Menu

Mode Gelap

- · 1 Des 2020 17:24 WIB ·

Virus Corona Yaitu Penyakit Yang Mampu Sembuh Sendiri. Penting Faktanya!


 Virus Corona Yaitu Penyakit Yang Mampu Sembuh Sendiri. Penting Faktanya! Perbesar

Beberapa bulan terakhir, publik dikejutkan dengan adanya wabah penyakit dari virus corona. Meskipun menjadikan akhir hayat untuk sebagian penderitanya, ternyata virus corona ialah virus penyebab penyakit yang mampu sembuh dengan sendirinya.

Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Sendirinya. Ini Faktanya

Kenali Lebih Jauh Virus Corona

Virus corona ialah sebuah virus penyebab penyakit yang seperti dengan flu. Dikenal juga dengan istilah COVID-19, virus corona masuk ke dalam kategori virus gres yang menyerang insan. Sehingga belum mampu diidentifikasi lebih lanjut soal kemajuan dan vaksinnya.

Mulanya, wabah dari virus ini didapatkan pertama kali di Wuhan, China, pada Desember 2019 lalu. Karena penularan yang cepat, virus ini menyebar ke daerah lain bahkan hingga ke negara-negara lain di dunia. Seperti Jepang, Korea, Italia, hingga kini masuk ke Indonesia.

Virus corona yakni virus yang menjadikan seseorang menderita bisul pernapasan ringan sampai berat, dengan gejala yang mirip seperti flu. Semua orang sama-sama memiliki kemungkinan terserang virus ini. Mulai dari bayi, balita, bawah umur, orang dewasa, hingga lansia.

Pada masalah terberat,virus corona menyebabkan pneumonia atau nanah paru-paru, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), serta bisa mengakibatkan kematian (umumnya alasannya adalah diikuti komplikasi penyakit lain).

(Baca Juga: Mengenal Apa Itu Social Distance agar Tidak Makara Korban Corona)

Penularan Virus Corona

Sebelumnya, publik sungguh khawatir ihwal penularan virus corona ini. Namun, para andal kesehatan kemudian mensosialisasikan bahwa penularan virus corona bukan melalui udara.

Melainkan melalui droplet atau tetesan air liur, cairan hidung, atau kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin.

Sebagai pencegahan, penggunaan masker disarankan untuk mereka yang sedang merasa tidak enak badan (keadaan imunitas tubuh sedang lemah), isolasi diri di rumah (setidaknya selama 14 hari) dan tidak bepergian untuk keperluan yang tidak mendesak, rajin mencuci tangan, tidak menjamah paras , dan segera mandi sehabis bepergian dari luar.

Gejala Corona

Karena virus corona ialah virus yang lebih konsentrasi menyerang tata cara pernapasan, maka gejala-gejala yang dinikmati orang yang terinfeksi kemungkinan selaku berikut:

  • Batuk
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius
  • Nyeri dada

Gejala ini akan muncul dalam waktu dua hari sampai dua minggu sesudah terpapar virus corona.

Tahap Pemeriksaan Dokter

Jika kamu merasakan tanda-tanda virus corona, gres saja bepergian dari mancanegara, atau melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi virus corona, kamu disarankan untuk secepatnya memeriksakan diri ke tempat tinggal sakit.

Adapun tahap pemeriksaan yang dilaksanakan dokter kepada pasien yang kemungkinan terinfeksi virus corona yakni selaku berikut:

Dokter akan menanyakan tanda-tanda yang dirasakan, aktivitas bepergian terakhir, dan melaksanakan investigasi dengan uji sampel darah, pengambilan sampel dahak dengan tes usap tenggorokan, serta rontgen dada untuk pengecekan apakah ada cairan di paru-paru.

Hasil lab dan rontgen akan dianalisa oleh dokter. Jika hasil memberikan kasatmata, maka pasien akan menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit yang ditunjuk untuk menanggulangi pasien virus corona.

Selanjutnya, pasien diberikan obat penurun demam dan pereda nyeri, konsumsi air putih yang cukup, serta istirahat secara optimal.

Perbedaan Status Penderita Corona

Selain memahami gejala, kau juga harus tahu perbedaan status penderita virus corona, sebelum dinyatakan selaku pasien konkret.

Pengelompokan ini dibentuk berdasarkan perbedaan risiko dan penampakan tanda-tanda yang ditunjukkan orang-orang yang mungkin atau telah terinfeksi virus corona. Berikut penjelasannya.

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan)

Disebut untuk orang yang baru bepergian ke luar negeri selama periode ditemukannya virus corona, pernah melakukan kontak langsung dengan pasien nyata, dan merasakan gejala corona.

  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Sebutan bagi pasien yang sudah dirawat oleh tenaga dan hebat medis, dan menunjukkan tanda-tanda corona.

  • Suspect

Sebutan untuk seseorang yang disangka besar lengan berkuasa terinfeksi virus corona  dengan tanda-tanda yang ditunjukkan, pernah melakukan kontak dengan pasien positif, dan harus secepatnya atau sedang melaksanakan pemeriksaan dan uji lab lebih lanjut.

Virus Corona Adalah Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri

Sempat dihebohkan soal pemahaman virus corona yakni penyakit mematikan, ternyata ada fakta baru yang menyatakan bahwa virus corona mampu sembuh dengan sendirinya.

Pernyataan tersebut dibilang dari Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, yang lalu disetujui oleh dokter dan ahli kesehatan yang lain. Yakni dr. Tompi dan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito.

Jadi, virus corona yang menyerang tubuh manusia pada dasarnya mampu dilawan dengan imunitas insan itu sendiri. Cara kerja metode imunitas tubuh lazimnya akan memberi reaksi dikala terinfeksi virus yang tak diketahui dan berbahaya untuk tubuh.

Reaksi dan proses perlawanan virus inilah yang menyebabkan kita merasakan sakit atau keluhan kesehatan. Jika seseorang yang terinfeksi memiliki imunitas badan yang bagus dibarengi dengan istirahat cukup dan konsumsi obat yang tepat, maka virus corona bisa sembuh dengan sendirinya.

Sejauh ini sudah ada puluhan ribu pasien positif corona di seluruh dunia yang berhasil sembuh. Sedangkan efek maut umumnya terjadi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit lain, atau terkena komplikasi penyakit berbahaya lain.

(Baca Juga: Ini Asuransi di Indonesia yang Mengcover Virus Corona)

Biaya Tes Corona

Seseorang yang merasakan tanda-tanda atau merasa adanya kemungkinan tertular virus corona mampu memeriksakan diri di rumah sakit yang ditunjuk masing-masing kawasan.

Presiden Jokowi menegaskan, sudah ada ratusan rumah sakit di seluruh provinsi yang ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan virus corona.

Biaya untuk tes corona berlainan-beda, tergantung pula dengan kebijakan pemerintah lokal. Misalnya, untuk beberapa rumah sakit di Jakarta dikenakan ongkos tes sekitar Rp500.000 hingga Rp700.000, sedangkan di Surabaya diklaim tidak memungut biaya untuk tes corona.

Lindungi dirimu dan orang terdekat dengan asuransi kesehatan yang terpercaya. Cek produk asuransi yang tepat dengan kebutuhanmu, serta ajukan secara gampang melalui CekAja.com.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengobatan Asuransi Untuk Pekerja Dan Jenis-Jenisnya

2 Desember 2020 - 11:18 WIB

Pentinglah Asuransi Untuk Barang Elektronik Dan Contohnya

2 Desember 2020 - 11:15 WIB

5 Pekerjaan Freelance Asyik Buat Mahasiswa

2 Desember 2020 - 11:09 WIB

tips Mengubah Kartu Kredit Yang Rusakâ Dan tips Mencegahnya

2 Desember 2020 - 11:06 WIB

Mengenal Pemahaman Dan Perbedaan Asuransi Perjalanan Syariah

2 Desember 2020 - 11:03 WIB

Rekomendasi 7 Daftar Buku Terbaik Untuk Belajar Saham

2 Desember 2020 - 11:00 WIB

Trending di -