by

Tips Bisnis Ekspedisi

Reporter: Marantina | Editor: Dikky Setiawan

Mengenal Apa itu Bisnis Ekspedisi dan Tips Menjalankannya - Toko  - tips bisnis ekspedisi
Mengenal Apa itu Bisnis Ekspedisi dan Tips Menjalankannya – Toko – tips bisnis ekspedisi | tips bisnis ekspedisi
Peluang dan Kiat Sukses Bisnis Ekspedisi Truk, Simak Yuk! - Bang  - tips bisnis ekspedisi
Peluang dan Kiat Sukses Bisnis Ekspedisi Truk, Simak Yuk! – Bang – tips bisnis ekspedisi | tips bisnis ekspedisi

JAKARTA. Mimi Silvia terlihat kesal. Penjual penganan khas Sumatra Barat tersebut dikomplain oleh pelanggannya. Paket yang ia kirim dari Padang seharusnya hingga dalam tiga hari ke tempat pelanggan di Surabaya, Jawa Timur. Namun, kelengahan pihak pengiriman membuat pelanggan baru dapat menerima paket dalam lima hari. 

Lain waktu, paket makanan yang ia kirim justeru rusak sebab digerogoti tikus. Walaupun pihak logistik mengubah 100% dari harga paket, tetap saja Mimi mengeluhkan proses penggantian yang lama. “Dari total pengiriman, selama 30% terlambat hingga di tangan pelanggan. Tapi, kehancuran paket melulu sekali,” kisah Mimi pada KONTAN, pekan lalu.

Keluhan Mimi, bahwasannya memang acap dirasakan oleh semua pelaku usaha yang menjual produk dan jasanya secara daring alias online. Pesatnya pertumbuhan teknologi dan informasi memang membuat tidak sedikit pelaku usaha bergantung pada jasa ekspedisi barang. Wajar, andai belakangan ini tidak sedikit bermunculan pemain baru di bisnis jasa kurir. Salah satunya, SiCepat Express.

Perusahaan kurir itu baru mengupayakan peruntungannya di bisnis ini pada 2014 sebab melihat besarnya potensi ekspedisi paket. Meski begitu, SiCepat tak asal mengincar pasar. Untuk dapat menjaga keberadaan bisnisnya di industri jasa pengiriman, ada sebanyak strategi yang dijalankan. Salah satunya menggandeng sejumlah partner penyedia website e-commerce. Di antaranya, Tokopedia, Bukalapak, Matahari Mall, Jakarta Notebook, dan Boboboo.

Wiwin Dewi Herawati, Head of Sales & Marketing SiCepat Express mengatakan, bisnis SiCepat memang konsentrasi untuk meluangkan layanan jasa pengiriman untuk para pebisnis daring. Maklum, menurut keterangan dari Wiwin, bisnis e-commerce dalam 10 tahun mendatang dapat tumbuh selama 20%–30% per tahun.

Untuk itu, lanjut dia, mengerjakan kerjasama dengan website e-commerce menjadi di antara strategi SiCepat dalam menggenjot volume penjualan.  Apalagi, sekitar ini, ceruk besar toko online hanya dikerjakan perusahaan kurir berskala besar. “Pada 2014, kami jadi perusahaan pengiriman kesatu yang konsentrasi pada e-commerce. Sekarang, pesaing telah banyak,” ujar Wiwin saat didatangi KONTAN, Rabu (10/5).

Demi menjaring tidak sedikit pelanggan yang berangjangsana ke toko daring mitranya, lanjut Wiwin, pihaknya membagi penghasilan dengan perusahaan sang mitra. “Rentang penghasilan yang kami bagikan kira-kira 5%–10% dari total penghasilan per bulan,” imbuh Wiwin.

Dia mengakui, bersinggungan dengan bisnis yang berhubungan dengan teknologi digital menciptakan perusahaan kurir mau enggan harus berinovasi secara teknologi. Apalagi, angin kompetisi terasa makin kencang. “Kami mesti jadi unsur dari ekosistem teknologi digital supaya tidak ketinggalan jaman,” ucap Wiwin. 

Peluang dan Kiat Sukses Bisnis Ekspedisi Truk, Simak Yuk! - Bang  - tips bisnis ekspedisi
Peluang dan Kiat Sukses Bisnis Ekspedisi Truk, Simak Yuk! – Bang – tips bisnis ekspedisi | tips bisnis ekspedisi

Wiwin mengklaim, SiCepat menjadi pionir sistem customer relationship management (CRM) untuk mempermudah pelanggan dalam pelacakan paket dan informasi layanan. SiCepat menerapkan sistem keanggotaan supaya konsumen mendapatkan ekstra layanan, laksana penjemputan untuk paling tidak sebanyak 5 paket atau 5 kilogram (kg) paket. Di samping itu, SiCepat menyerahkan potongan harga alias diskon ongkos pengiriman guna paket tersebut.

Bagi anggota loyal, SiCepat juga memberi layanan khusus. Melalui divisi creative design yang dimilikinya, SiCepat menawarkan jasa guna desain grafis yang sehubungan dengan bisnis anggotanya. Bahkan, SiCepat pun tolong mempromosikan produk pelanggan loyal, baik lewat layanan pesan singkat (SMS) atau promosi di sekian banyak jejaring media sosial.

Hingga kini, SiCepat mempunyai 63.000 anggota di semua Indonesia. Dari total anggota tersebut, terdapat 500 anggota yang termasuk loyal, yang membayar ongkos pengiriman barang sebesar Rp 55 juta per bulan. 

Wiwin menambahkan, pihaknya pun kerap menjalin relasi dengan komunitas penjaja atau pelapak di perusahaan e-commerce. Hampir tiap bulan, SiCepat mengedukasi semua penjual produk guna mengetahui sekian banyak keunggulan jasa yang disediakan perusahaannya.

Garansi dan serbagratis

Strategi beda yang dilaksanakan ialah mengantarkan nomor resi melewati SMS pada pembeli dan pesan elektronik ke penjual. “Ini sangat mempermudah pelanggan yang dalam sehari dapat mengirimkan ratusan bahkan ribuan paket,” tegas Wiwin.

SiCepat pun menjamin keluhan pelanggan teratasi dalam tujuh hari kerja. Wiwin juga memberi jaminan paket yang hilang bakal diganti dengan nilai maksimal Rp 500.000 per paket. “Kami berani menyerahkan kembali dana atau refund. Sementara perusahaan lain melulu menggantikan dengan cuma-cuma ongkos kirim,” tambahnya.

Berbagai strategi melewati inovasi layanan, kata Wiwin, telah jadi keharusan di tengah kompetisi bisnis. Inovasi layanan laksana penjemputan gratis, lacak paket melewati situs internet, ganti rugi, menjadi standar baru untuk perusahaan kurir. 

Wiwin bilang, inovasi layanan tidak masalah untuk perusahaannya. Sebab, inovasi tersebut menggeser alokasi budget guna iklan menjadi layanan. Dus, SiCepat pun melulu melakukan kampanye atau promosi secara digital yang biayanya murah. 

“Kalau kami pasang iklan di stasiun televisi dengan ongkos miliaran rupiah belum pasti efektif. Tapi, dengan layanan ekstra ini, telah pasti menambah permintaan pengiriman,” kata dia.

Berdasarkan keterangan dari Wiwin, perlu waktu setahun untuk SiCepat guna dilirik perusahaan e-commerce sebagai pilihan perusahaan kurir untuk mereka. Kerja sama dengan perusahaan e-commerce ini pun pelbagai ketentuannya. 

Awalnya, SiCepat melulu mengirimkan barang barang-barang milik semua penjual yang menjual produknya Instagram dan Facebook. Seiring perkembangan, SiCepat sudah memiliki lumayan pengalaman. Alhasil, perusahaan e-commerce mulai tertarik guna menggandeng SiCepat dalam meluangkan jasa layanan ekspedisi barang kepunyaan merchant yang bergabung dengan toko daring tersebut.

Kini, Wiwin mengklaim, SiCepat sudah mempunyai 120 gerai di seluruh provinsi di tanah air. Jumlah karyawannya pun ketika ini telah menjangkau sekitar 1.800 orang. Saban hari, SiCepat dapat mengirim barang 40.000–60.000 paket. “Nilai transaksinya menjangkau Rp 1 miliar,” kata Wiwin.

Sayang, dia tak mau membeberkan nilai deviden perusahaannya dari bisnis ini. Yang jelas, imbuh Wiwin, di sepanjang tahun lalu perkembangan bisnisnya menjangkau 300% bila dikomparasikan 2015. Jumlah pelanggannya juga bertambah. 

Dia memberikan contoh di Jakarta Notebook, sebelumnya, melulu sekitar 30% penjaja di website ecommerce yang memakai jasa ekspedisi SiCepat. Tapi kini porsinya naik jadi 50%. Sementara di Bukalapak, terdapat 68.000 pelapak yang memakai jasa SiCepat dari total lebih 1,5 juta pelapak di marketplace tersebut.

Cuma, Wiwin mengakui, porsi ekspedisi barang melewati e-commerce belum mendominasi bisnis SiCepat. Kontribusinya melulu sebesar 40%. Sementara sisanya 60% dari  paket penjaja online di jejaring sosial laksana di Instagram dan Facebook.

SiCepat tak sendirian menyantap gurihnya bisnis jasa pengiriman. Ada J&T Express yang bercita-cita memeluk dewi fortuna dari bisnis ini. J&T baru digandeng perusahaan e-commerce pada mula tahun 2017 atau selama 1,5 tahun semenjak perusahaan ini berdiri. “Kami mesti memperlihatkan dulu bahwa perusahaan kurir ini punya kualitas yang paling bagus,” tutur Robin Lo, Direktur J&T Express.

Robin melanjutkan, kue bisnis ekspedisi barang ini paling besar. Dalam sehari, Robin mengaku, terdapat lebih dari 1 juta paket yang diantarkan lewat jasa kurir. Potensi yang besar ini tentu paling menggiurkan. Jumlah toko daring juga kerap bertambah, baik skala kecil maupun perusahaan e-commerce yang transaksinya besar.

Itu sebabnya, J&T Express pun menerapkan sekian banyak strategi demi menciduk pelanggan. Salah satunya, dalam menawarkan jasa pengiriman, J&T memakai brand ambassador dan iklan di sekian banyak media sosial. Perusahaan kurir ini juga pernah memasang iklan di sebanyak stasiun televisi. 

Robin bilang, perusahaan pengiriman memang mesti berani menerbitkan modal besar untuk unik minat semua pelanggan dengan menggelar pelbagai promosi dan meluangkan layanan tambahan.  “Jadi, dengan layanan itu, kini kami masih rugi. Tapi, proyeksi kami dalam lima tahun telah terlihat dampaknya,” tambah dia.

Yang menarik, dalam mengirim paket pesanan pelanggan, J&T pun menyediakan layanan pada hari libur. Di samping itu, J&T meluangkan layanan call center gratis. Jadi, pelanggan tak butuh membayar ongkos panggilan ketika menghubungi pihak J&T untuk mengucapkan keluhannya. “Inovasi adalah layanan yang seharusnya diserahkan perusahaan kurir sebagai perusahaan jasa,” beber Robin. 

Robin mengaku, dalam sehari, J&T dapat melayani ekspedisi 150.000 paket ke semua Indonesia. Kebanyakan paket adalah barang barang-barang penjual online, baik dari Instagram maupun perusahaan, laksana Tokopedia dan Bukalapak. 

Adapun, kontribusi ekspedisi barang dari jasa toko daring untuk J&T selama 80%. Sisanya ialah paket konvensional berupa dokumen. J&T pun melayani ekspedisi untuk ponsel Oppo. Maklum, perusahaan kurir ini dirintis semenjak Agustus 2015 oleh Jet Lee, mantan CEO Oppo Indonesia. Kini,  J&T mempunyai 1.200 kantor cabang dan 10.000 karyawan. 

Robin menambahkan, perusahaan e-commerce tentu memilih jasa kurir yang punya jejak rekam yang baik. Pasalnya, kualitas jasa kurir memprovokasi kualitas perusahaan e-commerce tersebut. Kalau jasa kurir jelek, baik penjaja maupun pembeli pasti memandang buruk perusahaan tersebut.

Robin berharap, dalam tiga tahun hingga lima tahun mendatang, J&T telah punya pelanggan tetap yang loyal. Dan, dengan semakin berkembangnya bisnis daring, ia optimistis, penghasilan J&T dapat tumbuh sebesar 15%–20% masing-masing bulan pada tahun-tahun mendatang.

Tips Bisnis Ekspedisi – tips bisnis ekspedisi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *