Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 13 Okt 2021 09:06 WIB ·

Smelter Freeport di Gresik Produksi 35 Ton Emas Per Tahun


 Smelter Freeport di Gresik Produksi 35 Ton Emas Per Tahun Perbesar


JawaPos.com – Di atas lahan seluas 100 hektare, smelter akan dibangun di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik. Fasilitas pengolahan dan pemurnian hasil tambang tersebut memiliki desain single-line terbesar di dunia.

Kemarin (12/10) Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) itu. Dengan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, diharapkan daya tarik kawasan tersebut dapat meningkat.

Presiden Jokowi menuturkan, smelter tersebut akan mendukung hilirisasi tembaga di Indonesia. Potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar. Menurut dia, cadangan tembaga Indonesia merupakan tujuh terbesar di dunia. ”Potensi ini harus kita manfaatkan untuk rakyat. Jangan sampai kita punya smelter, tapi hilirisasi di negara lain. Kita jangan ekspor raw material tambang atau mentahan,” katanya.

Mantan wali kota Solo itu menjelaskan, smelter tersebut dibangun untuk menciptakan nilai tambah produk tambang di dalam negeri. ”Ini adalah sebuah kebijakan strategis terkait dengan industri tambang tembaga setelah kita menguasai 51 persen saham Freeport dan saat itu juga kita mendorong agar Freeport membangun smelter di dalam negeri,” ungkapnya.

Hilirisasi juga akan memberikan pemasukan yang lebih tinggi terhadap negara serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. ”Dalam masa konstruksi saja akan ada 40 ribu tenaga kerja yang bisa bekerja. Artinya, yang terbuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Gresik dan Provinsi Jawa Timur,” lanjutnya.

Dengan luas 100 hektare, smelter single-line itu akan menjadi yang terbesar di dunia. Kapasitas pengolahannya mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480 ribu ton logam tembaga. ”Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik ini menjadi daya tarik bagi industri-industri lain untuk masuk,” bebernya. Dia ingin industri turunan tembaga turut berinvestasi di kawasan itu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : son/lyn/dee/agf/c19/fal





Antara News

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Marak Perusahaan Pinjol Ilegal Meresahkan Warga, Begini Respons OJK

15 Oktober 2021 - 13:08 WIB

Hati-hati Tertipu Jasa Keuangan Palsu, Ikuti 5 Langkah Ini

3.000 Pinjol Ilegal yang Meresahkan Sudah Ditutup

15 Oktober 2021 - 12:03 WIB

3.000 Pinjol Ilegal yang Meresahkan Sudah Ditutup

Selepas Disinggung Jokowi, Barulah Polisi Memburu Pinjol Ilegal di Berbagai Kota

15 Oktober 2021 - 07:31 WIB

Selepas Disinggung Jokowi, Barulah Polisi Memburu Pinjol Ilegal di Berbagai Kota

Kabar Gembira, Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus USD 4,37 Miliar

15 Oktober 2021 - 06:06 WIB

Kabar Gembira, Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus USD 4,37 Miliar

Sektor Pertanian Meningkat di Saat Sektor Lainnya Menurun

15 Oktober 2021 - 06:05 WIB

Sektor Pertanian Meningkat di Saat Sektor Lainnya Menurun

RI Kembali Surplus USD 4,37 Miliar

15 Oktober 2021 - 05:25 WIB

RI Kembali Surplus USD 4,37 Miliar
Trending di bps

Sorry. No data so far.