyakit kulit lainnya. Kemudian untuk keperluan minum dan masak, warga harus rela merogoh kocek sebesar Rp. 5.000,- untuk hanya mendapatkan satu jeriken.

Asmani berharap bahwa pemerintah segera tanggap dengan krisis air bersih yang melanda warga desa cirukem. Tentunya dengan mengirimkan bantuan air bersih. ” Semoga saja bantuan air bersih segera datang untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari” Ungkapnya.

Sumber : inews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *