Waduh, Gegara Corona Pemerintah Digugat Rp10 Miliar

Posted on

Virus Novel Corona alias Covid-19 masih menjadi momok bagi penduduk dunia. Betapa tidak, banyak negara yang menerapkan status darurat Kesehatan. Hingga hari ini saja (6/4), sebanyak 183 negara dilaporkan sudah terserang virus tersebut.

Gegara Corona Pemerintah Digugat Rp10 Miliar

Meski begitu, sekitar 260 ribu orang berhasil sembuh dari total pasien terserang 1,27 juta orang.

Lambatnya kebijakan yang diambil oleh pemerintah dituding menjadi salah satu penyebab meluasnya virus tersebut, jadinya pemerintah digugat.

Indonesia berada di peringkat 38 dalam statistik jumlah korban terjangkit novel corona.

Peringkat pertama ialah Amerika Serikat. Negeri Abang Sam itu dilaporkan menjadi negara dengan jumlah orang terserang Covid-19 sekitar 330 ribuan.

Pemerintah dunia sudah melaksanakan beragam cara untuk mampu membendung laju pergerakan virus tersebut.

Mulai dari pembatasan acara sosial, melakukan uji coba untuk menciptakan antivirus, menerapkan lockdown atau karantina wilayah dan hal lainnya yang bersifat sosialiasi ihwal kebersihan diri.

Namun ada juga golongan yang menyatakan tidak puas atas aksi yang telah dilaksanakan pemerintah.

Bahkan ada yang telah melaksanakan gugatan secara perdata ke pengadilan dengan tuntutan ganti rugi Rp10 miliar

Beberapa warga yang mengklaim sebagai wakil dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menilai, bahwa Presiden Joko Widodo gegabah dalam menangani pandemi virus novel corona.

Menurutnya, sektor UMKM dan juga pekerja harian terkena efek dari pandemi tersebut

Memang kalau dilihat, sektor pekerja informal menjadi sektor usaha sangat terpukul.

Betapa tidak, mereka hanya mengandalkan pemasukan secara harian, namun alasannya adanya pandemi banyak orang yang menahan diri dirumah dan tidak berbelanja.

Gugatan tersebut bersandar pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 ihwal kekarantinaan Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, pihak Istana menyampaikan bahwa wabah merupakan sesuatu yang tidak dapat diketahui niscaya kapan akan terjadi.

Pemerintah sendiri belum ini telah menginformasikan status darurat Kesehatan dan pembatasan sosial berukuran besar (PSBB).

Dua langkah tersebut diambil untuk menghentikan laju penyebaran virus novel korona.

(Baca juga: Trik Menghemat Belanja Bulanan Bagi IRT)

1. Tidak hanya Indonesia, Pemerintah Perancis Juga Digugat

Ketidakpuasan tidak hanya tiba dari warga Indonesia, pemerintah Perancis juga digugat.

Sekitar 600 dokter yang tergabung dalam C19 menggugat mantan Menteri Kesehatan Perancis Agn Buzyn dan Perdana Menteri douard Philippe.

Lagi-lagi, keduanya dianggap lamban dan gegabah dalam mengambil langkah untuk meredam pandemi corona.

Ihwal somasi tersebut bermula dikala salah satu dokter yang juga rekan kerja mereka meninggal akhir Covid-19.

Perancis sendiri hingga dengan hari ini (6/4) berada di peringkat 5 untuk jumlah korban Covid-19.

Sebanyak 93 ribu-an orang dilaporkan nyata terserang dengan angka akhir hayat meraih 8 ribu-an orang.

Meski begitu sebanyak 16.534 orang dilaporkan berhasil pulih dari novel corona. Pandemi corona di Perancis memburuk bersamaan dengan kondisi di Italia, Jerman dan Spanyol.

(Baca juga: Mengungkap Penyebab Penyebaran Corona Sangat Cepat)

2. Kali ini Pemerintah gugat warga

Tidak cuma pemerintah yang bisa digugat, warga penyebab penyebaran novel corona juga bisa digugat.

Melansir Detik.com, Pemerintah Korea Selatan menggugat 2 warganya lantaran dituding menjadi biang penyebaran virus novel corona di Pulau Jeju.

Diketahui, 2 wanita tersebut ialah ibu dan anak yang tengah berlibur ke Pulau Jeju.

Di tengah pandemi, mereka berdua memaksakan diri untuk tetap berlibur di pulau yang disebut-sebut sebagai Hawai Korea Selatan itu.

Sang anak sendiri dimengerti gres saja pulang dari Boston, Amerika Serikat (AS). Karena agresi nekatnya, akibatnya puluhan orang dikarantina.

Selain itu, dua bisnis yang ada di pulau tesebut juga terpaksa ditutup. Selain pemerintah, puluhan warga Jeju juga menggugat Ibu dan anak tersebut.

Pandemi corona memang menguji banyak warga dunia. Jika saja mereka berdua tetap sabar dan memilih melaksanakan karantina mampu berdiri diatas kaki sendiri, mungkin balasannya tidak akan mirip itu.

Kamu yang saat ini sedang berada di rumah untuk melakukan pekerjaan , lakukan kewajibanmu dengan baik ya.

Hindari sentra hingar bingar dan juga pusat hiburan. Dengan begitu, kau juga ikut menjaga keluarga tetap sehat lo.

Waktu dirumah juga mampu kau manfaatkan untuk menerima pendapatan pemanis.

Lakukan bisnis secara online. Saat mirip ini sepertinya baik untuk kamu berjualan makanan sehat. Butuh modal, jangan ragu susukan Kredivo.

Banner Kredivo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *