Menu

Mode Gelap

- · 2 Des 2020 04:12 WIB ·

Stop Jabat Tangan, Sementara Ganti Dengan 5 Alternatif Penting


 Stop Jabat Tangan, Sementara Ganti Dengan 5 Alternatif Penting Perbesar

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, penularan virus corona bukan lewat udara, melainkan dari droplet. Droplet yaitu cairan yang keluar dari badan orang yang terinfeksi, biasanya saat batuk dan bersin. Hal ini menciptakan penularan lebih mudah terjadi dikala melaksanakan jabat tangan dengan seseorang. Lalu, tanpa sadar kita pun menyentuh area muka mirip mata, hidung, atau verbal.

5 Alternatif Selain Jabat Tangan

Dari sebelum virus corona mewabah ke seluruh dunia, penularan penyakit yang dipicu bersalaman telah kerap terjadi. Konon, jabat tangan paling rentan menularkan virus dan bakteri ketimbang tos dengan mengepalkan tangan.

Kok bisa? Tangan ialah salah satu bagian badan yang paling banyak bekerja dan kerap menjamah aneka macam permukaan. Apalagi jikalau kamu berjalan-jalan di tempat lazim, tidak ada yang bisa memastikan bahwa pegangan tangga atau tombol lift yang tersentuh bebas dari virus dan bakteri.

5 Alternatif Selain Jabat Tangan

Jabat tangan sering dijalankan selaku penyambutan, sapaan dua orang kurun berjumpa , dan ketika kedua pihak sudah meraih suatu persetujuan. Terutama di Indonesia, jabat tangan juga dianggap selaku tanda hormat dari yang muda terhadap yang lebih tua.

Tak perlu ada perasaan tak lezat sebab enggan bersalaman. Menghimpun banyak sekali sumber, salah satunya yaitu National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin of Medicine, terdapat 5 alternatif lain selain jabat tangan yang lebih kondusif. Berikut di antaranya:

1. Melambaikan tangan

Pertama, cukup melambaikan tangan. Namun, melambaikan tangan cuma bisa dilakukan pada sahabat sebaya, sobat akrab, atau orang yang lebih muda dari kita. Gerakan ini sering dianggap kurang etis bila dilakukan ketika berjumpa dengan orang yang lebih bau tanah.

2. Tos siku

Jika tos biasanya dijalankan memakai telapak tangan, kali ini dengan siku saja. Berdirilah menyamping, lalu julurkan ujung siku dan tos ke arah ujung siku temanmu juga. Siku menjadi bagian tubuh yang akan susah terjangkau oleh muka, sehingga kecil kemungkinan menjadi media penularan virus corona.

3. Tos kaki

Pada video yang belakangan viral, nampak 2 lelaki asal Wuhan mempraktikkan tos kaki dengan sang sahabat. Cara tersebut kini diketahui dengan Wuhan Shake. Pertama-tama, kaki kanan dijulurkan dan ditoskan ke kaki kanan temannya, begitupun sebaliknya kaki kiri. Tentu saja, tos anti mainstream ini dijalankan untuk menyingkir dari kontak antar telapak tangan demi terhindar dari virus corona.

(Baca Juga: Jangan Panik, Ini 3 Kerugian Dari Panic Buying Hadapi Corona)

4. Gaya Thailand

Dengan gerakan salam The Thai Wai, kita hanya perlu menyatukan dua telapak tangan di depan dada, kemudian sedikit membungkukkan tubuh ketika berhadapan dengan orang lain yang akan diberi salam. Cara ini sebetulnya cukup sering dikerjakan, khususnya jika bagi orang yang tidak ingin berjabat tangan dengan lawan jenis.

5. Namaste

Alternatif salaman terakhir, kerjakan dengan namaste. Namaste ialah bentuk salam dari India dan dipopulerkan dalam praktik olahraga yoga. Cara ini dilaksanakan dengan menyatukan dua telapak tangan di depan dada, seperti dengan gerakan berdoa.

Cara termudah dan paling aman biar tidak tertular atau menularkan virus ketika menyapa orang, bantu-membantu ialah dengan tersenyum. Gerakan ini bisa dilaksanakan dengan memandang mata orang lain sambil menyapa secara verbal. Jika kita terpaksa bersalaman dengan orang lain, segeralah mencuci tangan setelah hingga di rumah atau di daerah yang dituju.

Social distancing, Himbauan Menjaga Jarak

Di samping alternatif berjabat tangan, WHO juga memberi himbauan untuk melaksanakan ‘social distancing’ atau jarak sosial. Social distancing sendiri merupakan tindakan pengendalian infeksi demi menghalangi penularan virus corona.

Masyarakat diminta biar mempertahankan jarak setidaknya 1 meter dari siapa pun yang dimengerti mengalami tanda-tanda batuk dan bersin. Jarak yang terlalu akrab memungkinkan dirimu menghirup cairan yang mengandung virus.

(Baca Juga: 7 Mitos Virus Corona yang Menyesatkan. Jangan Percaya!)

Dalam kondisi darurat, himbauan ini ditindak lanjuti dengan penutupan sekolah, penghentian acara kerja di luar layanan penting, isolasi, pembatalan izin keramaian, pembatasan transportasi umum, hingga penutupan akomodasi rekreasi.

Penuhi segala kebutuhanmu untuk menangkal penularan virus corona. Mulai dengan menyetok hand sanitizer, masker secukupnya, vitamin penunjang imun, serta materi kuliner bergizi. Terkendala di harga yang mulai naik? Dapatkan tunjangan online dari Kredit Pintar mulai Rp 600 ribu – Rp 2,3 juta.

Eits, jangan takut ketipu…! Kredit Pintar sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kok. Sehingga layanan yang diberikan terbukti kondusif dan terpercaya. Ajukan sekarang juga, yuk!

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengobatan Asuransi Untuk Pekerja Dan Jenis-Jenisnya

2 Desember 2020 - 11:18 WIB

Pentinglah Asuransi Untuk Barang Elektronik Dan Contohnya

2 Desember 2020 - 11:15 WIB

5 Pekerjaan Freelance Asyik Buat Mahasiswa

2 Desember 2020 - 11:09 WIB

tips Mengubah Kartu Kredit Yang Rusakâ Dan tips Mencegahnya

2 Desember 2020 - 11:06 WIB

Mengenal Pemahaman Dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

2 Desember 2020 - 11:03 WIB

Rekomendasi 7 Daftar Buku Terbaik Untuk Belajar Saham

2 Desember 2020 - 11:00 WIB

Trending di -