Menu

Mode Gelap

Buzz · 14 Okt 2021 02:49 WIB ·

Pengusaha Muda Ini Ubah Limbah Sayur dan Buah Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi


 Pengusaha Muda Ini Ubah Limbah Sayur dan Buah Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi Perbesar


Difliyatul Isna Alvionita dok ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/am
Pengusaha muda, Difliyatul Isna Alvionita atau akrab disapa Della, mengubah kulit pisang yang biasa diabaikan pedagang gorengan atau kulit singkong yang dibuang begitu saja oleh para pengolah peyeum di Bandung, Jawa Barat, jadi sebuah kerajinan bernilai ekonomi.

Dilansir Antara, Della juga memanfaatkan aneka sayur dan buah dari minimarket yang sudah layu, dan akan dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA). Nantinya dia olah menjadi kulit berbasis sayur dan buah atau disebut sebagai vegan leather.

Perempuan berusia 29 tahun tersebut bereksperimen untuk menghasilkan bahan baku kerajinan yang lebih ramah lingkungan dari buah dan sayur selama satu tahun.

Della menghabiskan waktu setidaknya dua minggu untuk setiap kali proses mengolah limbah sayur dan buah menjadi vegan leather. Sebab dibutuhkan waktu fermentasi menggunakan bakteri selama 14 hari.

Proses fermentasi dilanjutkan dengan pengeringan hingga menjadi material atau bahan baku kulit. Kemudian material diolah lagi agar tahan terhadap suhu dan air, sehingga dapat digunakan untuk bahan baku berbagai kerajinan dengan lebih ramah lingkungan.

Dari material ramah lingkungan yang diciptakannya, Della membangun usaha rintisan bernama Natakraf. Usaha yang dimulai sejak awal 2021 tersebut memproduksi aneka kerajinan berbahan baku buah dan sayur.

Salah satu karya lulusan Desain Produk Universitas Telkom itu bernama Lunar, yang adalah lampu dinding dengan sentuhan anyaman vegan leather dari hasil pengolahan limbah buah sayur.

Desain Lunar terinspirasi dari pergerakan gerhana Bulan yang memberikan harmoni bentuk dan warna yang berbeda dengan balutan anyaman khas Indonesia.

Memberdayakan Perempuan dalam Produksi Bisnis

Dalam memproduksi Lunar dan kerajinan lain dari Natakraf, Della memberdayakan perempuan-perempuan di Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Della mengajarkan perempuan-perempuan yang ekonominya semakin terhimpit di masa pandemi COVID-19 tersebut untuk menganyam vegan leather. Dari sana, mereka menjadi memiliki tambahan penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Dia memilih teknik menganyam pada produk Lunar karena merupakan teknik turun temurun khas Indonesia. Ia berharap, Lunar tidak hanya berfungsi sebagai penerangan yang indah, namun juga memunculkan rasa kecintaan dari apa yang dimiliki Tanah Air Indonesia.

Della kemudian mengikutsertakan Lunar pada kompetisi Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) 2021 yang dihelat Kementerian Perindustrian. Karya dan cita-cita Della tersebut rupanya dinilai baik dan meraih juara I untuk kategori kriya.

Della berharap kemenangan tersebut akan membawanya pada petualangan bisnis baru.



Antara News

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BUMN Raup Laba Konsolidasi Rp 26,35 T di Semester I 2021, Naik 356 Persen

16 Oktober 2021 - 08:02 WIB

Live Streaming Persita vs Persiraja di Liga 1

16 Oktober 2021 - 07:38 WIB

Persita vs Persiraja: Laskar Rencong Siap Tampil All Out

16 Oktober 2021 - 07:20 WIB

Line Up Indonesia vs Denmark di Piala Thomas: Jonatan Christie Kembali Beraksi

16 Oktober 2021 - 06:54 WIB

OJK Ungkap Pinjol Ilegal Bisa Lintas Negara, 34 Persen Server dari Luar Negeri

16 Oktober 2021 - 06:35 WIB

BPBD Bali: Belasan warga Karangasem luka berat dan ringan akibat gempa

16 Oktober 2021 - 06:17 WIB

BPBD Bali: Belasan warga Karangasem luka berat dan ringan akibat gempa
Trending di News