Menu

Mode Gelap

- · 2 Des 2020 06:03 WIB ·

Rasain, Penimbun Masker Dan Hand Sanitizer Bakal Dibui 5 Tahun


 Rasain, Penimbun Masker Dan Hand Sanitizer Bakal Dibui 5 Tahun Perbesar

Virus corona telah masuk ke Indonesia. Walhasil, rasa cemas berlebih mendera sebagian besar masyarakat. Supermarket eksklusif sarat sesak, pembeli berbondong-bondong menyetok bahan pangan untuk keluarga mereka. Demand masker dan hand sanitizer pun nyaris tak terbendung lagi.

Hukuman untuk penimbun masker dan hand sanitizer

Tanpa sadar, fenomena ini memancing peningkatan harga yang fantastis. Khususnya masker dan hand sanitizer, dimana kini amat diperlukan untuk mencegah penularan coronavirus. Lonjakan nilai kedua barang tersebut banyak didapatkan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur serta beberapa marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.

Jika masker dulu dihargai Rp50 ribu per kotak (isi 50 pcs), sekarang mampu Rp400 ribu dengan jumlah sama. Bahkan ada yang tega menjualnya hingga belasan juta rupiah. Hand sanitizer alias pembersih tangan juga demikian. Dari yang cuma Rp30 ribu per botol, sekarang dijual berkali-kali lipat seharga Rp200 ribu hingga Rp2,5 juta. Edan!

“I see human, but not humanity”, kata para netizen merespon masalah penimbunan ini. Amat disayangkan, sebab para oknum tersebut bukannya saling membantu, malah sibuk mencari keuntungan yang bersifat langsung.

Penimbun Bakal Dibui 5 Tahun

Melansir Suara.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghalangi penimbunan masker di masyarakat. Selain itu, polisi juga menyelidiki daerah-tempat pembuatan masker untuk menganalisa perizinan dan standar kualitas dari bikinan barang tersebut.

Presiden Joko Widodo juga memberi perayaan keras bagi pihak yang sengata mencari kesempatan meraup untung besar dalam keadaan mirip ini. Ia bahkan telah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk segera menangkap penimbun dan penjual masker dengan harga tinggi.

Sanksi penimbunan masker tak coba-coba, semua dikontrol sedemikian rupa pada undang-undang santunan konsumen. Dalam hukum tersebut, pelaku penimbun masker di abad krisis seperti wabah terancam Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 ihwal Perdagangan dengan Ancaman 5 Tahun dan Denda Maksimal Rp 50 Miliar.

Dasar Hukum Bagi Penimbun Masker

Selain pasal dalam undang-undang tadi, kasus penimbunan masker dan hand sanitizer ini juga diperkuat oleh 3 dasar hukum lain. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Pasal 5 ayat (1) UU 5/1999

Jika pelaku usaha masker bareng pesaingnya menguruk untuk memutuskan harga masker, maka mampu dipandang selaku praktik monopoli dan/atau kompetisi usaha tidak sehat.

  • Pasal 29 ayat (1) UU 7/2014

Pelaku usaha tidak boleh menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting (mirip masker), dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang.

  • Pasal 48 ayat (2) UU 5/1999

Sanksi pelaku perjuangan yang menetapkan harga masker dengan cara demikian, denda sekurang-kurangnyaRp5 miliar dan optimal Rp25 miliar atau kurungan pengganti denda optimal 5 bulan.

Bagaimana, masih berani menimbun barang-barang tersebut di tengah wabah virus corona yang semakin mengancam keselamatan sesama? Hukumannya berat, lho!

(Baca Juga: WNI Ibu dan Anak Positif Virus Corona, Begini Kronologi Penularannya)

Orang Sehat Tak Perlu Pakai Masker

Sejak virus corona menjadi gosip global, masyarakat di aneka macam negara mengejar masker seperti orang yang kelaparan. Laporan dari Forkast News menyebut histeria perburuan barang ini terjadi di Hong Kong, London, sampai New York.

Namun, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan penggunaan masker untuk menghalangi COVID-19 hanya berlaku bagi orang yang sakit. World Health Organization (WHO), sebagaiBadan Kesehatan Dunia pun menghimbau hal senada.

Bukan tanpa argumentasi, penggunaan masker saat sehat ternyata lebih berisiko tertular penyakit. Sebab, pengguna masker yang kerap menyentuh bagian luarnya justru mampu membahayakan diri sendiri. Bagian tersebut ialah filter yang memiliki kegunaan untuk menyaring virus, basil, atau basil dari luar. Jika tersentuh, maka sumber penyakit itu mampu berpindah ke jari-jari tangan.

Untuk menangkal persebaran virus corona, langkah paling tepat tak lain dengan tekun mencuci tangan memakai sabun dan air higienis. Di samping itu, jauhi orang sakit apapun itu jenis penyakitnya. Sementara bagi yang kurang sehat meski cuma batuk-pilek, disarankan untuk tidak beraktivitas dan mengisolasi diri sementara.

Apabila sakit yang diderita tak kunjung sembuh, segeralah ke dokter. Gunakan asuransi kesehatan dari CekAja.com untuk meng-cover semua ongkosnya. Cincai!

(Baca Juga: Tenang, Ada Kemungkinan Sembuh Jika Terinfeksi Virus Corona!)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengobatan Asuransi Untuk Pekerja Dan Jenis-Jenisnya

2 Desember 2020 - 11:18 WIB

Pentinglah Asuransi Untuk Barang Elektronik Dan Contohnya

2 Desember 2020 - 11:15 WIB

5 Pekerjaan Freelance Asyik Buat Mahasiswa

2 Desember 2020 - 11:09 WIB

tips Mengubah Kartu Kredit Yang Rusakâ Dan tips Mencegahnya

2 Desember 2020 - 11:06 WIB

Mengenal Pemahaman Dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

2 Desember 2020 - 11:03 WIB

Rekomendasi 7 Daftar Buku Terbaik Untuk Belajar Saham

2 Desember 2020 - 11:00 WIB

Trending di -