by

Sering Pinjol? Apa Hukuman Kalau Tidak Bayar Perlindungan Online

Kalau dahulu bagi mengajukan bantuan duit tunai harus mengajukan ke bank atau koperasi sekarang tidak lagi. Kemajuan teknologi rupanya turut mengganti industri keuangan Indonesia semenjak kehadiran Fintech (Financial Technology) yg dipandang jauh lebih menguntungkan. Dengan Fintech, siapapun memiliki kesempatan menemukan dana tunai lewat pengajuan online.

Yap, hal penting yang menciptakan produk dukungan online alias pinjol begitu laku manis di kalangan penduduk yakni kemudahan pengajuannya. Tidak membutuhkan waktu usang atau patokan yang ribet, Anda bahkan bisa memperoleh dana segar dalam hitungan jam atau bahkan hitungan menit.

Bahkan Anda mampu melakukannya hanya memakai ponsel pintar kesayangan di kamar atau di sela-sela kegiatan kantor. Tak perlu keluar menuju bank, mengisi formulir, menyerahkan bukti kepemilikan aset sebagai jaminan sampai menunggu proses survei, produk pinjol yg disediakan Fintech-Fintech itu memotong semua syarat hingga hanya memerlukan foto e-KTP dan foto bareng e-KTP.

Cara Cerdas Hidup Tenang Bebas dari Lilitan Utang

Namun, lepas dari berbagai akomodasi yang ditawarkan oleh layanan pinjol, ada beberapa hal yang mesti Anda amati. Seperti layaknya dukungan di bank, ada beberapa sanksi dan hukum tegas untuk semua nasabah pinjol. Bahkan bila tidak hati-hati dan memilih penyuplaipinjol ilegal, Anda mampu menemukan kerugian.

7 Sanksi yg Terjadi Jika Menunggak Pinjaman Online

1. Hutang Makin Membengkak

hutang membengkak

Yang namanya berhutang entah ke manapun Anda melakukannya, haruslah terus dibayar. Contohnya hutang ke sobat atau saudara, pasti ada batas waktu yg mengharuskan Anda mengeluarkan uang. Jika meminjam ke seseorang, mungkin proses pembayarannya lebih lunak sebab tidak dikenai bunga. Namun bagaimana jikalau berhutang ke pinjol? Anda harus bersiap dengan besaran bunga yang mencekik.

Kalau menurut Anda berhutang di pinjol jauh lebih kondusif alasannya proses pengajuannya secara daring sehingga jikalau tiak bayar data bakal hilang, itu salah besar. Justru dalam dukungan daring, denda dan bunga mulai tetap berjalan. Artinya, semakin usang Anda menunggak, jumlah tagihan juga kian bisul. Meskipun begitu OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menawarkan aturan untuk bunga pinjol Fintech cuma sebesar 0,8% per hari.

Sementara bagi soal denda, seandainya dijumlahkan haruslah sebesar 100% dari jumlah santunan keseluruhan. Sehingga jika seandainya Anda meminjam Rp2 juta, maka dana optimal yang harus dikembalikan ke pihak pinjol jikalau menunggak ialah Rp4 juta dalam era waktu 90 hari. Karena jika sumbangan telah melalui dari 90 hari, penyelenggara Fintech dihentikan untuk melaksanakan penagihan.

Namun hal-hal di atas hanya berlaku pada pinjol Fintech yg telah berizin dan terdaftar resmi di OJK. Sementara kalau Anda mengajukan bantuan di Fintech ilegal, perhitungan bunga dan denda sangatlah tidak terang dan hebat besar.

Anda yg mengajukan santunan Rp1 juta, mampu saja memperoleh dana tunai hanya sebesar Rp600 ribu tetapi wajib mengembalikan Rp1,2 juta dalam waktu sepekan saja. Jika telat? Tagihan bisa membengkak hingga berkali-kali lipat.

2. Data Pribadi Dapat Tersebar

Sanksi berikutnya yang mengancam nasabah pinjol ialah data eksklusif yg tersebar. Kok mampu? Karena dikala mengajukan pinjol di aplikasi Fintech, kandidat nasabah diminta bagi menawarkan isu data eksklusif termasuk alamat tinggal, lokasi kerja, info kontak di ponsel sampai foto e-KTP dan swafoto dengan e-KTP.

Beberapa pinjol yang ilegal umumnya menggunakan data-data langsung ini selaku salah satu amunisi ancaman buat nasabah yang menunggak. Mereka bahkan tidak segan bagi mengembangkan ke segala daftar kontak pada ponsel pintar Anda. Ingat, hal ini terperinci melanggar aturan pidana alasannya adalah OJK melarang semua Fintech sedang penyebaran data pribadi sekalipun nasabah menunggak.

Ini Lho, 7 Tips Memilih Pinjaman Online yang Sahih

Untuk itulah kalau Anda mengalami hal ini, langsung laporkan Fintech ilegal tersebut ke pihak yang berwajib. Namun biar tidak mengalaminya, ada baiknya Anda meminjak di Fintech P2P Lending yang telah terdaftar di OJK dan menjadi anggota AFPI. Mau lebih kondusif lagi? Sebisa mungkin bayar hutang pinjol tepat waktu atau tidak usah mengajukan pinjol sekalian.

3. Kedatangan Tukang Tagih

Stres tagihan pinjol

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa sekalipun Fintech penyedia pinjol melakukan usahanya secara daring, yg namanya tukang tagih tetap ada. Jadi saat Anda dengan sengaja tidak membayarkan tagihan, mesti siap dengan segala jadinya tergolong penagihan melalui debt collector.

Keberadaan tukang tagih ini memang dijalankan oleh Fintech sesudah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga di luar perusahaan. Karena ialah pihak di luar perusahaan Fintech, pastinya para debt collector ini mempunyai metode penagihan yg benar-benar berbeda dengan pendekatan yang dikerjakan oleh Fintech.

Ada banyak sekali cerita para nasabah Fintech yang menunggak selama berminggu-pekan, kehadiran para tukang tagih dengan perilaku yang tidak manusiawi. Bukan hanya di kediaman eksklusif, beberapa tukang tagih sampai melakukan aksinya di lokasi kerja. Tentu saja kedatangan debt collector ini terang bisa bikin malu.

4. Aktivitas Terganggu

Dalam proses penagihannya, Fintech pemasokpinjol memang melaksanakan pendekatan yang lebih ‘bergairah’ dibandingkan bank-bank resmi. Di mana beberapa hari jelang jatuh tempo, nasabah mulai mendapatkan keteranganbaik lewat SMS atau telepon bagi pembayaran tagihan. Bahkan buat Fintech ilegal, mereka melaksanakan keteranganpenagihan dengan sangat mengganggu.

Contohnya saja mengirimkan SMS terus-menerus atau melakukan panggilan telepon berulang kali tanpa kenal waktu. Proses penagihan yang tidak manusiawi ini terperinci menganggu acara seseorang, sekalipun memang dia yakni nasabah pinjol.

Ada banyak pengesahan nasabah Fintech ilegal yg mengaku ditelepon pihak penagihan ketika dini hari atau tengah malam, sampai ketika hari libur. Bahkan ada pula yg tetap melaksanakan penagihan di dikala nasabah dalam keadaan kesulitan seperti sakit dan sampai tidak yakin atas pengesahan nasabah. Kasus-perkara mirip ini terperinci mengusik acara nasabah sehingga membuat mutu hidup mereka terganggu.

5. BI Checking Memburuk

BI Checking buruk

Dalam industri Fintech P2P Lending yang memberikan pinjol, segala data eksklusif digital dari calon peminjam menjadi variabel dalam perhitungan scoring kredit. Data langsung digital ini memang menjadi jaminan reputasi nasabah yg merupakan pengganti dari jaminan kebendaan mirip layaknya pinjaman di bank. Penggunaan data digital ini mempunyai sisi faktual dan negatif.

Sisi positifnya yakni Anda tidak mesti mempunyai kendaraan bermotor, aset properti atau bisnis sendiri agar mampu melakukan pinjaman.

Karena buat mengajukan pinjol, tinggal melengkapi aplikasi yang berisi gosip data pribadi, gosip pekerjaan, gosip rekening bank dan kemudian menanti evaluasi kredit. Sementara itu sisi negatifnya bila Anda menunggak atau bahkan gagal membayar, data eksklusif digital mampu memburuk.

Ketika seorang nasabah gagal sedang tunjangan di Fintech resmi, pihak pinjol berhak melaporkan data pribadi nasabah tidak bertanggung jawab itu ke OJK.

OJK mulai memproses daftar orang dengan kredit bermasalah itu yg menciptakan evaluasi BI Checking memburuk.

Jika BI Checking Anda memburuk lantaran tidak jarang menunggak pinjol, maka akan ditentukan kesusahan dalam mengajukan bantuan di Fintech yang lain hingga tak mampu disetujui dalam proses KPR (Kredit Pemilikan Rumah), pengajuan cicilan kendaraan bermotor sampai kartu kredit.

7 Tips Keuangan Untuk Generasi Sandwich

Tentu saja ini merupakan salah sesuatu sanksi yang sungguh merugikan alasannya yang namanya kehidupan bermasyarakat, ada kalanya Anda memerlukan skema pembiayaan dari bank.

Misalkan saja Anda ingin membuka suatu bisnis dan kekurangan modal, tentu akan mengajukan ke bank. Begitu pula ketika ingin mempunyai rumah lewat sketsa KPR, kalau BI Checking Anda sudah jelek karena terbukti berurusan dalam pinjol, mampu-mampu segala pengajuan Anda digagalkan.

6. Stres dan Merasa Terancam

Nah, hukuman terakhir yang ialah akumulasi dari semua hal sebelumnya ialah Anda mulai merasa stres dan terancam. Penagihan yang terus-menerus terperinci bikin hidup Anda tak damai. Apalagi jikalau bermasalah dengan Fintech ilegal, pihak penagihan mampu melaksanakan apapun buat meneror nasabah.

Mulai dari bahaya penyebaran data pribadi ke seluruh kontak sampai bahaya pelaporan ke pihak berwajib. Jika telah meraih tahapan ini, Anda harus sedang agresi tegas dengan balik melaporkan tukang tagih Fintech ilegal ke kepolisian dan OJK.

Karena dalam aturan OJK, Fintech cuma diperbolehkan menagih dalam waktu 90 hari. Masih dalam aturan OJK pula, sebenarnya Fintech penyedia pinjol tidak boleh memakai data kontak ponsel nasabah buat keperluan penagihan, apapun kondisinya.

Lantas, Apa Solusinya Jika Nir Dapat Bayar Pinjol?

solusi banyak hutang pinjol

Melihat penjelasan di atas, sanksi sekaligus risiko yg dialami nasabah penunggak pinjol memang berat. Tak heran banyak sekali tawaran bagi seseorang bagi sebisa mungkin menghindari dukungan online, apapun kondisinya.

Karena sekalipun memberikan penawaran pencairan hitungan menit dan dana tunai besar, yang namanya pinjol akan senantiasa menjadi beban dalam kehidupan.

Lantas, bagaimana dong caranya kalau telah terlanjur terjebak bundar setan pinjol sehingga harus gali lubang tutup lubang demi mengeluarkan uang tagihan? Ada beberapa penyelesaian yg bisa mencoba Anda terapkan berikut ini:

1. Atur Ulang Pinjaman

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK adalah Tongam L. Tobing menyebutkan bila penyelesaian pertama bagi mereka yg terlalu kadang pinjol sehingga mengalami dilema dalam pembayaran ialah sedang restrukturisasi derma. Maksudnya adalah Anda mampu mengajukan penjadwalan ulang kepada pihak Fintech mengenai pembayaran mirip pemunduran waktu bayar tagihan.

2. Pengurangan Bunga

Solusi selanjutnya yg bisa jadi pertimbangan merupakan pengajuan pengurangan bunga. Pengurangan bunga ini mesti diadaptasi dengan kemampuan nasabah semoga mampu melaksanakan pembayaran dengan berkala lagi nantinya.

Hanya saja ajakan ini mungkin tidak bisa dilaksanakan ke semua Fintech, terlebih jikalau Anda terjerat dalam pinjol ilegal. Karena pinjol ilegal memang melaksanakan usahanya dengan mempergunakan bunga yg sungguh besar, di luar aturan OJK.

Jika anda ingin mendaftar sumbangan daring cepat cair bahkan kurang dari 30 menit, anda bisa membaca postingan ihwal pinjol disini.

3. Lapor Polisi

Solusi terakhir yang mampu dilakukan kalau Anda sudah merasa tak bisa lagi menangani tindakan penagihan merupakan lapor ke polisi. Namun patut dikenang, pelaporan layanan pinjol ke kepolisian hanya bisa dikerjakan kalau Anda mengalami langkah-langkah penagihan yang tak manusiawi. Tapi sekalipun lapor polisi, Anda masih dikenai keharusan untuk membayar tagihan sesuai kemampuan.

Melihat pembahasan di atas, mampu disimpulkan bahwa hukuman yg mengancam nasabah bermasalah di pinjol memang sungguh-sungguh merugikan. Bukan hanya berimbas ke duduk perkara finansial saja, sanksi jika tidak bayar perlindungan online akan merugikan diri Anda secara mental pula.

Karena itulah sebelum sedang pengajuan pinjaman online, Anda mesti mampu betul-betul memastikan diri untuk membayarnya. Jangan sampai cuma semangat dan bahagia dikala meminjam, eh secara tiba-tiba kabur dan lupa keharusan mengeluarkan uang tagihan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *