by

Penyedia Pemberian Dengan Plafon Rp10 Juta Untuk Banyak Sekali Kebutuhan

Saat ini banyak sumber pemberian pembiayaan untuk banyak sekali kebutuhan. Baik yang bersumber dari perbankan ataupun nonperbankan.

penyedia pinjaman dengan plafon 10 juta

Bahkan, bagi yang memerlukan sumbangan dalam jumlah tidak terlalu besar yaitu sekitar Rp10 juta, mampu mengajukan pemberian lewat banyak sekali produk kredit. Seperti kredit tanpa agunan dari bank ataupun dari penyedia sumbangan berbasis teknologi (financial technology). Bahkan ada acara pemerintah untuk pinjaman perlindungan dengan plafon Rp10 juta untuk pelengkap modal usaha melalui acara kredit Ultra Mikro.

Berikut ini penjelasan mengenai sumber penyedia santunan dengan plafon sebesar Rp10 juta:

Kredit Tanpa Agunan Perbankan

Produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) memang menjadi andalan banyak orang untuk menerima dana pemberian dengan segera dan proses mudah. Serta tidak mengharuskan adanya aset yang diagunkan.

Bahkan, melalui perlindungan ini bisa mendapatkan limit perlindungan yang jauh lebih besar dari Rp10 juta. Karena dana dukungan yang bisa didapatkan lewat KTA bisa mencapai Rp350 juta dengan tenor tunjangan bisa optimal hingga 60 bulan.

Suku bunga dari kredit ini bervariatif yang berlawanan-beda di setiap banknya. Suku bunga diputuskan oleh jumlah pinjaman dan tenor pinjaman. Serta beberapa faktor lainnya mirip tempat kerja nasabah apakah melakukan pekerjaan sama dengan bank penyalur KTA. Namun bila dirata-rata, suku bunga dalam produk KTA perbankan antara 0,88% hingga 1,5% per bulan.

(Baca Juga: Pinjaman Tanpa Agunan dengan Plafon Rp5 Juta)

Persyaratan untuk mampu menerima kredit ini juga relatif mudah, antara lain warga negara Indonesia yang berusia 21 tahun sampai 60 tahun. Bahkan ada beberapa bank yang mensyaratkan batas usia mulai dari 18 tahun. Minimum penghasilan yang harus dimiliki oleh calon debitur KTA juga tidak besar. Yakni hanya mulai dari Rp2,5 juta.

Berikut ini beberapa bank yang bisa menjadi opsi pengajuan KTA:

KTA Bank Permata

Bank Permata mempunyai produk KTA dengan plafon mulai dari Rp5 juta hingga Rp300 juta dengan tenor sampai 60 bulan. Dana tunjangan dari Bank Permata cocok untuk banyak sekali keperluan. Dengan tolok ukur pengajuan usia kandidat debitur mulai dari 21 tahun hingga 60 tahun. Suku bunga untuk produk KTA ini mulai dari 1,19 persen per bulan.

KTA Mandiri

KTA Mandiri menawarkan plafon perlindungan sampai Rp200 juta dengan tenor 1-5 tahun. Sehingga cocok juga untuk pengajuan sumbangan dalam jumlah kecil seperti Rp5 juta dan Rp10 juta. Suku bunga bantuan dari bank BUMN ini mulai dari 0,99% per bulan. Dengan metode pengajuan dan pembayaran cicilan yang mudah.

KTA Standard Chartered Bank

KTA dari Standard Chartered Bank (SCB) ini juga cocok untuk pengajuan modal perjuangan. Karena mampu memberikan perlindungan mulai dari Rp8 juta hingga Rp300 juta. Dengan suku bunga mulai dari 0,98 persen sesuai dengan besaran pinjaman yang disetujui. Tenor tunjangan dari SCB juga sama dengan KTA dari bank lain yakni mulai dari 12 bulan sampai 60 bulan.

KTA DBS

Bank DBS memiliki produk KTA bernama Dana Bantuan Sahabat dengan plafon dukungan mulai dari Rp5 juta hingga Rp200 juta dengan suku bunga mulai dari 0,95 persen untuk dukungan Rp126 juta hingga Rp200 juta, kemudian suku bunga 1,29% untuk perlindungan Rp5 juta hingga Rp125 juta dengan tenor tunjangan 1 sampai 3 tahun.

Selain bank-bank tersebut, masih banyak produk KTA dari perbankan yang lain yang tepat untuk menjadi sumber tambahan pembiayaan.

Pinjaman dari Fintech

Selain KTA dari perbankan, bagi yang memerlukan bantuan dengan plafon Rp10 juta juga mampu mendapatkannya dari perlindungan lewat aplikasi fintech peer to peer lending. Karena beberapa aplikasi mampu memberikan pertolongan hingga Rp10 juta bahkan lebih.

Namun, beberapa hal yang perlu diketahui adalah suku bunga tunjangan melalui aplikasi fintech jauh lebih besar dibandingkan dengan pemberian melalui KTA bank. Karena proses pengajuan dan persyaratannya juga jauh lebih gampang.

Suku bunga bantuan lewat aplikasi fintech maksimal sebesar 0,8% per hari, namun ada juga beberapa aplikasi yang memutuskan bunga per bulan. Selain suku bunga, pastikan kau mengajukan perlindungan melalui aplikasi yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Beberapa aplikasi yang mampu menawarkan derma hingga Rp10 juta antara lain:

Koinworks

Koinworks.com memperlihatkan bantuan usaha yang berlangsung minimal 2 tahun dan lokasi di Jabodetabek. Minimum santunan yaitu Rp 10 juta. Suku bunga yang ditetapkan dari aplikasi ini ialah sebesar 0,75% hingga 1,7% flat per bulan. Tingkat bunga ditentukan berdasarkan grading yang diberikan oleh Koinworks.

Selain bunga, ada ongkos-biaya lainnya yang perlu ditanggung debitur, antara lain ongkos kesepakatan kredit 2% hingga 4%, Asuransi Jiwa 0,24%, dan biaya manajemen Rp100.000.

Proses pengajuan kredit dilakukan dalam beberapa tahap. Ada 5 tahap yang perlu dilewati.

Pertama, isi formulir secara online. Kedua, jikalau memenuhi syarat, bunga disampaikan dan melanjutkan ke proses selanjutnya. Ketiga, upload dokumen yang dipersyaratkan. Keempat, sesudah dokumen diverifikasi dan perlindungan disetujui, tunjangan akan diposting pada sistem Koinworks supaya pendana mengawali proses bidding. Kelima, pencairan sumbangan, sehabis pemberian sudah didanai 100%, dana ditransfer ke rekening bank peminjam.

Investree

Investree.id adalah tempat yang mempertemukan orang yang punya dana dan orang yang butuh dana. Ini yaitu marketplace antara peminjam dan pemberi perlindungan dan salah satu P2P yang memperlihatkan pemberian usaha sebesar Rp10 juta tanpa jaminan.

Bahkan ketika ini Investree sudah mampu menunjukkan bantuan uang tidak cuma Rp10 juta secara cepat, namun bisa juga memperlihatkan tunjangan Rp50 juta sampai maksimum Rp2 miliar per nasabah sesuai ketentuan P2P.

Calon peminjam bisa mengajukan kredit secara online melalui situs Investree. Pinjaman dikategorikan untuk karyawan dan pebisnis. Semua pertolongan melalui aplikasi ini tanpa jaminan. Namun, pihak Investree memutuskan sejumlah persyaratan.

Untuk karyawan, Investree menunjukkan pertolongan kepada mereka yang melakukan pekerjaan di perusahaan yang telah koordinasi dengan Investree. Syaratnya, debitur berdomisi di wilayah Jabodetabek dengan minimum pendapatan Rp3,1 juta.

Untuk bantuan perjuangan, Investree memperlihatkan invoice financing (pembiayaan modal kerja dengan jaminan tagihan). Perusahaan harus mempunyai kekerabatan bisnis dengan institusi besar mirip perusahaan publik, perusahaan multinasional, BUMN, dan lembaga pemerintahan.

Tidak banyak memang aplikasi santunan online yang mampu memperlihatkan perlindungan dengan plafon hingga Rp10 juta karena rata-rata menunjukkan sumbangan dengan jumlah yang kecil sebab suku bunga yang diberikan juga besar.

Pinjaman Ultra Mikro (UMi)

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) adalah program tahap lanjutan dari acara derma sosial dari pemerintah untuk kemandirian usaha dengan tujuan memberikan pembiayaan untuk perjuangan mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum mampu difasilitasi perbankan melalui acara Kredit Usaha Rakyat (KUR).

UMi menawarkan fasilitas pembiayaan optimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang menyasar nasabah utamanya untuk ibu rumah tangga.

Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP) sebagai¯coordinated fund pembiayaan UMi. Pembiayaan UMi disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Sumber pendanaan berasal dari APBN, bantuan pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keuangan, baik domestik maupun global.

BLU PIP memberikan santunan ke LKBB dengan bunga 2-4 persen per tahun dengan suku bunga yang dikenakan LKBB untuk debitur bervariasi, mulai dari 8-12 persen per tahun. Besaran bunga ini jauh lebih ringan ketimbang santunan dari perbankan seperti Kredit Tanpa Agunan ataupun suku bunga pinjaman online.

Sebagai catatan, semoga nasabah bisa menerima tunjangan tanpa agunan dari pembiayaan UMi ini, pengajuan harus dilaksanakan secara kalangan sehingga LKBB terkait memberikan pendampingan dan pembinaan secara intensif sehingga pengelolaan dana perlindungan dan pelaksanaan perjuangan jadi lebih efektif.

Kemudian setelah usaha yang dilaksanakan oleh nasabah UMi berkembang dan debitur mempunyai aset yang mampu dijaminkan, barulah debitur mampu lepas dari golongan dan mampu mengambil pinjaman dengan denah individu.

Persyaratan pengajuan UMi

Persyaratan yang perlu disediakan oleh para kandidat nasabah UMi untuk mampu menerima pembiayaan selain proses pengajuan yang dilakukan secara berkelompok, antara lain:

  • Tidak sedang didanai oleh forum keuangan/koperasi
  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan mempunyai KTP
  • Memiliki izin usaha/keterangan usaha dari instansi pemerintah dan/atau surat keterangan usaha dari penyalur

Poin penting dari acara pembiayaan UMi ini ialah debitur UMi hanya mampu mengajukan tunjangan maksimal selama 48 bulan atau empat tahun, dengan catatan usaha yang dijalani masih dalam kategori perjuangan mikro.

Apabila kamu sudah mengajukan tunjangan UMi dengan tenor selama 6 bulan, maka sisa hak kau untuk mampu mendapatkan dukungan UMi berikutnya tinggal 42 bulan.

Tiga jenis tunjangan tersebut baik yang berasal dari perbankan, fintech, ataupun acara pemerintah ini sangat sesuai untuk nasabah yang membutuhkan perlindungan dana sebesar Rp10 juta untuk banyak sekali keperluan, termasuk juga untuk modal usaha. Kamu mampu mengajukannya dengan gampang dan aman cuma di CekAja!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed