by

Saat Paceklik, Yuk Siasati Keuangan Biar Gak Makin Tekor

Pandemi corona dikhawatirkan sebagian kalangan memiliki dampak terhadap ekonomi di Indonesia. Krisis seperti halnya tahun 1998 kemudian, mungkin saja terjadi kembali jikalau wabah sukar dituntaskan dan jumlah korban terus bertambah. Maka itu, kita perlu tahu cara mengakali keuangan ketika paceklik.

Cara Menyiasati Keuangan Saat Panceklik

COVID-19 yang sedang melanda global ini memang bukan main-main.

Penyebarannya begitu cepat sehingga banyak negara memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran kian luas.

Bukan karantina kawasan, pemerintah Indonesia sampai sekarang hanya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka penularan virus corona.

Pemerintah berargumentasi tidak memberlakukan karantina atau lockdown alasannya acara ekonomi harus tetap berlangsung.

Sementara bila lockdown dipraktekkan, semua acara total dilarang.

Tentu saja, kita semua tidak menginginkan ekonomi lumpuh atau bahkan terjadi krisis moneter yang ditaksir akan menambah kesengsaraan rakyat.

Meski demikan, himbauan #dirumahaja sedikit-banyak membuat ekonomi penduduk kedodoran alasannya kebanyakan penduduk berdiam di rumah tetapi pemasukan berkurang.

Untuk mengakali keuangan semoga tidak makin terpuruk, berikut cara mengurus keuangan di dikala situasi paceklik mirip sekarang ini.

1. Pangkas ongkos yang tidak penting

Memangkas budget adalah sebuah opsi yang cukup susah. Namun hal ini sangat mungkin untuk dilakukan.

Kamu mampu memulainya dengan memotong biaya yang tidak terlalu penting. Lihat dan rinci lagi biaya apa saja yang umum kamu keluarkan setiap bulan.

Dengan begitu kamu bisa melihat pengeluaran untuk apa saja.

Jika kau umumnya mengeluarkan biaya untuk pergi ke salon atau nongkrong di kedai kopi, maka mulai ketika ini tidak butuhlagi kau lakukan.

Atau mungkin anak kamu yang sedang mengikuti les atau private bahasa, mampu kamu tunda sementara waktu. Tinggal kamu konsultasi dengan lembaga terkait.

Hal yang perlu diamati ialah kau harus mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, “apakah pengeluaran ini penting untuk kelancaran hidup saya?”. 

2. Menghentikan sementara layanan berlangganan

Berhenti sementara dari layanan berlangganan semisal tv kabel bisa kau lakukan untuk menyesuaikan keuangan kau.

Konsultasikan dengan pihak operator sebab biasanya mereka akan menunjukkan kode dan mampu menghentikan sementara layanan berlangganan kamu.

Usai suasana paceklik ini mereda, kau mampu memulai kembali layanan nanti pada ketika suasana keuangan kau kembali stabil.

(Baca Juga: Hindari Penularan Virus Corona di Dalam Mobil, Cek Tips Ini)

3. Negosiasi ke pemberi kredit

Mengeluarkan uang untuk membayar utang mungkin tak mesti kau lakukan di dikala kondisi saat ini.

Artinya kau bisa bicara secara baik-baik dengan pihak atau pemberi pemberian untuk bisa membayar sebagian utang kau atau menundapembayaran utang kamu.

Apalagi saat ini, ada kebijakan pemerintah yang memberikan fasilitas terhadap debitur selama pandemi soal cicilan utang.

Jika bisa, lakukan pembayaran minimum dikala jatuh tempo.

Anggap saja ini sebagai tindakan menghemat uang sementara, dan kau bisa kembali melaksanakan pembayaran secara penuh saat suasana kamu lebih baik.

4. Kurangi pengeluaran untuk keperluan

Hanya karena pengeluaran diharapkan, bukan bermakna kau tidak bisa mengurangi biaya kebutuhan kamu.

Kamu mampu memulainya dengan menghemat duit dengan belanja bahan kuliner dan mempergunakan promo atau diskon belanja.

Kalau mampu, berhenti untuk tidak membeli masakan mahal dan berbelanja produk branding. 

Coba gunakan kartu member untuk membeli di minimarket biar menerima harga yang lebih murah atau belahan.

Lihat kembali biaya kebutuhan lain, apa saja yang mampu kau minimalkan, seperti belanja sayuran di pasar tradisional umumlebih akan lebih murah dibandingkan dengan di swalayan.

(Baca Juga: Tenang, Ada Rp405,1 Triliun Untuk Hadapi Corona)

5. Manfaatkan kebijakan relaksasi

Beberapa bank dan pihak lembaga dari pihak dan forum keuangan ketika ini banyak yang memberi keringanan atau perlindungan kepada nasabahnya.

Beberapa telah membebaskan atau menurunkan biaya. Dan kau tinggal berkonsultasi dan menelepon pihak bank atau forum keuangan yang bersangkutan.

Seperti dilaporkan katadata.co.id, ada sejumlah syarat yang telah ditetapkan bagi debitur yang mampu menerima keringanan.

Misalnya, nasabah atau debitur yang terkena dampak virus corona, yang besarannya kreditnya di bawah Rp10 miliar.

Syarat tersebut berlaku untuk pekerja informal berpenghasilan harian, perjuangan mikro dan usaha kecil, yang mengambil kredit perjuangan mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kredit usaha rakyat (KUR).

Nah, itulah beberapa kiat menyesuaikan keuangan kamu di tengah ketidakpastian mirip kini ini.

Jika ada kebutuhan mendesak yang tak mampu ditolerir, jangan sungkan untuk mengaukan derma online dari JULO melalui CekAja.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed