Penting Risiko Telat Mengeluarkan Uang Premi Asuransi, Jangan Hingga Telat Ya!

Posted on

Asuransi yaitu santunan yang diberikan terhadap seseorang atas risiko yang mungkin terjadi.

Masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya mempunyai asuransi. Maka dari itu banyak orang yang sudah memiliki asuransi.

Jenis asuransi di Indonesia memang banyak. Mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi properti, asuransi kendaraan dan yang lain.

Asuransi kini juga menyasar kepada suatu komunitas atau profesi tertentu.

Nah kalau kita telah mempunyai asuransi pasti bukan hanya tentang hak-hak kita yang akan diberikan oleh pihak asuransi.

Saat kita membeli sebuah asuransi apapun itu, niscaya ada keharusan-kewajiban yang harus kita lakukan demi mendapatkan hak kita nantinya.

Salah satunya tentu saja membayar premi asuransi.

Dengan membayar premi asuransi dengan sempurna maka pihak asuransi juga tetap melindungi kita atas risiko-risiko yang mungkin terjadi.

Lalu bagaimana jikalau ternyata suatu dikala kita lupa membayar premi asuransi? Apa risiko telat membayar premi asuransi bagi kita? Yuk simak terus tulisan ini sampai selesai.

risiko telat membayar premi asuransi

Adakalanya ketika kita terlalu sibuk dengan aktivitas kehidupan kita sering lupa beberapa hal yang mesti dilaksanakan.

Misalnya dikala kita sibuk bekerja yang menguras waktu kita lupa untuk mengeluarkan uang premi asuransi.

Seringnya kita juga tidak menyadari bila ternyata kita belum mengeluarkan uang premi asuransi. Padahal dalam mengeluarkan uang premi asuransi ada tenggat waktunya loh. Kaprikornus bagaimana ini?

Apa itu premi asuransi?

Premi asuransi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan kepada pihak penanggung dalam hal ini pihak asuransi yang besarnya sesuai dengan komitmen dalam polis dan itu yakni tanda keikutsertaan kita di asuransi.

Premi ini nantinya yang akan menciptakan kita menerima ganti rugi dari pihak asuransi. Biasanya premi asuransi dibayarkan setiap bulan sesuai dengan waktu yang telah disepakati dalam polis asuransinya.

Tapi ada juga loh premi asuransi yang bisa dibayarkan per kuartal, per semester bahkan per tahun. Biasanya ini yaitu premi dari asuransi mikro yang memang murah.

Jadi untuk lebih menyingkat waktu premi asuransi bisa dibayarkan dengan tata cara itu.

Afa juga asuransi jiwa berjangka, dengan asuransi jiwa berjangka, kita bisa menghemat duit bila menentukan untuk mengeluarkan uang tarif premi asuransi setiap tahun (dibandingkan dengan bulanan atau triwulanan).

Itu luar memang memudahkan, bahkan sampai membuatmu lupa melakukan pembayaran. Namun biasanya perusahaan asuransi akan mengingatkanmu dengan surat pemberitahuan, email, atau notifikasi Pesan singkat.

Cara Menjaga Masa Pembayaran Premi Asuransi Jiwa Tak Terlambat

Perusahaan asuransi mengetahui (sampai batas tertentu) bahwa Kita sibuk, dan surat-surat tertumpuk dalam puluhan surat tagihan lain.

Itulah sebabnya mereka lazimnya memperlihatkan batas waktu tenggang yang memberi Kita sementara waktu luang kalau Kita terlambat membayar.

Juga, biro asuransi Kita atau perusahaan asuransi itu sendiri mampu memberitahu sehabis pembayaran jatuh tempo kalau mereka belum mendapatkannya.

Untuk mengenang kapan pembayaran premi asuransi jiwa mu jatuh tempo, fikirkan tips-tips ini:

  • Tandai di kalender sebagai pengingat. Bisa kalender kertas atau memakai kalender Google. Tandai tanggal jatuh tempo pada keduanya, jadi kita tidak melupakannya.
  • Siapkan pembayaran otomatis. Beberapa perusahaan asuransi menawarkan opsi pembayaran otomatis. Jika Kita takut membiarkan pembayaran premi asuransi terlambat, fikirkan tentang mengotorisasi pembayaran debit melalui rekening giro atau simpanan di bank Kita.

(Baca juga: Cara Mengurus Polis Asuransi Hilang)

Sebagian besar polis asuransi jiwa memiliki era tenggang 30 hari, di mana Kita mampu melakukan pembayaran telat tanpa polis.

Di luar waktu ini, tergantung pada perusahaan asuransi jiwa untuk memungkinkan Kita untuk mempertahankan polis.

Banyak perusahaan mempunyai proses pemulihan, yang hanya penerapan ulang efisien yang dirancang untuk membantu Kita menjaga kebijakan yang ada.

Kita kemungkinan harus melengkapi aplikasi singkat dan menandatangani pernyataan yang menyatakan kesehatan Kita belum berubah.

Bagian terbaik tentang proses pemulihan ialah Kita tidak harus menuntaskan cobaan paramedis baru.

Perusahaan asuransi jiwa akan meninjau aplikasi Kita, melakukan beberapa pemeriksaan latar belakang mirip Laporan Kesehatan dan Laporan Obat Resep, kemudian memutuskan apakah akan mengembalikan kebijakan Kita.

Jika ya, yang harus Kita kerjakan adalah mengirimkan pembayaran, dan Kita sudah siap.

Karena memang saat kita telat membayar premi asuransi ternyata ada banyak hal yang mampu terjadi loh. Alasan yang paling sering dibilang telat membayar premi yaitu lupa.

Kesibukan yang tinggi mampu jadi membuat kita lupa untuk membayar premi asuransi. Ternyata ketentuan terlambat dalam mengeluarkan uang premi asuransi sudah dikelola dalam PSAKI (Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia) dan AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia).

Menurut PSAKI jikalau kita terlambat membayar maka polis asuransi akan otomatis dibatalkan (lapse) serta perusahaan asuransi tidak memperlihatkan notice of constellation.

Menurut AAUI pembayaran premi otomatis juga mesti dilunasi dalam waktu 30 hari. Apabila ada keterlambatan maka polis otomatis batal sendiri tanpa adanya endorsement penghapusan.

Nah kira-kira apa saja risiko terlambat membayar premi asuransi itu? Cek di bawah ini ya.

1. Status polis asuransi ditangguhkan sementara

Kewajiban utama penerima asuransi adalah membayar premi asuransi tepat pada waktunya. Jika kita hingga terlambat mengeluarkan uang premi asuransi maka ini akan menawarkan pengaruh kepada status polis kita.

Biasanya status polis asuransi kita akan ditangguhkan sementara atau dilarang status kepesertaannya sementara sampai kita bisa melunasi tunggakan premi asuransi itu.

Ketika status kepesertaan kita ditangguhkan atau dihentikan maka itu mempunyai arti kita tidak bisa mengajukan klaim alasannya kemungkinan besar akan ditolak klaimnya. Itu berlaku juga bagi penerima asuransi berplat merah, BPJS Kesehatan.

Seperti yang sudah diatur dalam PP No. 28 Tahun 2016 yang mengatur perihal Jaminan Kesehatan, bila penerima BPJS ternyata telat sebulan dikala membayar premi asuransi ini maka layanan penjaminan terhadap akseptor juga mesti dilarang sementara waktu.

Untuk mampu mengaktifkan kembali layanan penjaminan ini maka kita harus membayar lunas semua tunggakan premi asuransi BPJS. Setelah itu status kepesertaan kita akan kembali aktif dan kita bisa menikmati manfaat dari BPJS mirip sedia periode.

2. Denda

Salah satu risiko terlambat membayar premi asuransi selanjutnya yakni bisa dikenakan denda. Memang tidak semua asuransi akan memberlakukan denda.

Biasanya denda dikenakan dengan kondisi tertentu. Misalnya saja di BPJS Kesehatan batas maksimal untuk terlambat bayar premi asuransi hanya 30 hari saja.

Nah dikala kita melunasi semua tunggakan preminya kita tidak akan dikenakan denda loh. Tapi sehabis status polis aktif kembali kita tidak mampu langsung memakai jaminan terutama rawat inap di rumah sakit sebelum 45 hari.

Makara kita harus menanti 45 hari bila akan menggunakan kemudahan itu. Tapi ternyata jikalau dalam 45 hari sesudah status aktif kita butuh rawat inap yang dijamin BPJS Kesehatan maka kita akan diberikan denda sebesar 2,5% dari jumlah seluruh ongkos dan dikali dengan jumlah bulan yang tertunggak.

Jika itu terlihat agak memberatkan untuk kita seharusnya tunggu dahulu hingga 45 hari gres memakai fasilitas itu. Dengan begitu pelayanan dari BPJS bisa dimanfaatkan secara lancar tanpa denda.

3. Status diblokir

Ini yaitu risiko terlambat mengeluarkan uang premi asuransi yang paling berat. Ketika kita tidak melunasi tunggakan premi asuransi dan terus mengabaikannya maka skenario terburuk dari status polis kita yaitu status dinonaktifkan atau diblokir.

Ini memiliki arti kita telah tidak mampu memakai semua layanan apapun dari asuransi itu. Seperti yang sudah diatur dalam polis AAUI bahwa tunggakan premi asuransi harus segera dilunasi dalam waktu 30 hari.

Jika kita tidak mengeluarkan uang melampaui di waktu yang diputuskan maka status polis asuransi otomatis batal secara otomatis.

Maka dari itu jika kita masih ingin memiliki asuransi itu kita harus membuat lagi dari awal. Dan juga premi mesti dibayar sempurna waktu supaya status polis tetap aktif.

Itu beliau tes telat mengeluarkan uang premi asuransi untuk kita sebagai penerima asuransi. Nah untuk menyingkir dari risiko-risiko di atas tentu kita harus membayar premi asuransi tepa waktu ya. Tapi kadang untuk mengeluarkan uang sempurna pada waktunya ada saja tantangannya.

Seperti sibuklah, lupalah atau apapun itu. Makara kali ini kita akan berikan berita tips membayar premi asuransi tepat waktu untuk menyingkir dari risiko telat membayar premi asuransi seperti yang telah disebutkan diatas. Yuk cek apa saja tipsnya.

  • Memakai autodebet dari rekening bank atau kartu kredit

Memakai akomodasi auto-debet memiliki arti menghindari telat bayar premi asuransi loh. Dengan menggunakan autodebet maka tiap bulannya duit kita di simpanan akan terpotong untuk mengeluarkan uang premi asuransi.

Jika lewat kartu kredit juga bisa, kita mampu langsung membayar premi dan tagihannya akan pribadi masuk ke tagihan kartu kredit kita. Nah cara ini ampuh loh buat kita yang sering lupa untuk mengeluarkan uang tagihan apapun tergolong premi asuransi ini.

Beberapa perusahaan asuransi juga sudah menerapkan fasilitas mengeluarkan uang premi asuransi lewat autodebet ini mirip Prudential.

  • Memakai autodebet di Tokopedia

Satu lagi kiat mengeluarkan uang premi asuransi tepat waktu yaitu dengan menggunakan autodebet di Tokopedia. Karena nyaris semua penduduk Indonesia menggemari sistem belanja online maka asuransi juga tidak ingin kalah.

Bekerja sama dengan Tokopedia, asuransi juga memudahkan peserta untuk membayar melalui Tokopedia. Tinggal pilih untuk penggunaan autodebet di Tokopedia melalui OVO atau kartu kredit juga bisa.

  • Mencatat premi di budget bulanan

Banyak orang yang menduga bahwa premi asuransi bukan hal penting untuk mampu dimasukkan dalam anggaran bulanan kita. Karena itu banyak yang telat mengeluarkan uang entah sebab lupa atau merasa berat.

Padahal premi asuransi juga sama pentingnya dengan keperluan lainnya tiap bulan. Apalagi ini tergolong dalam pemberian untuk diri di kurun depan.

Maka dari itu seharusnya masukkan premi asuransi dalam budget bulanan agar senantiasa mampu dibayar lebih dahulu dan sempurna waktu.

Itulah ia informasi tentang premi asuransi, risiko terlambat mengeluarkan uang premi asuransi hingga kiat mengeluarkan uang premi sempurna waktu.

Dengan mengeluarkan uang premi asuransi tepat waktu pasti ada banyak keuntungan yang kita dapatkan. Salah satunya kita bisa terus menikmati jaminan dan pemberian yang diberikan asuransi atas risiko-risiko yang mungkin akan terjadi.

Itu juga bisa membuat kita merasa lebih hening. Semoga semua gosip di atas mampu menambah pengetahuan kita tentang asuransi ya.

Kaprikornus selalu jaga diri dan keluarga dengan asuransi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *