Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 13 Okt 2021 08:01 WIB ·

Optimistis Ekonomi Indonesia Membaik Pasca PPKM


 Optimistis Ekonomi Indonesia Membaik Pasca PPKM Perbesar


JawaPos.com – Sinyal kuat pemulihan ekonomi Indonesia muncul secara meyakinkan dari beberapa indikator industri. Salah satunya dari penggunaan uang elektronik (UE) yang terus meningkat dan naiknya premi asuransi jiwa selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan  transaksi nontunai (cashless) pada 2019 tercatat sebesar Rp 145,16 triliun. Lalu meningkat menjadi Rp 204,9 triliun sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Penggunaan uang elektronik berlanjut pada Januari – Agustus 2021 yang sudah mencapai Rp 182,16 triliun.

Demikian juga dari sisi pendapatan premi asuransi jiwa yang meningkat 17,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sumbangan terbesar berasal dari kenaikan premi bisnis baru sebesar 27,4 persen dengan nilai total Rp 68,02 triliun. Lalu, premi lanjutan sebesar 2,8 persen atau Rp 36,7 triliun.

Selain premi, pendapatan dari imbal hasil kegiatan investasi juga menorehkan pertumbuhan yang signifikan. Pada semester pertama 2020, pendapatan investasi masih mencatatkan kerugian sebesar Rp 21,64 triliun. Namun kondisi terus membaik di semester pertama 2021, dimana pendapatan investasi tumbuh positif Rp 4,9 triliun.

“Sinyal pemulihan dari pandemi terlihat jelas di beberapa indikator utama. Ini telah membangun optimisme kami tentang pemulihan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang,” ujar President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10).

Perekonomian nasional diyakini akan kembali pulih seiring terus terus membaiknya penanganan pandemi Covid-19, terutama pasca PPKM nanti. Menurut dia, masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan. Kendati begitu, masyarakat juga makin selektif di dalam memilih produk asuransi, terutama terkait layanan yang sesuai kebutuhan.

Di tengah pandemi, masyarakat harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain agar tidak terpapar Covid-19. Kebutuhan itu telah dipenuhi industry asuransi dengan mengggunakan layanan digital.”Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan bisnis asuransi dan penguasaan pangsa pasar, kami akan terus berinovasi menghadirkan produk yang beragam dan sesuai kebutuhan konsumen,” tuturnya.

Salah satu diantaranya melalui Cigna Medical Pro (CMP) yang bisa menggunakan pembayaran nontunai (cashless).”Konsumen dapat memilih manfaat penggantian biaya perawatan menurut kebutuhannya, dengan pembayaran cashless sesuai tagihan dari rumah sakit,” lanjut Direktur Distribusi Cigna Indonesia Dini Maharani .

Dia menjelaskan, pihaknya juga menanggung nasabah yang terkena Covid-19. Tagihan biaya rumah sakit ditanggung selama 365 hari dalam setahun hingga jumlah maksimum sesuai batas manfaat tahunan nasabah.”Bahkan, jika nasabah meninggal dunia akibat Covid-19, Cigna akan membayarkan santunan duka sesuai dengan plan yang dipilih oleh nasabah tersebut,” tegasnya.

 





Antara News

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bank Kalsel Gelar RUPS luar Biasa Perusahaan

16 Oktober 2021 - 13:10 WIB

Bank Kalsel Gelar RUPS luar Biasa Perusahaan

Perusahaan ini Ajak Investor Berinvestasi Sambil Beramal bagi Sesama

16 Oktober 2021 - 13:09 WIB

Perusahaan ini Ajak Investor Berinvestasi Sambil Beramal bagi Sesama

Lion Parcel Kini Antar Paket Pakai Motor Listrik Gesits

16 Oktober 2021 - 12:05 WIB

Lion Parcel Kini Antar Paket Pakai Motor Listrik Gesits

Kilau Emas Mingguan di Pasar Spot Naik, Antam Turun Rp 12.000 Per Gram

16 Oktober 2021 - 07:49 WIB

alexametrics

Dwi Satriyo Jadi Leader of TJSL Initiativew Manufacturing

16 Oktober 2021 - 07:34 WIB

alexametrics

Angkatan Kerja Pendidikan SMP ke Bawah Masih di Atas 50 Persen

16 Oktober 2021 - 06:11 WIB

Angkatan Kerja Pendidikan SMP ke Bawah Masih di Atas 50 Persen
Trending di angkatan kerja

Sorry. No data so far.